Skip to main content

PUISI DAN MASIH

PUISI DAN MASIH
Puisi dan masih. Apa yang terlintas ketika membaca kalimat ini, dan masih. Jika membaca bait bait puisinya, dapat di simpulkan dalam situasi kondisi yang masih seperti sebelumnya, belum ada perebuhan. penulis mungkin risih dengan keadaan negeri ini, yang belum ada perubahan pada kasus-kasus kriminil yang berkelairan, tak di tangani secepat mungkin, agar anak- anak bangsa, tak larut dalam ketakutan.

Mungkin begitulah kira- kira tentang judul diatas "dan masih"  agar lebih jelas lagi silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI DAN MASIH

Dan kemarin masih sama dengan hari ini
asap hitam masih membumbung di angkasa
hutan-hutan masih di jilatan api
politikus berkolaborasi dengan mimpi
pengusaha berakuisisi dengan untung tanpa
memikirkan rugi
hukum ekonomi
di jejal logika masa kini
sedang balita mengantri mati
itu menu koran basi

Dan masih saja airmata ibu tak mau berhenti
saat memikirkan anak termanjanya Anton, yang di
sayangi melebihi bintang di langit sana
berbuat asusila menghamili perempuan yang
dengan bangganya berbikini
dan di label dadanya dicap sudah emansipasi marak!
menjadi nyanyi cinta di sudut negeri

Dan fᥱdophilia berkeliaran
matanya jeli mencari pelampiasan
anak-anak kecil adalah suatu kepuasan
sumpah mereka di bungkus senyum dan berdarah dingin
mengontaminasi udara dingin

Dan satu lagi
dari balik pintu kontrakan buruh pabrik
sudah berpa ribu lagi
istri dan anak mereka menahan perih
karena lapar, haus dan terhunus
kebutuhan hidup yang tajamnya melebihi samurai jepang meregang!
sebab suami, bapak mereka menunggu di
tendang, di buang dan pesangon melayang!
ini bukan dongeng sayang!

Dan hatiku bertanya keras sekali
kapankah berhenti?!!
Dan kopiku masih pahit sekali
tanpa gula buatan istri tercinta
yang berbisik mesra
sayang esuk kita makan apa
beras simpanan kita tinggal seliter saja
sayup-sayup membelai telinga

Dan aku ....
masih tak mampu berbuat apa-apa
persis dengan langit yang di sana bisu!

Batavia, 181015.

Demikianlah puisi dan masih. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.