Skip to main content
Pengertian Dan Kumpulan Contoh Puisi Stanza / Oktaf

Pengertian Dan Kumpulan Contoh Puisi Stanza / Oktaf

Kumpulan contoh puisi oktaf/stanza. Pengertian puisi stanza adalah puisi delapan seuntai atau salah suatu jenis atau bentuk puisi yang tiap baitnya terdiri dari delapan baris yang terkadang juga di disebut double kuatrain. Stanza disebut juga oktaf.

Standza atau oktaf di dalam puisi hampir mirip dengan paragraf dalam prosa dimana bait dan paragraf merupakan satu pemikiran yang terhubung. selain itu standza juga tidak menggunakan susunan rima yang beraturan.

Berdasarkan KBBI Oktaf dalam sastra adalah puisi yang terdiri dari delapan larik dalam satu bait. Sedangkan Stanza juga dapat diartikan sebagai kumpulan larik sajak yang menjadi satuan struktur sajak, ditentukan oleh jumlah larik, pola matra, atau rima; bait.

Jadi dengan dasar tersebut delapan seuntai dalam satu bait, maka dinyatakan bahwa stanza atau oktaf bisa dibuat lebih dari satu bait. Dua bait (16) doubel oktaf, karena memang menjadi arti dari stanza itu sendiri. Memiliki jumlah suku kata antara 8-14 dalam setiap lariknya dan berima. Stanza bisa berapa larik asal tidak berubah menjadi septima, sekte, soneta, dll. Mungkin begitulah sekilas tentang defenisi Stanza dan pengertian puisi oktaf/stanza.

Contents

Kumpulan Contoh Puisi Oktaf Atau Stanza

Berikut ini adalah beberapa judul contoh puisi oktaf/stanza  diterbitkan blog puisi dan kata bijak, contoh puisi oktaf atau stanza ini ditulis oleh mereka yang berpengalaman dalam genre puisi.

Nah bagaimana contoh puisi oktaf atau stanza tersebut, selengkapnya disimak saja dibawah ini beberapa contoh puisi oktaf/stanza 1 bait dan 2 bait.  Contoh Puisi Stanza / Oktaf

Contoh Puisi Oktaf atau Stanza 1 Bait

Berikut ini adalah contoh puisi oktaf/stanza 1 bait yang ditulis oleh seorang bernama Tropsina dan karya puisi stanza WS Rendra


Tanpa TiangOleh: Tropsine.Genre: oktaf/ standza.

Sesering apa pun bumi bergunjang,langit tetap berdiri tanpa tiang.
Evakuasi jati diri,semenanjung impian yang tenang.
Dalam kebersamaan,Putra-putri bercanda riang.
Nyaman cinta yang telah datang,putaran kasih dan sayang.
Megah transportasi,angkut do'a dan harapan kasih dari seberang.
Memandang kelembutan perasaan,tersayang janganlah bimbang.
Inilah cerita kita,wujud karya yang selalu terbayang.
Sajak illusi,bukanlah buah kenang.

Bojonegoro,29 september 2019.


Burung HitamKarya: WS Rendra

Burung hitam manis dari hatiku
betapa cekatan dan rindu sepi syahdu.
Burung hitam adalah buah pohonan.
Burung hitam di dada adalah bebungaan.
Ia minum pada kali yang disayang
ia tidur di daunan bergoyang.
Ia bukanlah dari duka meski ia burung hitam.
Burung hitam adalah cintaku padamu yang terpendam.


Lagu DukaKarya: WS Rendra

Ia datang tanpa mengetuk lalu merangkulku
adapun ia yang licik bernama duka.
Ia bulan jingga neraka langit dadaku
adapun ia yang laknat bernama duka.
Ia keranda cendana dan bunga-bunga sutra ungu
adapun ia yang manis bernama duka.
Ia tinggal lelucon setelah ciuman panjang
adapun ia uang malang bernama duka.

Baca Juga: Contoh Gurindam, Pengertian, Jenis Dan Maknanya


Contoh Puisi Oktaf atau Stanza 2 Bait

Selanjutnya tentang pengertian puisi oktaf/stanza dan kumpulan contoh puisi oktaf atau stanza adalah contoh puisi oktaf atau stanza 2 bait.


Tentang cinta.Oleh : Tropsine.Genre ; Standza/Oktaf.

Aku Ingin mengatakan, aku mencintamu.
Namun, suara terlalu takut akan indahmu.
Sering kali kabut asap mendatangiku,
Apakah itu pun kamu tahu?
Dan, seketika harap hadirmu bersamaku.
Tak akan terlepas, janji setiaku.
Satu hanya kamu, Srikandiku.
Kau pun telah berjanji, dalam rasaku.

Kau nafasku, pun aku hidupmu.
Engkau jiwaku, adalah aku kekasihmu.
Apa, bagaimana, dan kenapa membuka mataku.
Kau, jauh dari jangkauanku.
Tentang cinta, bukankah telah engkau tahu, rasaku.
Belum cukupkah itu meyakinkanmu.
Bahagiamu, menjamah apa, segalaku.
Aku, kamu, kita adalah satu kasihku.

Bojonegoro, 20 Oktober 2019.


Tinta SemestaOleh : Tropsine.

Dalam jejak langkah ini,
Ratap dan tangis menghujani.
Namun tetap berdiri, kembali.
Mendaki ke puncak tertinggi.
Cita ini ada dan menyala,
Cinta, bergelora pada segala.
Hitam, tinta semesta, aksara,
Wangi, harap puji dan puja.

Indah mimpi berdo'a nyata.
Kaca istana terlindung cahaya,
Dansa aksara gema nada, Mulia.
Dalam darah ini mengalir pinta,
Rangkul cinta di dingin suasana,
Dengan izinNya kita bahagia,
Zeptodetik ia mengangkasa raya,
Memeluk cinta di atas cakrawala.

Bojonegoro, 05 November 2019.


Pertanyaan anak kecilOleh : Mr. Dajoh

Hai kayu-kayu dan daun-daunan!
mengapakah kamu bersenang-senang?
tertawa-tawa besuka-sukaan?
oleh angin dan tenanga, serang?
adakah angin tertawa dengan kami?
bercerita bagus menyenangkan kami?
aku tidak mengerti kesukaan kamu!
mengapa kamu tertawa-tawa?

Hai kumbang bernyanyi-nyanyi!
apakah yang kamu nyanyi-nyanyikan?
bunga-bungaan kau penuhkan bunyi!
apakah yang kamu bunyi-bunyikan?
bungakah itu atau madukah?
apakah? mengapakah? bagaimanakah?
mengapa kamu tertawa-tawa?

Baca juga: Pengertian Syair, Sejarah, Ciri-Ciri, Macam Jenis Dan Contoh Syair

Demikianlah kumpulan contoh puisi oktaf/stanza dan pengertian puisi stanza atau oktaf, baca juga defenisi genre puisi lainnya dihalaman lain blog puisi dan kata bijak. semoga pengertian dan defenisi puisi oktaf/stanza diatas dapat bermanfaat.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Newest Post
Buka Komentar
Tutup Komentar