Kumpulan Puisi Kritik Sosial Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan Dari Sampah
Kumpulan Puisi Kritik Sosial Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan Dari Sampah

Kumpulan Puisi Kritik Sosial Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan Dari Sampah

Kumpulan puisi kritik sosial untuk menjaga lingkungan dari sampah. Masalah sampah di Indonesia selalu menjadi masalah yang tak pernah selesai, hal inilah jadi tema puisi lingkungan atau puisi tentang lingkungan yang dibahas puisi kritik sosial lingkungan yang dipublikasikan untuk kesempatan ini.

Sebagaimana diketahui permasalahan sampah dan penanganannya di Indonesia, tidak secanggih di negara maju sehingga sampah kerap kali menumpuk, terutama di kota-kota besar Indonesia. Apa lagi masalah sampah plastik yang sulit di kendalikan dan berdampak langsung pada lingkungan hidup.

Nah puisi tema lingkungan ini adalah puisi kritikan terhadap sampah untuk menasehati agar menjaga kebersihan lingkungan dari masalah sampah, dan berikut adalah daftar judul puisi kritik sosial lingkungan tentang permasalahan sampah antara lain:

Lima judul puisi kritik sosial lingkungan atau puisi lingkungan tentang permasalahan sampah di Indonesia, yang berkisah tentang dampak sampah terhadap lingkungan.


Kumpulan Puisi Kritik Sosial Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan Dari Permasalahan Sampah

Jika sedang mencari puisi sampah berikut ini adalah contoh puisi tentang sampah dengan tema puisi kritik sosial lingkungan untuk menjaga lingkungan dari kebersihan, bagaimana puisinya, untuk lebih jelasnya, disimak saja puisinya dibawah ini.

Puisi Kritik Sosial Untuk Menjaga Kebersihan Lingkungan Dari Permasalahan Sampah

Sampah Jakarta
Karya: Dzaki Alfarizi

Miris wajah kota kita Jakarta
Lembayung langit pagi kian berdiri
Menyambut aroma busuk menusuk tajam rongga-rongga
Segunung sampah telah tanak baunya

Jakartaku yang dulu telah mati
Menjadi setumpuk sampah yang kian menjadi-jadi
Merangkaikan bom waktu yang kelak membuncah
Menanti masanya mengundang banjir datang lagi

Semua ulah tangan-tangan liar
Di manakah nurani mereka?
Menabur bumbu-bumbu kehancuran
Dari segepok sampah yang dibuang sembarangan

Namun usahlah menyulut dengki dalam hati
Baiknya kotori tangan untuk suatu perubahan
Tak perlu menjadi pahlawan super kuat
Cukuplah membuang sampah pada tempatnya


Wabah Penyakit
Karya: Nadya

Jakarta adalah ibu kota
Miris terlihat dekil di pandang mata
Sampah berenang, meliuk menari
Mencari persinggahan di atas sungai

Masih adakah jiwa nurani?
Menjadikan ibu kota sebagai inspirasi
Kota yang ramah berseri
Tuk sekedar menghirup udara pagi

Tangan-tangan liar pengguna jalan
Sadarkah atas ulah laku kalian?
Membuang sisa-sisa makanan
Tak adakah sebuah kesadaran?

Mencemari sungai menciptakan aroma busuk
Seperti bangkai yang menusuk
Tidak ada harapankah kalian, wujudkan keindahan
Sedang kebersihan pangkal kesehatan

Sewaktu-waktu apa yang kau cipta
Bisa saja akan menjadi bom mala petaka
Wabah penyakit, banjir melanda
Lalu, dengan kekuatan ego kau unjuk rasa


Salah Siapa?
Oleh : Itin Lessy

Sampah.
Miris wajah kota.
Bubungan benda tak terpakai berserakan.
Di mana nurani?
Membuang sampah sembarang tempat.

Tak tahukah mereka?
Akibat ulah tangan liar.
Keindahan kota berkurang.
Aroma tajam menusuk.
Mengusik indra penciuman.

Waktu terus bergulir.
Menambah bumbungan sampah.
Tak ada yang peduli.
Peringatan kesehatan terabaikan.
Di manakah nurani?

Bom waktu.
Meledak tak terduga.
Wabah penyakit membuat cemas.
Siapakah yang bersalah?
Ulah tangan liar, tak peduli pada lingkungan.


Kelakuan Bodoh
Karya : Putra Padjadjaran

Kutatap miris wajah kota
Muram berbalut gumpalan jelaga
Limbah berserak di semua penjuru
Menimbun elok suci parasmu

Sifat buruk pengundang derita
Seolah telah menjadi leluri
Kegetiran mengusik tanya
Di mana naluri?

Sesal perlahan kian menjalar
Saksikan jejak ulah tangan liar
Aroma tajam menusuk
Sesaki nafas, menghela udara buruk

Bom waktu telah tercipta
Menunggu waktu 'tuk tepati janji
Luluhkan semua yang ada
Akibat kebodohan diri.

SAMPAH DI URAT NADI KOTA
karya oleh: zacky atmodjo

Rintikan hujan menjalari nadi kehidupan kota
anak-anak kecil dengan riangnya bermain air hujan
bumi bukan sedang senang melainkan menangis akan kerusakan sungai akibat sampah
sampah dengan riangnya menghanyutkan diri di sungai
mereka merajalela,menyumbat nadi kehidupan
ketentraman menjadi keresahan

Kekebalan bendungan kehidupan pun roboh dihantam keegoisan sampah
bumi semakin sedih
bumi semakin tua
bumi semakin lupa
bumi semakin hancur
tersisa hanya kehidupan dalam nestapa.


Demikianlah kumpulan puisi kritik sosial untuk menjaga lingkungan dari permasalahan sampah, atau puisi lingkungan, baca juga puisi tentang lingkungan yang lainnya di halaman lain blog ini, semoga puisi bertema lingkungan tentang sampah dapat menghibur dan bermanfaat.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar