Skip to main content
Kumpulan Puisi Cinta dan Tentang Rindu - Oleh Bambang Priatna

Kumpulan Puisi Cinta dan Tentang Rindu - Oleh Bambang Priatna

Kumpulan puisi cinta dan puisi tentang rindu. Kata cinta dan kata kata rindu tak akan pernah selesai diulas dalam bentuk bait bait puisi, karena dua kata indah terlalu indah dan memiliki makna mendalam dalam kehidupan.

Jika sebelumnya puisi cinta rindu untuk kekasih, puisi rindu islami, puisi rindu singkat dan berbagai macam tema puisi cinta romantis dan puisi cinta sejati, maka kembali kali ini kumpulan puisi cinta tentang rindu menghiasi halaman blog puisi dan kata bijak.

Puisi cinta dan puisi rindu memang memiliki keunikan tersendiri, sehingga mudah ditulis dan dipelajari sebab umumnya puisi - puisi cinta dan puisi - puisi rindu kebanyakan terinspirasi dengan keadaan yang dialami seorang dalam cinta yang dijalani.

Sehingga puisi cinta dan tentang rindu sangat erat kaitannya dengan masalah perasaan semisal kerinduan mendalam yang dirasakan, serta tentang rindu yang terpendam dan lain sebagainya.

Namun juga terkadang puisi cinta dan tentang rindu hanya terinspirasi ketika melihat /membaca kata kata cinta dan kata kata rindu, karena sesungguhnya untuk menulis puisi harus banyak membaca.

Agar dapat menambah perpendaharaan kata kata puisi, sehingga saat menulis dapat menulis puisi cinta terbaik dan puisi rindu terbaik.

Dan adapun masing masing judul kumpulan puisi cinta dan tentang rindu yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya:

Sembilan koleksi puisi cinta dan tentang rindu, karya dari seorang bernama Bambang Priatna.


Kumpulan Puisi Cinta dan Tentang Rindu

Puisi cinta dan puisi rindu merupakan bait bait cinta dan bait rindu yang terinpirasi dar kata cinta dan kata rindu sehingga menjadi rangkai bait bait puisi menceritakan tentang cinta dan tentang rindu rindu dan kerinduan.

Nah bagaiman cerita cinta dan cerita rindu dalam bait-bait puisi cinta dan puisi rindu yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak, selengkapnya disimak saja puisinya berikut ini.


TERBANGAN KASIH
Oleh Bambang Priatna

Ku terduduk saat hari berhujan
untuk sandaran yang bermelodi
menemaniku bernyanyi
mengiringi rasa dan kerinduan
untuk menemuimu dalam kenangan

Nada-nada mengurai
beterbangan di tirai
ku dan kau
dalam rasa dalam cerita
manis dan terindah

Senja yang terbasah
setiap tetesan setiap kata
bagai menusuk pori
mengeram di dalam dada
indahnya cinta
manisnya saat berpisah
menjadi kisah terindah
selamanya

BP-Indonesia, 11 Agustus 2018


MEREKAHLAH SAYANG
Oleh: Bara

Hujan sudah terik pun akan merajah
Gigil yang sempat singgah
Resah yang membasah
Usahlah patah
Biarkan sudah
Berindahlah

Masih ada terang
Hangatnya siang
Kelopak benderang
Senja 'kan datang
Teduh surutkan bimbang
Tepian membentang
Di rumbai malam terhidang
Rona impian gemintang

Merekahlah
Bungaku tersayang
Berikan yang terindah
Untuk esok tersenyum riang

Indonesia 10 Maret 2018 Back to list title puisi cinta dan tentang rindu ↑

PUISI TULUS
Oleh Bambang Priatna

Tataplah seringan helaan di pagi
sesejuk angin yang menghampiri
kala dedaunan mulai menguning
tersentuh cahaya dan bening
seikat kembang masih melekat di ranting
untukmu nanti
untukku

Masih tertulis di dinding
tentang angin yang turun ke pesisir
berdesir di pantai
pandangan pun teruntai
menyebrangi lautan
membawa serpihan ilalang
dan bunga karang
untuk kaujelang
saat menyampai di hamparanmu yang lapang


Pucatnya Rindu Di Lembayung Senja
Oleh Bambang Priatna

Harus kucari kata-kata terbaik
dan sederhana
untuk menggambarkan dirimu
Lelah sudah imaji
yang selalu membayangkanmu
setiap saat
aku merindu

Kau yang bersahaja
dalam anganku
bukan dewi
tetapi kau adalah Sri
yang menguningkan pagiku
menghangatkan hening yang terseduh

Seperti senja ini
lembayung yang tersamar mendung
bagai rindu yang limbung
tersudut lirih angin yang kian resah
pandang pun terbasah

Bayang senyummu
Pandang dirundung awan
Lembayung pucat


MENGHAPUS JEJAK RINDU SANG BUNGA
Oleh: Bara

Hujan terantar pagi
saat dedaunan baru bermandi
seperti cemburu
embun yang lebih dulu

Kelopak terbuka
warna menadah rupa
yang 'kan datang dan hingga
bersama rintik yang menitik
desah awan
desah angin
terberaikan

Akan kembali rona
akan warna berbeda
warna semula
warna-warna gelisah
warna penantian rekah
warna berbayang remah
diseruput bulir-bulir indah
terhanyut ke dalam tanah

Indonesia 10 Maret 2018 Back to list title puisi cinta dan tentang rindu ↑

PUISI KEHANGATAN
Oleh Bambang Priatna

di sebuah tungku
masih menyala merah dan biru
abu-abu berserabut
menatap uap-uap pagi melayang

di depannya menatap lirih
ada yang mendidih
ada yang terbakar
bukan kelakar

percikan seperti air mata
asap tercium dan mengingatkan
perasaan dan kenangan
di sebuah tungku kehidupan

di luar masih dingin
mentari belum seberapa
tapi sekujur berkeringat
begitu menghangat

bara itu dalam dekapan
membelai kisah dan harapan


PUISI BUNGA ILUSI
Oleh Bambang Priatna

Selalu terdiam
akan parasnya yang manis
Selalu terbata
akan rasa yang mulai menggoda
Tak mungkin tertawa
tak mungkin menangis
Hanya ilusi bukan mimpi

Sayang detak pun menjejak
mencoba untuk mendengar
Mungkin keluh kesah yang ada
Seperti angin yang malu-malu
diam-diam mengecup jendelaku

BP-Indonesia 19 Juli 2018


PUISI RASA-RASA
Oleh Bambang Priatna

O, asmara
kau hanya datang tiba-tiba
rasamu tumbuh bagai sarang laba-laba
jeratmu teramat sulit dibuka
hingga
diri tersamarkan dalam mimpi semata
meski perih itu nyata
luka yang menggores jiwa
adamu seolah hanya tertawa
mengelakkanmu hanya mampu terbata-bata
seakan ia lebih berkuasa
selaksa kata menunduk padanya

Begitukah indahnya, asmara?

BP - 4 Agustus 2018 Back to list title puisi cinta dan tentang rindu ↑

BIARKAN TUMBUH
Oleh Bambang Priatna

Akan terus bercabang apa yang sudah kurawat
Rantingnya pun bertambah kekar dan menghitam
Menanda diri telah lama tertanam
Hanya saja belumlah berbunga
Meski kupu-kupu seringkali singgah
Memalingkan tatapku
Sekadar menunggu?

Saat hari-hari dirundung rinai
Hingga kemarin
Ia cukup terbasah
Semestinya aku masih menyiramnya
Menyegarkan dari lirihnya
Namun sepertinya tak ingin
Ia diam, tak tampak getarnya
Hanya kerutan yang terlihat begitu bergaris

Biarlah ia tumbuh semaunya
Akarnya pun masih nyaman membenam
Sedangkan musim telah berganti terik
Angin kian tak tentu
Biarpun sesekali turun gerimis kecil
Rimbun daun tak berkurang
Terus menghijau
Mungkin ia senang terkucil

BP-Indonesia, 6 Agustus 2018


Demikianlah kumpulan puisi cinta dan tentang rindu, baca juga puisi-puisi cinta atau puisi-puisi rindu yang ada diblog ini, semoga puisi cinta dan puisi rinduyang diupdate untuk kesempatan ini dapat menghibur dan bermanfaat bagi pembaca.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar