Skip to main content
Puisi Hidup Cuma Sejenak

Puisi Hidup Cuma Sejenak

Puisi hidup cuma sejenak. Kerugian kita sebagai manusia yang terkadang lelah hati lelah pikiran memikirkan kehidupan adalah tidak mempergunakan hidup sebaikbaiknya hidup karena kehadiran kita didunia ini hanya sementara, alam sesudah kematian, itu alam yang abdi untuk kita diami kelak.maka pergunakankanlah hidup kita sebaikbaiknya hidup di dunia ini.

Orang yg berakal pasti akan memilih sesuatu yg terbaik bukan yang buruk, dan mengutamakan kebahagiaan yang bersifat abadi daripada kebahagiaan yang sejenak. Kalaulah kita merenungi dunia dan segala isinya, kita pasti akan sadar serta yakin bahwa dunia dan segala isinya hanya bersifat sementara, tidak kekal/abadi.

Kebahagiaan serta kesedihan di dunia juga bersifat sementara. Bertolak belakang dengan kebahagiaan atau kesedihan di akhirat yg semua bersifat abadi. Maka alangkah ruginya, orang yang hanya mengejar materi serta kesenangan semu di dunia ini, karena tidak lama lagi itu semua akan berakhir dengan kematian.

Hidup cuma sejenak judul puisi dikesempatan ini, bagamana puisinya untuk lebih jelasnya silahakn disimaka saja puisinya berikut ini.


PUISI HIDUP CUMA SEJENAK
Oleh : H. M. Taliu. B .

Pakailah kata yang memuat kelembutan
Seperti bumi dan matahari kerja sama
Rela menyaring dan menyeleksi
Agar secara jernih berkenalan dengan mesrah

Tauhid menyesuaikan gerak dan tujuan
Jangan menjual diri pada alam maya
Bergeraklah kejalan Allah kehendaki
Dia maha suci dan maha melihat

Ketika tiba lembaran berkata seperti bayi
Yang tak bergerak pesta pora duniawi
Ada nafas dan ucapan dari mulutmu
Itu adalah madu bagi tetangga

Jangan buang aku dengan kesia-siaan
Menara mesjidmu menjulang tinggi
Walaupun jadi Pengukuhan
Tapi......!
Disitu tempat sujudku
Dengan gerakan hatiku mencintaimu

Walaupun hidup hanya sejenak
Aku berlomba lari melihat telapak kaki
Siapa yang paling dulu menginjak
Taman-taman syurgamu

Langkahku mantap dan dungu
Aku tidak sanggup menggapai citaku
Kecuali kasih cinta penciptaanmu.

25 April 2016


Demikianlah puisi hidup cuma sejenak. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label puisi religi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar