Puisi Dunia Mau Kemana?
Puisi Dunia Mau Kemana?

Puisi Dunia Mau Kemana?

Puisi Dunia mau kemana. Apa pengertian Dunia? berdasakan wikipedia Dunia adalah nama umum yang digunakan untuk menyebut keseluruhan peradaban manusia.

Termasuk didalamnya pengalaman manusia, sejarah, atau kondisi manusia secara umum di seluruh Bumi, atau mengenai segala sesuatu yang terdapat di atasnya.

Beberapa kata tentang dunia sering dijumpai seperti dunia adalah perhiasan, dunia adalah panggung sandiwara yang didalamnya terdapat kesenangan yang menipu, penuh dengan tipu daya dan permainan, karena sesungguhnya dunia adalah ujian bagi manusia yang ada diatasnya.

Dalam Dunia sastra khususnya puisi, puisi tentang dunia ada berbagai macam, dan terkadang tak menceritakan tentang dunia yang sesungguhnya.

Akan tetapi menceritakan tentang dunia seseorang, yang artinya hal yang digeluti seorang.

Dan puisi tentang dunia yang sesungguhnya semisal puisi dunia akhirat, puisi tentang tentang dunia yang fana dan lain sebagai yang menceritakan tentang dunia tempat kita berpijak saat ini.

Atau kata kata yang membahas kehidupan di Dunia tentang perjalanan hidup dan arti hidup yang kita jalani di Dunia yang hanya sementara ini.

Baca juga: Puisi dunia akhirat

Begitulah sekilas tentang kata kata Dunia tema puisi yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak di kesempatan kali ini.


Puisi Tentang Dunia

Bagaimana pesan dan makna dibalik rangkaian bait bait puisi dunia yang dipublikasikan puisi dan kata bijak?

Untuk lebih jelasnya tentang puisi dunia mau keman, silahkan disimak saja, berikut ini puisinya.



PUISI DUNIA MAU KE MANA
Karya: siamir marulafau

Aku tak pernah merangkul duniaku
sampai hancur lebur
tinggal tulangnya

Tak pernah air laut menuliskan
deretan kesedihan dengan garam
meskipun garamnya bertaburan di pantai batubara
Sungguh dunia luas

tapi tak ada yang menitip pesan
apa lagi nama tercantum
di atas kerta berpuitis yang suci
hanya gelar guru besar
di atas kanvas dengan ilmuan setetes sperma

Tak tergores di atas kertas koyak
tercabik-cabik di dunia maya,,,,,hanya gelar dan nama
menjadi cemoohan di dunia fana
mengapa dunia begitu kejam
sementara banyak pasir-pasir ingin diperhitungkan
apakah dikau sanggup menciptakannya?

pikiran semakin sempit
kata sebahagian orang berpuisi
puisinya terukir di atas batu nisan
di sebuah kampung teramat jauh dari sebuah kota

Mengapa dikau tak mengukir
namaku di atas kertas putih berstempel negara?
Walaupun ilmuku hanya sesayap nyamuk
tapi bisa terbang sampai luar negeri

Apakah kalian sudah buta?
Tak menimbang hati,,,tak acuh,,,,,keterlaluan,,,,
Pesan seorang penyair tak akan meleset
sasaran tepat untuk dibidik
dengan peluru tajam sebelum mati
Tak usah setetes air hujan menggores

memberi warna pada syair terlampir
membaca dan memahaminya sulit amat di dunia sempit
Mau ke mana dunia ini?

Jelaskanlah ,,,,,,.Apakah sudah buta?
Keredupan sinar mentari pagi tak selamanya menitip pesan dan kesan menerangi bumi
jika hati terbuka menerimanya,,,,,,dan apalah sebuah nama?
jika tak bersumber daya di kala bulan purnama menerangi
para sastrawan dipandang rendah
Sementara puitis syairnya menggudang
di pelataran dunia tak berpilar
di mana banyak daun-daun berguguran
rambut-rambut rontok setiap harinya menuliskan bait-bait hari kehari

Keterlaluan,,,,,,keterlaluan,,,keterlaluan
renungkanlah kalian semua,,,,
wahai manusia penguasa,,,,mengapa dikau buta?
syair bertebaran di langit suci
sebelum napas tenggelam di tanah tak bersuluh

tak akan rugi nama dan harkat tercantol dalam baris -baris puisi
sepanjang kekuasaan melebar di dunia fana ini
seekor burung nurai berceloteh dalam sangkarnya
dan berteriak,,,,,berteriak,,,,,,berteriak,,,,,.Mengapa tak terketuk hatimu,Tuan?

Syair mereka membahana di dunia
menyepi di pantai indah berfatamorgana,,,,,,kliklah dunia maya
dan akan dikau lihat betapa luasnya hamparan lautan dengan
gelombang mengaung bagaikan harimau di hutan belantara
Mengapa kalian tak ada mata dan matahati melihat,"APA DAN SIAPA PENYAIR INDONESIA"?

Terserah,,,,terserah kalian semua,,,kami berpuisi saja.
Tuturan seorang,penyair dirundung kegelisahan dan kegalauan sebelum tetesan dan goresan pena menggeliat

sm/31/10/2017

Baca juga: puisi dimana aku berlindung


Demikianlah puisi dunia mau kemana. Simak/baca juga puisi puisi menarik yang lain di blog ini, semoga diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada judul puisi indah selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar