Kumpulan puisi islami terbaik tentang kehidupan
Kumpulan puisi islami terbaik tentang kehidupan

Kumpulan puisi islami terbaik tentang kehidupan

Kumpulan puisi islami terbaik tentang kehidupan. Puisi, disamping sebagai rangkaian kata kata indah yang bersumber dari inspirasi.

Puisi juga dapat menjadi sarana dakwa lewat kata kata puisi yang bernafaskan agama semisal syair syair Islami penyejuk hati, sajak Islami pendek, puisi renungan hati Islami atau puisi-puisi religi yang tentunya bertema Agama Islam.

Sebagai karya sastra puisi tak jarang dalam bait baitnya mengandung pesan-pesan bijak Islami yang mengingatkan kepada pembacanya bahwa di Dunia ini ada yang mengatur dan menentukan takdir dan kehidupan manusia, manusia hanya menjalani sampai akhir kehidupan tiba.

Dan puisi-puisi yang bernuansa islami dapat menjadi sarana untuk memahami keindahan tentang kehidupan dengan cara islam.

Karena puisi islami terkadang bait-baitnya berisikan inspirasi dan kata bijak, kata mutiara serta nasehat tentang kehidupan sehari-hari.

Baik dalam permasalahan cinta, dan berbagai permasalahan hidup yang biasa di alami dalam kehidupan.

Namun kadang juga puisi islami bait baitnya menceritakan akan makna kehidupan dari campur tangan Sang Maha pengatur menjelaskan tentang kebesaran Allah swt.

Hidup yang kita jalani memang misteri dan kita tak pernah tau apa yang akan terjadi esok.

Tugas kita hanya menjadi yang baik di hadapanNya, dengan mengumpulkan bekal untuk menuju akhirat.

Insyha Allah apabila kita dekat dengan Allah kita takkan resah. karena kita tahu akan semua itu adalah takdirNya dalam kehidupan.

Dan berkaitan dengan kata kata puisi Islami berikut ini adalah kumpulan puisi islami terbaik menceritakan tentang kehidupan

Ada pun masing-masing judul puisi-puisi Islami yang dipublikasikan puisi dan kata bijak dengan tema puisi islami terbaik antara lain.

  1. Puisi Jiwa
  2. Puisi Hakikat Kehidupan
  3. Puisi Pada Sepenggal Catatan
  4. Puisi Mati
  5. Puisi Korban

Tujuh judul puisi islami tentang kehidupan yang tentunya membahas tentang hidup dan kehidupan dalam bentuk puisi yang Islami.


# Kumpulan puisi islami terbaik tentang kehidupan

Puisi selain sebagai karya sastra juga di maksudkan untuk mengembalikan makna dan hikmah lewat kata kata islami, yang berisikan kata bijak islam sebagai pencerah kehidupan yang berkilau selayak mutiara.

Bagaimana makna dan arti di balik rangkaian bait bait puisi Islami dengan tema puisi islami terbaik yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja masing-masing puisinya dibawah ini, diawali dari puisi jiwa berikut ini.


JIWA
Karya : Hanizar

Seribu bulan tidak menghiasi diri
Seribu malaikat membawa hati
Alangkah indahnya dihari sepi
Membawa daku bernuansa diri

Kutatap hatiku membelai diri
Berhati jugakah diri ini
Kupersiapkan satu untaian cinta
Cintaku kepada Allah......

Wahai diri sambutlah hati ini penuh insan
Berkeping-keping aku berhadapan denganmu
Berkelihaian namun kau tak tampak
Abdimu sungguh luar biasa

Aku terpesona membelai jiwa
Mengapa aku tak kuasa
Hari - hari aku terluka
Membelai dirimu syahdu

Wahai insan aku bersatu padu
Membetis hidup penuh keriangan
Diriku terhardik
Surga dimana kau.

Baca Juga: Puisi hidup adalah proses



HAKIKAT KEHIDUPAN
Oleh: Triono Al Fata

Menatap rembulan yang indah menawan
Melantunkan pujian menembus pasword keakuratan
Melintasi jurang yang penuh dengan pesona keduniawian
Yang siap membelenggu jiwa-jiwa lemah dalam keimanan

Menelusuri lorong lorong kehidupan yang beragam
Menembus batas kemampuan iman
Menjulang rasa dalam kenikmatan kasih sayang
Memutukan diri dalam kualitas iman

Menjauhkan diri dalam jurang yang kelam
Membuka lembaran baru yang penuh dengan pesona keimanan
Diliputi cahaya keikhlasan
Berlayar dalam samudra hakikat kehidupan


Pada Sepenggal Catatan
Oleh: Yusup Mahadi

Kuwujudkan tiap-tiap lisan yang lama terlunta
Disaat angan terus membara
Sedang mimpi sekarat dalam riuh setiap dengkurku
Semua hanya tentang perasaan bukan mengharap senyuman yang tawar

Begitu pun dada penggal catatan
Kutinggikan setinggi-tingginya sabda
Runtuhkan keangkuhan pada egois
Bersihkan setiap kemunafikan
Semoga damaikan jiwa

Dan kembali
Diantara penggalan catatan ini
Kutuliskan tentang setiap dusta
Segala yang berbau dosa
Dan sebanyak-banyaknya perihal dari sebuah penyesalan

Agar ruh tersadar
Masih pantaskah badan menikmati
SurgaNya.

Baca juga: Puisi hidup hanya sejenak


MATI
Karya: Abdulloh III

Mati sudah terduga
tetapi entah bila
Ia bukan cerita
bukan pula kata reka
yang telah mati tak pernah memberita

Mati datang tiba-tiba
tak pernah terkhilaf rupa
tidak juga tersasar siapa sering disambut dengan isak dan hiba
karena kita selalu terleka terkejut bila disapa

Kita merencana menemui dia
terkadang dunia membawa alpa
mati adalah ridha
bila iman terpasung didada
namun ramai yang mati karena gila

Pasubilah, 08-01-2018


KORBAN
Karya: Putera Remy Merindu

semalam masih mendakap ingatan
kenangan memamah jiwa
berkecai lebur menjadi hampa
dan raga kehilangan tulang
untuk berdiri menempuh nyata
upaya hanya sejumlah hama
dikumpulkan sisa-sisa hari ini
menghadapi kemungkinan hari esok
setelah keseluruhan yakin dan percaya
telah terkorban pada hari semalam

kolam airmata menakung siksa
terdengar dan terimbas ke dalam minda
segala perilaku dan ucapan hina
menyengat di lubuk rasa
bisanya menjalar ke dalam aliran darah
sudah disiat kemudian disagat
berpikul-pikul beban trauma
dari kisah semalam yang tragis
jari menuding sambil mulut mencurah laknʌt
hakikat yang diketepikan
kenyataan yang tidak mahu ditelan

dan kerana itu
ada jiwa harus dipersalahkan
dan jiwa itu sudah tidak lagi
punya hempedu

7 Januari 2018
Semenanjung Tanah Melayu


Demikianlah kumpulan puisi islami terbaik tentang kehidupan. Simak/baca juga puisi Islami atau puisi religi yang lain di blog ini, semoga puisi kehidupan islami diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar