Skip to main content

Kumpulan Puisi Memperingati Hari Kartini

Kumpulan Puisi Memperingati Hari Kartini

Kumpulan puisi memperingati hari kartini adalah kata kata puisi tema hari kartini yang berisi beberapa contoh puisi untuk hari kartini seperti puisi ibu kartini 4 bait, puisi kartini menyentuh hati dan puisi tentang memperingati hari kartini masa kini.

Siapa yang tak kenal Raden Ajeng Kartini atau biasa kita sebut R.A Kartini, dia adalah pahlawan emansipasi wanita dan seorang tokoh serta Pahlawan Nasional Indonesia.

Diantara pahlawan wanita yang ada di Indonesia, Perjuangan Ajeng Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan. dikarenakan jasanya dalam memperjuangkan hak kaum perempuan yg kemudian disebut emansipasi wanita.

Kartini adalah sesosok wanita yg dilahirkan berasal dari keturunan bangsawan anak ke lima dari sebelas bersaudara dia adalah sosok wanita yang sangat antusias dengan pendidikan serta ilmu pengetahuan.

Kartini sangat gemar membaca serta menulis,akan tetapi sangat di sayangkan kala itu orang tuanya mengharuskan Kartini menimba ilmu hanya hingga Sekolah Dasar sebab harus dipingit (dikurung dalam rumah) akan tetapi karena tekadnya bulat kartini dapat menggapai cita-citanya,

Kartini tak pernah patah semangat,dengan rasa keingintahuan yg sangat besar, kartini selalu rajin membaca seperti surat kabar, buku-buku serta majalah eropa , mulai dari situlah terlintas idenya untuk memajukan wanita Indonesia dari segala keterbelakangan.

Randen Ajeng Kartini merupakan catatan waktu yang tak terlupakan bagi Indonesia yang secara tak langsung maupun langsung dian meletakkan fondasi pemikiran serta gerakan terhadap perubahan perkembangan Indonesia baik sebagai negara juga terhadap pengaruhnya pada kebudayaan.

Akan tetapi diusianya yang masih muda kartini, meninggal ketika melahirkan anak pertamanya, usiany kala itu masih 25 tahun. Tahun 1964 Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden, yang memutuskan Kartini menjadi Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, setiap tanggal 21 April, diperingati setiap tahun menjadi hari besar Nasional yang lalu dikenal sebagai Hari Kartini.

Kumpulan Puisi Tentang Memperingati Hari Kartini

Puisi Raden Ajeng kartini atau puisi ibu kartini adalah puisi tema hari kartini yang diupdate puisi dan kata bijak untuk memperingati hari kartini, adapun masing masing judulnya dalam kumpulan puisi tentang pahlawan emansipasi wanita untuk memperingati hari kartini antara lain

  • Puisi kartini masa kini
  • Puisi perempuanku (kartini)
  • Puisi duka kartini
  • Puisi R.A Kartini
  • Puisi kartini kartini

Bagaiman cerita dan makna puisi kartini atau puisi pahlawan wanita dalam kumpulan puisi untuk hari kartini, apakah diantaranya terpadat puisi tentang hari kartini yang pendek atau puisi ra kartini untuk anak sd

Untuk lebih jelasnya puisi tentang kartini habis gelap terbitlah terang disimak saja kumpulan puisi memperingati hari kartini pada tanggal 21 april berikut ini.

PUISI KARTINI MASA KINI
Karya: Dimensi Merah

Di atas kue sepasang lilin menyala
Tertera angka tanda kau punya usia
Gadis belia yang beranjak dewʌsa
Sudah waktunya kau mulai terjaga

Jadilah engkau Kartini masa kini
Terus berlari mengejar matahari
Tetap tegar berdiri menggenggam mimpi
Dalam menghadapi tangan takdir seprti besi

Jadilah perempuan sekuat batu karang
Tak akan goyah walau ombak menerjang
Lewati segala rintangan yang menghadang
Demi mencari setitik cahaya terang

Jangan takut pada badai cobaan yang menerpamu
Sebab doa orang tuamu ada dalam detak jantungmu
Dan jangan layu oleh api cobaan yang membakarmu
Tunjukkan pada dunia bahwa engkau mampu


PUISI PEREMPUANKU (KARTINI)

tak sekalipun memakai rok mini
atau kaki berjinjit karena hak tinggi
pun dengen gincu yang sepertinya menari di tipis
bibir sᥱxy
ia pun tak pernah berbangga pada belahan dada

ayumu adalah kesederhanaan itu
menerangkan gelap langit di sekitarmu
kala kebodohanku memandang caramu
berbicara dalam santun logika
pada adab yang kau iring sepenuh langkah
dan pada pembelajaran tentang cara hidup
sebagai manusia
perempuan seutuhnya
di sejajarkan bersanding setara
emansipasi sesungguhnya
perempuanku lugu
namun teguh memangku zaman waktu itu
pada kerja keras terus memburu ilmu
untuk ditanamkan pada eja laku

perempuanku (kartini)
dikaulah itu
yang kini pelan-pelan pijarmu
seperti menghilang ditelan waktu
atau redup pada gaya hidup gugup

perempuanku(kartini)
sajak kerinduanku
padamu kala waktu
yang lelah dan semakin buatku bertanya
adakah dikau adinda
menampakkan seraut wajah
dan kembali kita berbicara
mengulas cinta
di beranda, di ruang tamu, di kamar kita
serupa aku dan kamu jatuh cinta
seperti sedia kala

aku benarbenar cinta
aku benarbenar rindu
perempuanku (kartini)
tidakkah kau tahu ?!

BKA
Batavia, 210406


PUISI DUKA KARTINI
Mheefrhoodheent

Keanggunannya perlahan mulai menguap
Terbakar globalisasi yang merayap
Perjuangannya pun kian terasa gelap
Semakin langka kaumnya yang gemerlap

Kini seakan emansipasi hanya tameng
Agar hak wanita semakin mentereng
Kebebasan perlahan mulai melenceng
Nodai pengorbanannya dengan koreng

Mari berfikir dengan cerdik
Sudahkah seluruh wanita telah terdidik
Mengharumkan nama Kartini yang lentik
Banggakan nusantara dengan prestasi cantik

Duhai kalian kaum wanita
Tak ingatkah pada sosok pelita
Membela hakmu dengan sejuta derita
Demi kalian bebas taklukkan semesta

jambi
21-04-2016


PUISI R. A. KARTINI
Oleh: Yogi P. Putra

Buku-buku berkata pada tuannya
Bercerita dan mendendangkan wanita jawa
Suara pelog gamelan menyambut ceritanya
Menari gemulai di khayalan para pembaca

Sang wanita bertingkah laku seputih susu
Tutur katanya selembut sutra kupu biru
Parasnya yang disiram cahaya tambah ayu
Namun pikirannya melarang untuk kemayu

Guru adalah cita-cita yang dikejar dari dini
Melanggar adat untuk mengajar gadis-gadis
Wanita juga harus berjalan sampai Perancis
Tak ada lagi tangan pria, ini emansipasi

Cerita mengalir hingga lautan epilog
Tarian para rungu memudar dari khayalan
Gamelan juga melirihkan tabuhan pelog
Buku-buku mengakhiri cerita tentang Kartini


PUISI KARTINI KARTINI
Oleh: Ifadli Marid

Aku melihat Kartini berkebaya , ketika tujuhbelasan tiba ! Anggun menebarkan jutaan pesona . Hingga mata pujangga kehilangan kata . Untuk melukiskan dahsyatnya kehadiran sosok seorang Ibunda !

Aku melihat Kartini menelanjangi dunia ! Mengetuk hiba dari pintu ke pintu nurani yang masih menyisakan belaskasihan . Perihal perut anak-anaknya menyimpan haus dan letih . Menghentikan tangis si kecil yang diburu pedihnya kelaparan dari waktu ke waktu .

Aku melihat Kartini tak mampu lagi berkirim surat untuk sekedar menyampaikan pesan .
Kepada sahabatnya yang terbiasa mempuisikan jeritannya .
Perihal anak-anaknya yang tlah terjual kepada takdir !
Airmatanya yang kembali menyambangi nasib !

Aku melihat Kartini melepaskan derai tawanya ! Terpingkal-pingkal menertawai rayuan dunia yang memintanya bertelanjang dada ! Mengubah kebayanya dengan tarian striptease ! Untuk mengundang decakkagum yang belum pernah ia dapati . Sambil meletakkan telunjuk pada mulut anaknya . Agar jangan terburu-buru memahaminya .

Aku melihat Kartini lebih kencang berlari !
Mendahului bangun pagi suaminya !
Mendahului cengkrama prahara yang mengikutinya .
Kembali lagi setelah orang-orang terkasih tidur tuk bermimpi lagi !

Kartini..Kartini...!


Demikianlah Kumpulan puisi memperingati hari kartini. Simak/baca juga puisi hari kartini yang lain di blog ini. Semoga puisi tentang memperingati hari kartini di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya, Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update, terima kasih sudah berkunjung.