Kumpulan Puisi Untuk Anakku | Puisi Suara Hati Seorang Ibu
Kumpulan Puisi Untuk Anakku | Puisi Suara Hati Seorang Ibu

Kumpulan Puisi Untuk Anakku | Puisi Suara Hati Seorang Ibu

Kumpulan puisi untuk anakku suara hati seorang ibu. Kasih sayang ibu kepada anaknya yang tercinta, takkan pernah pernah habis jika di ungkapkan dengan kata kata, kasih sayangnya selalu ada dan tumbuh sepanjang masa kepada anaknya.

Sehingga seorang anak takkan pernah sanggup membalas jasa jasa serta pengorbanan seorang ibu dalam kehidupannya walau bagaimana pun.

Oleh karena itu patutlah kita sebagai anak, selalu berterima kasih kepada ibu, yang telah berjasa dan berkorban sehingga kita sebagai anak dapat tumbuh dan berkembang seperti sekarang ini.

Seorang ibu adalah malaikat yang Tuhan kirimkan ke dunia untuk merawat melindungi dan selalu memperhatikan anak-anaknya. Sehingga anaknya dapat menjadi anak yang berguna, berguna dalam keluarga, berguna bagi bangsa.

Baca juga: puisi kasih seorang ibu

Itulah mengapa terkadang seorang ibu bersedih ketika anaknya mengalami kekagalan, kerena baginya dia juga gagal.

Namun karena kebesaran hatinya, sedih yang dia rasakan dapat ditahan, dan tak memperlihatkan kesedihan kepada anaknya dia selalu tegar, dihadapan anak-anaknya, karena baginya kesedihan anak adalah kesedihan seorang ibu.

Seorang ibu, sesungguhnya dari dalam lubuk hati terdalamnya tak bisa jauh dari anaknya akan tetapi karena kepentingan sang anak untuk kehidupan dan juga ingin membahagiakan ibu dengan caranya.

Ibu rela menahan rindu kepada anak tercinta yang pergi jauh. walau dalam hatinya rindu selalu membuncah ingin bertemu serta melihat anak anaknya.

itulah beberapa dari sebagian kecil pengorbanan seorang ibu dan jasa jasa dan perjuangan ibu yang terkadang menyentuh dan mengharukan bila mengingatnya.

Berikut ini adalah daftar judul puisi ibu untuk anaknya dalam kumpulan puisi suara hati seorang Ibu diterbitkan puisibijak.com antara lain:

  1. Puisi bidadari dibelahan bumi 
  2. Puisi senandung rindu untuk anakku
  3. Puisi buah hatiku
  4. Puisi desir rindu

Ungkapan rasa terima kasih seorang anak kepada ibunya ada berbagai macam hal dapat dilakukan.

Seperti menuliskan puisi untuk ibu, atau pun menulis kata kata indah kepada ibu, dan lain sebagainya, seperti puisi ungkapan terima kasih untuk ibu.


Kumpulan puisi untuk anakku suara hati dari seorang ibu

Puisi ibu kali ini adalah puisi dari seorang ibu yang ditujukan kepada anak tercinta atau anaknya yang dia cintai sehingga menuliskan puisi untuk anak.

Karena bagi ibu anak adalah segala-galanya, maka dari itu jangan pernah menjadi anak durhaka, dengan menyakiti hati ibu.

kumpulan puisi untuk anakku atau puisi suara hati ibu seorang Ibu, semoga dapat menyadarkan bahwa Ibu adalah Tuhan kedua bagi anak-anaknya. yuk kita simak saja puisi ibu untuk anak berikut ini


BIDADARI DIBELAHAN BUMI
Oleh:Yani Suprayugo

Bila kau menemukan senyum dari seorang ibu atas tingkah laku anak-anaknya
Yang bukan terlahir dari rahimnya
Tolong sisakan untukku walau hanya tersisa sedikit
Karena itu adalah senyum paling kasih
Akan kubagi kepada orang-orang yang kesepian

Bila kau menemukan air mata dari seorang ibu yang rela melepas anaknya
Saat perpisahan tiba
Berikanlah padaku
Itu adalah air mata yang paling tulus sedunia
Karena akan kubagi kepada orang yang sedang patah hati

Bila kau menemukan cinta dari seorang ibu yang sedang mengajari anaknya perbedaan mana yang baik dan buruk
Meskipun bukan anak kandungnya
Berikanlah padaku
Karena itu cinta yang paling murni melebihi permata
Akan kubagi kepada orang yang sedang jatuh cinta

Sampaikan terima kasihku bila kau menemukan seseorang itu
Dia adalah bidadari yang terlahir dibumi
Karena aku pernah menemukannya
Dan dia adalah seorang guru


Senandung rindu untuk anakku
Oleh: Mutiara Senja

Kutitip rinduku dengan sebait doa
Kukecup dirimu dari kejauhan
Lewat f0tomu
Senyum mungilmu itu jadi pengobat lelahku

Masih kurasa hangat dekapanmu
Selalu terngiang suara indahmu
Yang memanggilku
Mamah...

Bibir tipismu nan imut
Jemarimu nan lentik
Derap langkahmu yang selalu mengikutiku

Sungguh kurindu..
Senja sore ini tertutup awan hitam,
Tetapi rinduku tehalang jarak
Padamu anakku


BUAH HATIKU
Oleh: Bhara Zahra Dyana

Terlelaplah nak..
Saat senjamu tenggelam dan hilang
Ditelan dan ditikam oleh malam
Sang raja cekam dalam kesunyian

Dan saat fajarmu datang
Mendekap dengan penuh sayang
Memelukmu dengan penuh kehangatan
Terjagalah bersiap untuk kenyataan

Nak... kelak kau kan dewʌsa
Tinggalkan kanak menuju saat remaja
Berjuang dalam sosok dewʌsa
Gantikan kami yang terus menua

Nak... jangan kau menangis histeris
Hadapi hidup yang sadis
Kenyataan tak kan selalu manis

Nak... jangan kau tertawa lepas terbahak
Lihat yang kau punya batil atau kah hak
Jangan kau bahagiakan dirimu sepihak

Tanamlah apa yang kami pesankan
Untuk bekalmu di masa mendatang
Do'a tulus selalu kami sertakan
Untukmu agar tak tersesat di masa depan

Anakku..
Fariza azzahrah hayunissa


DESIR RINDU
Oleh: IFFA AINI HAMD

dengarkan desau air yang mengalir
tiada siapa mampu menahan arusnya
biar berliku tak tertukik cebir
limpah merempuh segala gendala

begitulah kasih ini buatmu anakku
tetap mendakapmu sepanjang waktu
tak pernah surut walau kau menongkah takdirmu
siapapun akhirnya kamu tetap anak ibu

kini dewʌsa membawamu jauh
tetap kubangunkan sigai restu buatmu
terlesat lalu melata bawah runtuh teduh
terhiba memanggil ibu saat sakit menghempasmu

kini duniamu berbagi serangkul kasih
sentiasa basah mukena ibu yang tersisih
mencurah airmata melimbur sayu
meranduk pilu menatang ampun buatmu

dengarkan desir bayu menyapa telingamu
beriring bisik memanggil tanpa jemu
andai tiada lagi berbaki umurku
ketemu ibu dalam doa-doamu

Baca juga: puisi ibu kasihmu mengalir


Demikianlah kumpulan puisi untuk anakku suara hati seorang ibu. Simak/baca juga puisi ibu yang lain di blog ini, semoga empat puisi ibu untuk anak diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar