Skip to main content

Puisi Aksaraku Dan Aksaramu

Puisi Aksaraku Dan Aksaramu
Puisi aksara dan aksaraku. Menurut kamus bahasa indonesia pengertian aksara adalah sistem tanda suatu grafis yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi dan sedikit/banyaknya mewakili ujaran/perkataan. atau jenis sistem tanda grafis tertentu, misalnya aksara Pallawa,  aksara Inka, aksara biasa juga di sebut huruf.

Aksaraku dan aksaramu. judul ini satu dari dua puisi aksara di kesemptan ini adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi aksaraku dan aksaramu
  • puisi aksaraku bukan belati
Salag satu penggalan baitnya. "tanpa berarti Hanya iseng tuk mengisi detikan yang meniti Sambil kunikmati secangkir pahitnya kopi Kuharap aksaramu juga terus mengalir, Sehingga abjadku terseret arus dan tenggelam Mengapa kauhancurkan istana kecilku". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI AKSARAKU DAN AKSARAMU

Gugusan aksara terlukis indah dari telunjuk jari
Mengukir deretan makna yang tersurat penuh arti
Tertera pula makna yang tersembunyi
Di balik gemerlapnya sang bintang pagi

Kucoba coretkan aksaraku tanpa berarti
Hanya iseng tuk mengisi detikan yang meniti
Sambil kunikmati secangkir pahitnya kopi
Kuharap aksaramu juga terus mengalir tanpa henti


PUISI AKSARAKU BUKAN BELATI
Oleh : Pena Usang Sang Penyair

Aksaraku bukan belati yang menusukmu
Aksaraku bukan api yang menghanguskanmu
Aksaraku bukan lautan yang menenggelamkanmu
Dan aksaraku bukanlah caci maki yang menyakitimu

Mengapa badai kaudatangkan?
Sehingga abjadku terseret arus dan tenggelam
Mengapa kauhancurkan istana kecilku?
Sampai luluh-lantak dan lebur jadi debu

Siapa kau yang bersembunyi dibalik topeng pujangga?
Sampai nalarku tiada mampu menembusmu
Siapa kau yang menjadi virus di istanaku?
Begitu rakusnya melumat bait-bait aksara yang kususun

Aku hanya tertawa lebar kala netra menangkap pandang
Ada seekor binʌtang liar yang melumat aksara di istanaku
Dengan lahapnya seperti binʌtang jalʌng yang lapar
Ha ha ha.... Engkau kalah pecundang tengik bukan aku

Lihatlah, aku masih mampu berdiri dengan istana kecilku
Kau hanya kutu busuk penebar bau
Dan engkau hanya sampah di mataku
Sembunyilah hingga membisu! sementara aku tetap tegak berdiri laksana karang

"Untukmu Pecʋndang Sejatiku"

Jakarta : 10-04-2015

Demikianlah puisi aksaraku dan aksaramu. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.