Skip to main content

Puisi Duka Kartini

Puisi Duka Kartini
Puisi duka kartini. Ibu kartini pelopor emasipasi wanita seolah berduka ketika jaman modern seperti sekarang ini, seolah berduka jika melihat kelakuan kelakuan perempaun masa kini, yang telah terbakar era globalisasi, atau jaman modern yang seakan kebebasan wanita semakin melenceng. Sebagimana diketahui Seorang Randen Ajeng Kartini adalah sesosok yg futuristik, bahwa dengan pendidikanlah bangsa Indonesia bisa maju dan tidak dalam posisi yg dihinakan. tetapi jika kartini kartini (perempuan) sekarang, seolah menjadi beritu duka, bagi kartini kartini yang lain. dengan keadaan yang serba bebas mempert0ntonka aurat.

Raden Ajeng kartini yang merupakan simbol perjuangan kaum perempuan membebaskan diri dari keterkungkungan, kebodohan serta sistem masyarakat yg kaku. seolah sia sia dan menjadi berita duka dengan kebanyakan perempuan modern yang seolah melupakan budaya ketimuran yang sopan dan santun.

Pemikiran-pikiran kartini membuka cakrawala untuk kaum perempuan, seakan akan ternoda dengan sikap dan prilaku perempaun moderen. yang seolah berkiprah pada budaya barat yang penuh dengan kebebasan didalam berbusana.

 Begitulah sekilas tentang duka kartini, dibawah ini Puisi tentang kartini di tulis oleh seorang bernama Mheef, untuk memperingati hari kartini yang jatuh pada tanggal 21 April setiap tahun. Bagaimana puisinya silahkan disimak saja berikut ini.

PUISI DUKA KARTINI
Mheefrhoodheent

Keanggunannya perlahan mulai menguap
Terbakar globalisasi yang merayap
Perjuangannya pun kian terasa gelap
Semakin langka kaumnya yang gemerlap

Kini seakan emansipasi hanya tameng
Agar hak wanita semakin mentereng
Kebebasan perlahan mulai melenceng
Nodai pengorbanannya dengan koreng

Mari berfikir dengan cerdik
Sudahkah seluruh wanita telah terdidik
Mengharumkan nama Kartini yang lentik
Banggakan nusantara dengan prestasi cantik

Duhai kalian kaum wanita
Tak ingatkah pada sosok pelita
Membela hakmu dengan sejuta derita
Demi kalian bebas taklukkan semesta

jambi
21-04-2016


PUISI BOCAH KARTINI DAN PILU DI HATI
Oleh: Ismail Sofyan Sani

bocah bocah perempuan berbusana adat
berbaris berkeringat berbendera keramat
kartini lah nama mereka kobar semangat
disertai ceria gelak tawa tak kenal duka
tak tahu untuk apa mereka ikut gembira
entah apa arti nama kartini bagi mereka

bocah bocah perempuan di hari kartini
tetaplah tertawa meski bagiku pilu dihati
banyak kaummu jadi babu di luar negeri
menjaja cinta melenggok di malam sepi
bergoyang seksi di cafe sebelum jual diri
berpelukan di karaoke lalu dibawa pergi
pelacur siswi tergerus arus modernisasi
mereka tak pernah kenal kartini
hanya berkutat mengejar mimpi
habis gelap gelap lagi

bagi yang mempertahankan harga diri
berjejalan di busway dan dalam kereta pagi
kerja dan berdesakan lagi pulang malam hari
menahan kantuk berdagang di kramat jati
mendorong gerobak sayur teriak di pagi hari
menyapu menyusur jalan raya di subuh pagi
tak pernah kenal kartini meski beremansipasi
hanya mengenal sepiring nasi

kusaksikan di layar televisi
sedikit sekali yang menjadi kartini
diantara jutaan bakul nasi
dan jamu gendong pejalan kaki

bocah bocah perempuan di hari kartini
teruslah gembira meski bagiku pilu di hati
perempuan di gedung dewan tak peduli
hanya sibuk bersolek dan mematut diri
bersilat rejeki untuk nanti terpilih lagi
tak satu pun bernama kartini

bocah bocah perempuan di hari kartini
entah bagaimana hidupmu nanti
setiap tahun namamu selalu kartini
meski kau tak mengerti
nasibmu tak pasti


Demikianlah puisi duka Kartini dari Mheef, baca juga karya-karyanya yang lain yang ada di blog ini  Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label suara anak negeri. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.