Skip to main content
Kumpulan Puisi Renungan Islami, Sedih, Dosa, Kematian yang Sangat Menyentuh Hati

Kumpulan Puisi Renungan Islami, Sedih, Dosa, Kematian yang Sangat Menyentuh Hati

Kumpulan puisi renungan Islami, sedih, dosa, kematian yang sangat menyentuh hati. Kembali lagi dengan kata renungan Islam penyejuk hati dalam bentuk puisi tentang kumpulan renungan Islami atau puisi - puisi Islami sedih yang membahas tentang kata kata Islam dalam bentuk bait bait puisi yang menyentuh di hati.

Sebagaimana diketahui renungan adalah memikirkan sesuatu hal dalam diam, jadi kumpulan renungan Islami artinya memikirkan sekumpulan hal hal yang bersifat Islami.

Nah puisi islami sedih tentang renungan yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak berisikan puisi- puisi atau Syair Islami menyentuh hati salah satunya adalah puisi renungan dosa, puisi renungan hati islami dan beberapa lainnya puisi tentang renungan yang Islami sedih.

Berikut ini adalah daftar susunan judul puisi renungan hati islami dalam kumpulan puisi renungan Islami dipublikasikan puisibijak.com diantaranya:

Sekitar sembilan kumpulan renungan islami dan puisi islami tentang renungan yang tentunya puisi islami terbaik membahas tentang kata renungan kehidupan islami atau puisi islami sedih yang ditulis oleh beberapa orang pemuisi


Kumpulan Puisi Renungan Islami, Sedih, Dosa, Kematian yang Sangat Menyentuh Di Hati

Bagaimana cerita puisi renungan hati islami dan kata kata islami dalam bait bait puisi renungan islami yang berisikan beberapa puisi tema renungan dosa.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah kumpulan puisi renungan islami, silahkan disimak saja diawali dari puisi renungan pagi Islami, agar mengerti makna puisi dan kata kata islam yang ada dalam kumpulan renungan islami dan bait-bait puisinya.

Puisi Renungan Islami, Sedih, Dosa, Kematian yang Sangat Menyentuh Di Hati

#1. PUISI RENUNGAN PAGI ISLAMI (SAJAK PAGI)
Oleh: putri aulia

Ku tenun renungan semalam
Pagi ini masih menghirup kasih Nya
Koyakan sisa hari kemarin
Biarkan ku sulam menjadi sutra
Kelembutannya memapah kilauan fajar

Menatap awan putih yang tenang
Menyerupa seraut senyuman
Menghiasi birunya udara
Merdunya kicauan camar membalut kerinduan
Melintas segar belaian kesejukan

Hamparan menghijau memanjakan
Tatapan terpesona teduhnya
Sesekali datang sekumpulan belalang
Sang Ilalang tersenyum bergoyang riang
Hipnotis angan untuk mendekap serinya

Desiran ombak di kejauhan
Seraya memanggil kedatangan
Enggan langkah menyambutnya
Karena wewangian ditaman masih ingin mencumbu
Ikhlas tetes embun meng aromakan air surga
Tak kuasa menyentuhnya, jika menodai kemurnian

Back to list title puisi renungan Islami ↑

#2. PUISI ISLAMI TENTANG RENUNGAN

puisi Islami tentang renungan

Setelah puisi Islami renungan pagi maka selanjutnya adalah puisi Islami tentang renungan, bagaimana cerita puisi islami sedih dan makna kata Islam dalam bait-bait puisi renungan hati islami.

Untuk lebih jelasnya disimak saja puisi kumpulan renungan islami berikut ini agar memahami makna kata renungan Islam dalam bait puisi tentang renungan.


DIBALIK TIRAI DIAM TERSIRAT SEBUAH RENUNGAN
puisi islami sedih panjang, Karya : Aceng Muhamad Aripin

Kekasihku!! Bukannya aku tak mengimbangimu Tenggelam dalam diam, bisu sejuta bahasa
Namun, saat ini aku larut dalam kesufian
Menghias diri dengan renungan.

Sebab aku takut Dia cemburu, menutup pintu hatiku
Ketika separuh jiwa ini bersandar pada sebuah kata "cinta" terhadap mahluk-Nya.

Sungguh diri bagaikan selembar kertas penuh noda
Terombang-ambing disamudera, lepas
Mencari pelabuhan tempat untuk bersandar
Hapuskan kefasikan yang membatu dalam kalbu
Meski hanya sebatas dzikir saat mengikir.

Kekasihku, maukah kau bersabar sejenak?
Dengan menadahkan dedoa, untuk kita, diatas sajadah panjang
Tempat yang sungguh mulia kala memuja
Agar kelak dimasa depan kita dapat memahami makna fu'kaha
Dengan menyimpuhkan jiwa-raga diatas Dzat pemilik segala rasa


Diam dalam Renungan
puisi renungan hati islami, Oleh: Hijrah Nur Baeti

Jenuh Rasanya
Dalam hati kecil berkecamuk rasa
Adakah hari esok kumasih bisa bersua
Tak tau kapan saat itu tiba
Tapi nyata kita dalam antrian panjang
Yang pasti akan tiba giliran...

Ya Allah berilah hamba kesempatan
Untuk bisa selalu dan selalu memperbaiki diri
Tolonglah hambamu ini agar bisa
Menjadi lebih baik dalam segala hal
Janganlah engkau hukum kami ya Rob

Atas segala khilaf dan kesenangan
Melakukan dosa tapi ampuni kami
Beri hambamu ini pertolongan
Agar mencapai Ridhomu AamiiiN..

PUISI HAKIKAT
Oleh: Ronny Yudha Dirgantara

Dunia hanyalah bayang-bayang
Yang melekat kemanapun kita pergi
Dunia juga hanya sehelai sandang
Yang tak lama lagi pasti dilucuti

Raga adalah kendaraan pinjaman
Menggunakannya mesti berhati-hati
Semua itu harus kita pertanggung jawabkan
Setelah kendaraan masuk garasi

Sesungguhnya kita lebih halus dari udara
Yang mengembara ke sana kemari
Dan kita tak punya apa-apa
Kecuali noda dan suci

Kediri, 100718


#3. PUISI RENUNGAN KEMATIAN ISLAMI (Renungan Malam)
Oleh: Alviyan.S

mensusuri keheningan malam
sendiri mematung sunyi
alunan megatruh terasa menyayat
ciutkan nyali tuk jumawakan diri

terbayang nazak nafas tersedak
menyisa di ujung kematian
teringatku kala perkasa
seakan semesta tiadakan purna

segala rupa warna dunia kelam
kusesapi tanpa ingat pencipta
kini setelah senja mulai menyapa
terhentiku di persimpangan
gontai langkah tiada arah tujuan

masihkah cukup sempatku
memelas seberkas ampun
sementara tembang pucung bertalu
menantiku di ujung waktu

Back to list title puisi renungan Islami ↑

#4. PUISI RENUNGAN DOSA ISLAMI

 puisi renungan dosa Islami

Selanjutnya adalah puisi renungan dosa, sebagaimana Dosa adalah sesuatu yang mengganjal di dalam hati dan enggan diketahui oleh orang lain atau suatu perbuatan yang melanggar hukum Tuhan atau larangan agama.

Dan berkaitan dengan kata kata dosa, berikut ini adalah tema puisi renungan dosa Islami, bagian kelima kumpulan puisi renungan Islami atau puisi- puisi Islami sedih, silahkan disimak saja puisi renungan dosa berikut ini.


RENUNGAN MALAM
Oleh: Maryati

Tiada kedamaian yang sesungguhnya
Selain saat bersua dengaMU
Dalam sujudku
Melantunkan ayat-ayatMu
MengAgungkan KebesaranMu
Melafadzkan Asma-asmaMu

Menguntai doa
Penuh harap dan makna
Memohon ampunan
Atas segala dosa
Dan noda

Tiada keindahan yang sesungguhnya
Saat hati mensyukuri
Atas segala rasa ini
Dan segala nikmat
Dan sempat
Sebelum usai cerita
Dan usai usia kita

Puisi Renungan Dosa
Oleh: Suryati Suri

Tengah malam menyapa diri
Menangis
Merenung
Berdoa

Meniti likunya kehidupan
Dahsyat dalam cobaan
Doa penuh harapan

Tahajud memanggil raga
Mengajak dalam taubat
Meratapi segala dosa

Bekasi 28.04.2017

PUISI RENUNGAN MALAM SEDIH
By: loker puisi

jika malam ini adalah malam terakhir
aku menghembuskan nafas
ketika ruh dah jasadku terpisah
ketika aku harus kembali ke Alam keabadian

hanya ini pintaku Ya Rabb
permudahkanlah saat saat terakhir dalam kehidupanku
izin kan aku pergi dengan tenang,ampuni segala dosa dan khilafku
permudahkan azab kuburku dan tempatkan aku disurgamu
tak akan ada satu orangpun yang bisa mengelak
akan sebuah takdir yang tertulis dalam kententuanmu

Back to list title puisi renungan Islami ↑

Puisi Renungan Ulang Tahun Islami (puisi kehidupan)
Karya Taufik Ismail

Hari hari lewat, pelan tapi pasti..
Hari ini aku menuju satu puncak tangga yang baru..
Karena aku akan membuka lembaran baru..
Untuk sisa jatah umurku yang baru..

Daun gugur satu-satu..
Semua terjadi karena ijin Allah..
Umurku bertambah satu-satu..
Semua terjadi karena ijin Allah..

Tapi..
Coba aku tengok kebelakang..
Ternyata aku masih banyak berhutang..
Ya, berhutang pada diriku..
Karena ibadahku masih pas-pasan..

Kuraba dahiku..
Astagfirullah, sujudku masih jauh dari khusyuk..
Kutimbang keinginanku….
Hmm.. masih lebih besar duniawiku..

Ya Allah..
Akankah aku masih bertemu tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Akankah aku masih merasakan rasa ini pada tanggal dan bulan yang sama di tahun depan?
Masihkah aku diberi kesempatan?

Ya Allah..
Tetes airmataku adalah tanda kelemahanku
Rasa sedih yang mendalam adalah penyesalanku
Astagfirullah..

Jika Engkau ijinkan hamba bertemu tahun depan
Ijinkan hambaMU ini, mulai hari ini lebih khusyuk dalam ibadah..
Timbangan dunia dan akhirat hamba seimbang..
Sehingga hamba bisa sempurna sebagai khalifahMu..

Hamba sangat ingin melihat wajahMu di sana..
Hamba sangat ingin melihat senyumMu di sana..
Ya Allah..
Ijikanlah...


Demikianlah kumpulan puisi renungan Islami, sedih, dosa, kematian yang sangat menyentuh hati. baca juga puisi Islami atau syair Islami menyentuh hati di halaman lain blog puisi dan kata bijak, semoga puisi Islami tentang renungan yang diantara terdapat puisi renungan hati islami dapat menghibur dan bermanfaat

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar