--> Skip to main content
Puisi Gerimis Malam | Puisi Tentang Malam

Puisi Gerimis Malam | Puisi Tentang Malam

Puisi gerimis malam. Pengertian Malam adalah waktu setelah matahari terbenam hingga matahari terbit. Malam biasa didefinisikan sebagai suatu masa atau waktu di mana sebuah tempat sedang berada pada posisi yang tak berhadapan dengan matahari, dan oleh karenanya menjadi gelap. Pada saat belahan bumi sedang mengalami waktu malam hari ini, belahan lainnya akan mengalami waktu siang hari.

Dan gerimis adalah presipitasi hujan ringan dengan turunnya air dari langit  dalam jumlah yang kecil daripada hujan, gerimis bias ajuga di sebeut hujan rintik rintik, berkaitan dengan gerimis dan malam, gerimsi malam salah satu puisi dari tiga puisi tentang malam, adapun masing masing judul puisinya antara lain
  1. Puisi gerimis malam
  2. Puisi diujung malam
  3. Puisi malam merenung
  4. Puisi kurindu gerimis itu
Salah satu penggalan bait dari keempat puisi tersebut. "Di penghujung malam Aku terpaku secercah cahaya bergoyang Aku merenung cerita indah, dimasa silam Bagai bintang terseka mentari pagi, Awan menjauh membawa bening-bening kasihmu Sedang angin tiada meniupkan kabar indah padaku" Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI GERIMIS MALAM

Rerintikkan hujan tak kunjung reda
Hawa dingin menghampiri pula
Menusuk kulit dan tulang terasa
Selimut tebalku kutarik segera

Gerimis malam,
Gerimispun seakan bercerita tentang kita
Dingin menyapa tapi hangat di rasa
Rasaku tak pernah reda seiring gerimis malam tiba

Gerimis malam,
Sampaikan salamku padanya di sana
Mintakan maafku untuk yang kesekian lama
Tak pernah saling sapa di antara kita
Namun dirimu tetap ada bersama gerimis malamku tiba

gerimis-malam


Puisi Di Ujung Malam

Di penghujung malam ini
Aku terpakur merenungi diri
Siapa diri ini
Jalan hidup kian tak pasti

Terombang ambing tak tau lagi
Rona kelabu mengelayuti
Derita datang silih berganti
Nestapa seakan tak bertepi

Namun mesti kulalui
Walau apa yang terjadi
Satu asa kecil menerangi
Jadi lentera yang menemani

Yakinkan Iman pasrahkan diri
Semoga derita berakhir disini

2015


PUISI MALAM MERENUNG

adalah titik-titik pekat
pada penghujung akhir suasana
beberapa kumpulan peristiwa yg dilalui anak manusia
hanya diri pribadi yang mampu mengetahui
selebihnya hanyalah ilustrasi
kebaikan taupun keburukan akan kembali esok pagi
hati,tangan kaki dan anggota tubuh yang akan mengerjakan dan menyelesaikan


Puisi Kurindu Gerimis Itu

Ya, kurindu gerimis itu
Di senja yang mengilaukan binarmu
Tapi, masihkah pantas aku berharap begitu

Awan menjauh membawa bening-bening kasihmu
Sedang angin tiada meniupkan kabar indah padaku
Alangkah mesranya kalian berpadu menjauhiku

Biar, biarlah 'kan kusadari hingga malam membisu
Seraut senja elok menghilang membawa lintangmu
Aku masih di sini menikmati keindahan kilau dirimu

‪#‎Anda‬ Las 31.01.2016
--------------

Demikianlah puisi gerimis malam. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar