Skip to main content

Puisi Rindu Teriris | Puisi Tentang Rindu

Puisi Rindu Teriris | Puisi Tentang Rindu
Puisi rindu teriris | Puisi tentang rindu. Penegrtian rindu adalah sebuah perasaan ingin bertemu atau ingin melihat terhadap sesuatu hal yang di inginkan. Biasanya, rindu  sering dialami oleh orang-orang yang menjalin hubungan asmara atau hubungan kasih sayang cinta, berarti Rindu merupakan sebuah apresiasi kecintaan seseorang kepada orang lain.

Didalam kehidupan sehari hari, terkadang juga rindu di katakan kangen, jadi kangen dan rindu dua kata yang pengertiannya sama sama menginginkan untuk bertemu atau melihat sesutu hal uang yang diinginkan.

Rindu teriris, satu dari dua puisi rindu di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya, antara lain.
  • Puisi teriris rindu
  • Puisi kesaksian rindu
Salah satu penggalan bait dari puisi rindu, "Sakitnya hati rindu meringis, Agar hati ini tak semakin terguris Oleh waktu yang semakin bengis. kesaksian ini mengumpulkan kertas-kertas di meja rapat kosong karena tak ada lagi yang bercerita, Ilusi memendam maya serta tatap sepi". Selengkapnya dari  bait ini, disimak saja puisi tentang rindu berikut ini.

PUISI RINDU TERIRIS

Senandung malam bergerimis..
Rindu di hati semakin teriris..
Kala ku mengingat dikau yang manis..
Tak terasa mata pun ingin menangis..

Mungkin hanya dengan kata-kata puitis..
Ku curahkan segala hati yang meringis..
Agar hati ini tak semakin terguris..
Oleh waktu yang semakin bengis..

Biarlah ku curahkan di puisi romantis..
Agar rindu ini segera habis..
Seiring berjalannya waktu yang sʌdis..
Semoga kita kan segera bersua dengan tersenyum manis


Puisi Kesaksian Rindu
Karya : Penyair Kecil

Kesaksian yang bergejolak
dalam hening bisu
Kenapa kau tak mainkan lentera di siang bolong
Kau takut amarah yang terus memerah
atau kau sudah tak lagi gagah

Sudah biarkan kesaksian ini
mengumpulkan kertas-kertas di meja rapat kosong
karena tak ada lagi yang berani bercerita
Ilusi memendam maya serta tatap sepi

Dan hanya selintas saja
Kau mainkan rindu di bawah hening
Terhitung dengan bibir manja
Diam, bisu serta tertahan di ujung lidah

TEGAL, 2 Okt 2015

Demikianlah puisi rindu teriris, Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi tentang rindu diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.