Skip to main content
Kumpulan Puisi Kritik Kemerdekaan Indonesia

Kumpulan Puisi Kritik Kemerdekaan Indonesia

Kumpulan puisi kritik kemerdekaan Indonesia. Puisi adalah kata kejujuran dan luapan isi hati dituliskan dalam bentuk aksara indah dan menarik serta memiliki majas, diksi dan makna yang luas atau universal.

Puisi bisa terinpirasi dari apa yang dilihat dan dirasakan, seperti pada puisi kritik kemerdekaan yang diupdate puisi dan kata bijak kali ini.

Jika sebelumnya beberapa puisi kemerdekaan indonesia membangkitkan motivasi perjuangan dan mengartikan arti kemeredekaan dengan pandangan masing-masing penulis, maka puisi kritik tentang kemerdekaan ini menilai arti kemerdekaan Indonesia dari sudut pandangan yang berbeda lewat puisi kritik kemerdekaan Indonesia.

Sebagaimana pengertian kritik dikutip dari Wikipedia, Kritik adalah penganalisaan dan pengevaluasian sesuatu dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman, memperluas apresiasi, atau membantu memperbaiki pekerjaan.

Jadi tujuan kritik kemerdekaan pada puisi kritik ini adalah membantu memberitahukan kepada khyalak, bahwa ini yang dirasakan dan dilihat dari sudut pandang mereka di HUT kemerdekaan republik Indonesia 17 Agustus 2018.

Adapun masing masing judul puisi kritik kemerdekaan diterbitkan puisibijak.com antara lain:

Tujuh koleksi puisi kritik kemerdekaan Indonesia, bisa menjadi contoh puisi bagi pembaca yang ingin menulis puisi tentang kritik,

Kumpulan Puisi Kritik Kemerdekaan Indonesia


Kritik sebenarnya hal yang membangun jika dipandang dari sisi positifnya, karena dengan adanya kritik kita bisa mengetahui belum sempurnanya hal yang dilakukan/dikerjakan.

Bagaimana kata kata keritik terhadapa kemerdekaan Indonesia pada tujuh puisi Indonesia tersebut, selengkapnya disimak saja puisinya berikut ini.


Andai Dulu Mereka Tahu
Oleh I Made Kridalaksana

Andai dulu mereka tahu
Kelak tanah ini dikuasai tikus-tikus rakus
Pengerat padi anak negeri

Andai dulu mereka tahu
Akan ada macan-macan kelaparan
Yang bebas memangsa kaum jelata

Andai dulu mereka menyadari
Hari ini akan lahir
Kaum-kaum anti-nasionalisme

Nisacaya
Darʌh mereka dulu tidak akan mereka cecerkan di seluruh persada
Saat itu juga tanah ini sudah dijual kepada kaum penjajah sambil bergumam:
untuk apa mewariskan kepadamu?

Bongkasa,17/8/2018


MUKA KECUT ANAK INDONESIA
Oleh: Rindu

Bu ... Maafkan kami anakmu
lebih dari sedikit
amat sangat suka mengotori
hubungan persaudaraan
saling tuding dan caci maki

Bu, beginilah kami
menimbun beribu ingin
ingin dan ingin
tanpa laku tuju keinginan itu
menyata dalam padu

Bu ... Ibuku
kami hanya mampu mengisi kemerdekaan
dengan banyak pertanyaan
di mana letak hak kami
melupa bahwa kami pun wajib
memberi jawaban yang sama besar
sebagai putera-puterimu
tanpa menakar aku siapa, kamu siapa
; mereka siapa

Bu ... Ibu Pertiwi
maafkan kami anakmu
belum mampu menyeka
air matamu dengan jemari kewajiban
tangguh, siap menopang
jebolnya erang duka laramu
selayak para Eyang buyut Pahlawan kami

Bu, maafkan segala rasa maluku
berani mengibar pekik Merdeka palsu
di setiap sudut keegoan
kemanusiaan kami

Rindu 17/08/2018 Back to list title puisi kritik kemerdekaan ↑


KAPAN AKU MERDEKA
Oleh: Mallicha Elyzabeth

Hari ini katanya Indonesia begitu istimewa
Hari ini katanya Indonesia begitu bahagia
Hari ini katanya Indonesia begitu luar biasa
Hari ini katanya Indonesia begitu bersuka cita
Hari ini katanya Indonesia begitu riang gembira
Hari ini katanya Indonesia begitu bebas merdeka

Lalu...?

Mengapa aku masih hidup susah
Mengapa aku masih teraniaya
Mengapa aku masih memulung sampah
Mengapa aku masih tidak bisa sekolah
Mengapa aku masih tidur di kolong jembatan
Mengapa aku masih hidup miskin
Mengapa aku masih jadi pengemis
Mengapa aku masih dipandang hina
Mengapa aku masih belum bahagia

Lalu ...?

KAPAN AKU MERDEKA?

Melbourne, 180817


Masyarakat Kecil
Oleh: Ochi

Ibu pertiwi
Hari ini begitu indah
Sebagian orang bersorak sorai
Mengungkapkan rasa bahagia
Telah merdeka indonesia raya

Namun ada yang berduka
Menangis, merintih, berucap tolong
Masyarakat kecil...

Iya itu dia...
Mereka yg belum merdeka
Masih terjajah oleh orang-orang elit
Entah sampei kapan mereka akan merintih
Mengkin sampei menutup mata

INDONESIA TELAH MELUPAKAN SEJARAH
Oleh: Poppy Khopipah

Ibu pertiwi hatinya sedang gundah
Dia haus ingin minum
Kusuguhkan air mineral, tapi tak di minum
Karena tanah airnya tinggal tanah
Airnya milik Perancis sudah

Lalu kubuka sʋsu kaleng
Ibu pertiwi hanya menggeleng
Karena sapinya milik Selandia
Dipᥱrah di Swiss dan Belanda

Kuhidangkan nasi putih
Ibu pertiwi tak mau makan, hanya bersedih
Dari Vietnam padinya
Dari Thailand berasnya

Ibu pertiwi bingung bertanya-tanya
Sabun, pasta gigi kenapa Inggris yang punya ?
Toko-toko milik Perancis dan Malaysia
Alat komunikasi punya Qatar dan Singapura
Perabotan rumah tangga kenapa dikuasai Jepang, Korea dan Cina ?

Ibu pertiwi hatinya sakit teriris-iris
Setelah tahu emasnya dikeruk habis
Setelah tahu minyaknya dirampok zionis

Ibu pertiwi menangis darah
Indonesia kembali terjajah
Indonesia telah melupakan sejarah


Bumi Pertiwi Menangis
Choiruddin Alfath

Indonesia merdeka,
mengibarkan sang saka di atas bumi pertiwi
Meninggalkan bayang gelap bendera penjajah
Meraup cahaya kebebasan di depan mata

Pontang-panting usaha para pejuang,
lopak-lapik menyusun strategi
Bersama-sama berjuang,
mengesampingkan segala perbedaan dan keyakinan

Hari ini, bulan ini, tahun ini, era ini
Saudara-saudara sebangsaku berjuang,
berjuang menghancurkan ikatan yang telah terbangun
meluluh lantakkan jerih payah para pejuang
mengantarkan Indonesia ke jurang kehancuran

Bumi pertiwiku menangis,
Merindukan bagaimana ia diperjuangkan
Mungkin ia akan bertanya,
Perlukah kalian kehilangan kemerdekaan lagi,
Agar dapat bersatu kembali

Bandung, 14 Agustus 2018 Back to list title puisi kritik kemerdekaan ↑


Kita Belum Merdeka
Oleh: Mheefrhoodheent

Kita sudah merdeka?
Renungi lagi kawan, kemerdekaan macam apa yang kita rasakan.

Lihatlah bebasnya pengerat Bangsa masih asyik berpesta, sementara jelata-jelata harus berjibaku sekadar tegakkan raga.
Pun lihatlah ..., ada penguasa-penguasa yang tak juga jengah memalsukan sumpah, demi ambisi serakah mulus tak terjamah.

Merdeka dari mana kawan?

Inilah Indonesia, yang dahulu harus berjuang dari tangan-tangan asing, bermandi dʌrah berkorban nyawa para pejuang mempertahankan Nusantara bersenjʌtakan bambu rʋncing.

Dan kini ..., Indonesia kembali terjajah, lebih miris dari sayatan kompeni-kompeni bertopi miring. Terjajah oleh maling-maling sinting yang adalah asli anak Negeri berpikiran sedikit miring.
Indonesia, belum merdeka selama kerat mengerat menjadi budaya, takkan rasakan bebas selama tirani-tirani masih lepas mengumbar culas.

Kita belum merdeka kawan ....

Jambi, 17-08-2018


Demikianlah kumpulan puisi kritik kemerdekaan Indonesia, baca juga puisi-puisi tentang kritik yang lain di blog ini, semoga puisi-puisi kritikan diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi pembaca blog puisi dan kata bijak.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar