--> Skip to main content
Puisi Senja Kala Di Pinggiran Kota

Puisi Senja Kala Di Pinggiran Kota

Puisi senja kala di pinggiran kota. Berbicara tentang senja maka yang terlinta adalah sore hari, sebagaimana Pengertian senja ialah bagian dari waktu ujung hari atau keadaan setengah gelap di bumi sesudah matahari terbenam, saat piringan matahari secara keseluruhan sudah hilang dari cakrawala. waktu ini dimulai sehabis matahari tenggelam ketika cahaya masih terlihat di langit sampai datangnya waktu malam, ketika cahaya merah telah benar benar hilang.

Senja kala di pinggiran kota, judul ini hanya kombinasi dua judul puisi dari tiga puisi di kesempatan ini, adapun maisng masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi senja kala di sabana
  2. Puisi sebuah pengakuan
  3. Puisi pinggiran kota
Salah satu penggalan bait dari ketiga puisi tersebut, "Masih tergʌmbar jelas alunan takdir kala ku menapaki ilalang, senja sendu sedan semilir suram saat semua selesai, meninggalakan luka yang menganga dengan kepergianmu". Selengkapnya dari bait ini, di simak saja puisinya berikut ini.

Puisi Senja Kala Di Sabana
oleh: Satria Panji Satria Panji Elfalah

Tuang segantang penumpas dahaga ..
Meluncur jauh menuju perut kerontang ..
Setelah jauh melangkah tanpa arah dan tujuan yang nyata ..
hanya maya yang membayang ..

nyata dalam pelupuk mata hitam pekat tergerus masa ..
ilalang menguning dipagari akasia dinaungi sang surya ..
belukar menjadi tempat bernaung sementara ..
tak selamanya, tak abadi dan tak dinyana ..

senja merambati pokok-pokok pohon oak di barat ..
lembayung tak menggantung indah seperti biasanya ..
hanya ada angin yang berhembus berbau karat ..
menguning padang ilalang ditelan masa yang hilang dalam asa ..

masih tergʌmbar jelas alunan takdir kala ku menapaki ilalang ..
senja sendu sedan semilir suram saat semua selesai ..
meninggalakan luka yang menganga dengan kepergianmu, sayang ..
senjakala di sabana terdampar jiwa raga ini ..


PUISI SEBUAH PENGAKUAN

Aku datang sebagai pengembara
Aku singgah menyuguhkan sapa
Perjalananku bukan untuk penasehat
Bukan juga untuk melaknat
Aku hadir sekedar menjadi saksi
Atas karunia masa kini
Aku tak secerdas yang kau bayangkan
Bukan pula sehebat yang kau lontarkan
Aku menghadiri untuk teman sepi
Meski kdang smua tak berarti
Tapi aku meyakini
Karunia ilahi tiada bertepi
Maafkanlah aku teman
Dari semua yang kurang berkenan
Karena smua itu sudut kekurangan pengetahuan kehidupan.


PUISI PINGGIRAN KOTA

Menembus batasan
Tanpa arah tujuan
Tak jenuh menunggu harapan
Di saat gelap mulai berpijar
Hingga menjelang fajar
Engkau layu sebelum mekar
Terus tak pernah gentar
Meski berteman dinginnya malam
Tapi keajaiban tak akan pernah padam
Wahai wanita malam
Semoga engkau selalu di lingdungi
Jangan salahkan dirimu
Itu sudah terjadi
Jangan di sesali
Wahai wanita malam
Semoga hari-hari kau cerah
Secerah harapan yg kau inginkan
Yakin suatu hari kebahagian akan hadir


Demikianlah puisi senja kala di pinggiran kota. Baca juga puisi yang lain yang ada di blog ini.  Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar