Skip to main content

Puisi Goresan Indah Kangen | Puisi Kangen

Puisi Goresan Indah Kangen | Puisi Kangen
Puisi goresan indah kangen. Puisi Kangen, Kangen merupakan kata lain dari rindu, dan kata goresan berasal dari kata dasar gores, yang berarti yang telah digores atau bekas digores. kata Goresan merupakan sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda.

Goresan memiliki arti dalam kelas nomina atau kata benda sehingga goresan dapat menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan.

Berkaiatn dengan kata goresan, puisi di kesempatan ini, bertema goresan, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi goresan indah kangen
  2. Puisi goresan rasaku
  3. Puisi kangen
  4. Puisi kangen setengah hati
Salah satu penggalan bait dari kedua puisi goresan tersebut, "benderang laksana cahaya menerangi gelap Saat kutemukan satu keindahan goresan yang kuharap Kubaca dan kuresapi, Mampukah aku menjalani semua ini Jika cinta selalu melukai Sehingga aku tak percaya lagi". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI GORESAN INDAH KANGEN

Kunikmati malam sendiri
Sunyi kini jadi belenggu hati
Sandiwara rasa berjalan meniti malam
Tᥱlanjang jiwa belenggu sunyi aku disini

Kucari hiburan
Dari goresan pena pujaan hati
Serangkai asa mendesir
Adakah yang kuinginkan tergores dalam syair
Kutemukan goresan indah yang kunanti
Sunyi yang kini mendera beku, dengan indahnya goresan kangen

Malam dalam buaian syair
Jiwa yang kelam
Kini benderang laksana cahaya menerangi gelap
Saat kutemukan satu keindahan goresan yang kuharap
Kubaca dan kuresapi.. inilah yang kunanti
Pengusir sunyi aku sendiri

Saat mata menatap
Kala hati meresapi
jiwaku bersatu bersama syair
Dengan keindahan kata yang kunanti
Hati ini pun juga kangen

#anderline
BLP 2508114


Puisi Goresan Rasaku

Kukira aku kan bahagia
Dengan cinta yg ku punya
Kukira aku kan tertawa
Tak lagi meneteskan air mata

Namun ku keliru
Cinta yang ku punya telah melukaiku
Bahkan membuat sakit hatiku
Bagai tertusuk duri sembilu

Sakit , nyeri hati ini
Tak tertahan lagi
Bahkan tak ter0bati
Walau ku sudah ikhlaskan hati
Menerima takdir ilahi
Namun sakitnya masih terasa di hati

Mampukah aku menjalani semua ini
Jika cinta selalu melukai
Sehingga aku tak percaya lagi
Menjalin cinta kembali.


PUISI KANGEN
Oleh: Vutra Van

Kangen
Pada nyanyian padi di pagi
Saat belain lembut menyapa hati
Terasa embun meyemai diri

Kangen
Kicau merdu burung kaswari
Mengalun nadi
Membangunkan rambut ari
Tepat di ujung mentari

Kangen
Setapak tanah basah
Sedikit genangan resah
Di pelataran depan rumah

Kangen
Menyatukan dedaun berserakan
Lalu nyala api
Membumbung tinggi

Kangen
Saat beribu purnama berlalu
Di antara belahan langit
Berjarak ratusan arak-arak

Kangen
Menatap sunyi nyaman
Jalanan saat mulai petang
Di bawah lampu pijar

Kangen
Mengertilah dan artikanlah
Di tiap rasa yang meletup
Namun, Lagi-lagi tertutup


PUISI KANGEN SETENGAH MATI
Karya: Karma Pala

Dan begitulah, rindu mempertemukanku,
dengan kau, Cintaku.
hingga aku pun menyerah dalam genggam kerinduan
sebagai bibit yang ditanam dengan penuh kecintaan.

sesudahnya, mulai kugurit segala yang semula tak terfikir
dalam tubuh sajak yang pesonanya tak pernah berakhir.
Aneh, mengapa hampir tiap huruf selalu kemudian tersipu malu,
saat kupilih untuk menuliskan namamu yang tak kunjung berlalu.

Vokal dan konsonan terharu ketika kuundang buat menguatkan makna,
bersama getar di hatiku yang tak juga sirna.
apa yang sudah membikinnya menggeletar,
benakku berkerenyut karena jelitamu yang semanis nektar.

Lalu, begitu saja, jari-jemariku tuliskan rindu itu
setelah sebelumnya, dengan gemetar, benakku hadirkan kau, sang Ratu.
Biar bisa kusemat di sesela mimpiku,
Biar bisa kedekap dihangatnya dambaku.

Dan ini malam,
perlahan makin dalam.
Dan begitulah, rindu mempertemukanku dengan kau,
Cintaku yang berkilau memukau.
----------

Demikianlah puisi goresan indah kangen. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.