Skip to main content
Upadate! Kumpulan Puisi Lebaran Idul Fitri 2019

Upadate! Kumpulan Puisi Lebaran Idul Fitri 2019

Kumpulan puisi lebaran idul fitri. Setelah berbagai tema puisi ramadhan, maka tiba saatnya untuk mengupdate puisi idul fitri atau puisi lebaran.

Untuk menambah koleksi puisi-puisi tentang ramadhan dan puisi lebaran idul fitri di halaman blog puisi dan kata bijak.

Sebagaimana pengertian Lebaran adalah nama lain dari Hari Raya umat Islam, yang dirayakan setiap tahun atau setiap bulan Syawal setelah sebulan umat Muslim melaksanakan puasa di bulan Ramadan.

Yang umumnya ketika hari lebaran tiba, dalam hal ini lebaran idul fitri euforia saling tukaran ucapan idul fitri dan bermaaf-maafan merupakan tradisi bagi umat Islam merayakan kemenangan setelah sebulan berusaha mengendalikan hawa nʌfsu.

Dan berkaitan dengan hari leberan Idul fitri, berikut ini adalah daftar judul puisi dengan tema puisi lebaran idul fitri yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya:

Tujuh koleksi puisi lebaran atau puisi tentang hari lebaran idul fitri yang dapat menjadi contoh puisi islami tentang lebaran bagi pembaca blog puisi dan kata bijak.


Kumpulan puisi tentang hari lebaran idul fitri

Puisi lebaran idul fitri merupakan rangkaian kata kata puisi yang terinspirasi dari hari lebaran atau hari raya idul fitri yang di rangkai dengan berbagai kata indah.

Sehingga menjadi bait bait indah yang menceritakan tentang hari lebaran idul fitri.

Bagaimana cerita indah tentang lebaran dalam bait bait puisi islami tentang lebaran yang dipublikasikan puisi dan kata bijak, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini.


HILANG DI KAMPUNG LEBARAN
Karya YS Sunaryo

Sepanjang perkampungan lebaran
Aku melihat akar-akar tumbang
Pohon-pohon berguguran
Ranting-ranting kering berjatuhan
Daunnya berserakan
Tersapu angin buritan
Sampai buih gelombang

Sepanjang perkampungan lebaran
Lengang tubuh-tubuh kesahajaan
Di jembatan warisan tak berkerumun keturunan-keturunan
Urbanisasi harakiri tradisi
Mudik badik mencabik-cabik
Dada pulang berbulu keangkuhan

Kian langka tangisan mencuci kaki ibu
Bertukar rantang makanan terhidang telah angin lalu
Anak-anak kelereng dan bedil-bedilan bambu lama dimakamkan
Bunga sekar di batu nisan menjadi pabrikan baju gadis-gadis langgam metropolitan

Sampai mata pedih puncaki pandang
Tiada pematang, puncak gunung, dan burung-burung hutan
Ke mana jiwaku dan jiwa kalian mesti pulang?
Ketika hilang kampung lebaran

Ciamis, 15 Juni 2018


PUISI LEBARAN
Oleh: Den Arppa

Seiring jari-jemari bersambut
Hanyut gema takbir bersahut
luluh lantah gelora rasa
Menggelitik tiap langkah penuh debu

Cucuran air mata tersimpuh do'a
Baluri tubuh,hapus hati resah
Berharap ampun pelebur dosa
Kembali diri dalam suci

Semilir angin iringi terbang butiran debu
Rintik hujan sirami rasa gersang
Hanyut dalam suka cita
Berujar kata penuh makna

kumaafkan engkau
kaumaafkan aku
Telanjangi dosa-dosa berbungkus ketupat
Lepaskan kemiskinan walau satu hari

Lebur duka lara dalam bahagia
Redam kemurkaan duniawi
Besok,lusa belum tentu bisa merasa
Do'a-doa beterbangan di angkasa

Sementara,di bawah kamboja hujan air mata
Pusara banjir manusia
Kerudung hitam tertunduk pada batu nisan
Tenggelam dalam keharuan


Lebaran Bersama Mimpi
Oleh: Dwi Rahmad Saputra

Aku berlebaran....
bersama tanah tempatku bersujud
bersama air yang mensucikan ku
bersama api dan panas surya yang menyengat
bersama angin yang melangitkan do'aku

Aku berlebaran..
Bersama sunyi yang ku anggap keluarga
bersama ramai gelak tawa kotaku
bersama ponga gedung yang memandang nyinyir
bersama tetes air mata dan takdir

Tuhan...
sesekali biarkan Aku bangga dihadapan mu

Sebab
aku berlebaran,
dengan lapar yang tak sekedar menahan
dengan sabar yang tak sekedar meredam
dengan haus yang tak sekedar dahaga
dengan takdir yang tak sekedar pencitraan

Tuhan...
pinjami aku ayah dan ibu
Aku ingin berlebaran dengan mereka
sekejap saja
meski hanya memeluk nisan mereka
lalu bersuka cita meski hanya dalam mimpi

Tuhan...
titip doa buat mereka
jikalau boleh, surgamu walau sepetak
biar aku cicil dari sini
meski hanya dengan do'a...


SELAMAT HARI BISA MAKAN
Karya YS Sunaryo

Selamat lebaran, selamat hari bisa makan
Hari menggelontorkan pertolongan
Pembebasan sehari kemiskinan
Lepaskan zakat fitrah sebagai kewajiban

Hanya lebarankah kemurahan umat beragama?
Siapa esok menyeka tangis jutaan mata?
Darah tak berdosa masih berceceran
Di tangan-tangan pemuja perkelahian

Selamat lebaran, selamat meraih kemenangan
Setelahnya jangan hidupkan yang telah dikalahkan
Karena itu kalah yang sebenar-benarnya
Dan puasa hanya haus dan lapar saja

Tak busung dada menang sebulan
Jika sebelas bulan menyemai ketidakberdayaan
Dasi mencekik diri sendiri
Kaki menendang-nendang kerontang periuk nasi

Berdamai dengan hawa nʌfsu
Bersekutu dengan bening air wudu
Ramadan godam perubahan
Selamat lebaran, selamatkan kemanusiaan seribu bulan ke depan

Ciamis, 13 Juni 2018


Derasnya Air Mata Menyambut Lebaran Tiba
Karya : Hanizar

Dikala sepi aku termenung
Menyambut indahnya pagi dikala sang Surya memancarkan sinarnya
Malam tiada bulan tanpa bintang
Dikala sunyi aku terbaring menatap wajah yang tiada terhenti mengucapkan syukur

Aku berbunga dan teduh menyambut pagi yang cerah
Dalam lingkaran aku terkenang masa lalu
Cemooh - cemooh sepi berkeliaran dimana-mana
Oh Tuhan...Aku menangis untukMu

Dalam kenangan terbujur rasa sayang kepada Tuhan
Allah...berikan kehidupan dalam indahnya lebaran ini
Kami ingin hidup bahagia selama Engkau restui
Tolong cintai kami dalam lebaran Idul Fitri yang kokoh

Kami mustahil wahai Tuhan jika Engkau tidak angkat
KeridhoaanMu membuat kami terbujur dalam derasnya air mata
Tuhan...wahai Tuhan yang sangat restu
Lingkari kehijauan kami dalam ridho yang ulung
untuk menambah misteri kehidupan yang sedih


Lebaran Tiba
Karya : Hanizar

Subhanallah... Walhamdulillah... Walailahaillallah Wallahu Akbar
Hati ini remuk lebaran tiba....
Lebaran Idul Fitri membuat benang - benang kasih berhamburan
Berkerut cinta, kasih dan sayang
Hati berbagi rasa

Hasil jiwa berfikir lembut
Hasil jiwa teruji jerami heboh
Kini...duri, hujan, panas , hitam, kelam berlembut suram
Bermain kehidupan bahagia dalam kenikmatan illahi

Oh Tuhan...keraskan hatiku untuk bahagia
Hatiku sunyi tiada menepi
Angin malam...lebaran Idul Fitri tiba....
Aku keseorangan dalam nista

Tuhan... kuatkan aku untuk memikul tanggung jawab lebaran Idul Fitri
Aku rindu kasih sayang Allah....
Aku ingin hidup sejuta tahun lagi pasti tidak mungkin
Wahai Allah...Aku ingin hidup lebaran lagi tahun depan


MAAFKAN AKU
Oleh: Agus Salim Sitorus

Semilir angin hari ini
Berseri membelai pagi
Nyanyian nuri menyentuh hati
Kidung kemenangan yang suci
Menyambut lebaran yang fitri

Gema azan berkumandang lagi
Menghantarkan kehangatan pagi
Di hari raya aidilfitri
Yang telah dinanti selama sebulan ini

Maafkan aku
Ampuni aku

Hilang kata tanpa suara
Hilang raga terkubur tanah
Maafkan aku wahai saudara
Yang selamaini telah bersalah.

Maafkan aku wahai saudaraku
Hari ini ku menjauh
Bukan ku tak mau
Bersama duduk bersimpuh

Namun kutak mampu
Menahan sedih dihati yang rapuh
Menatap semua pertemuan
Dimana akan membuat perpisahan.

Ketika ku takmampu bemberi
Dimana tangan tangan mungil
Menatap diriku penuh harapan

Jum'at 15-05-2018


Demikianlah kumpulan puisi lebaran idul fitri, yang di update di kesempatan ini, baca juga puisi-puisi yang lain di blog ini, semoga puisi idul fitri diatas dapat menghibur dan bermanfaat. tetap di blog puisi dan kata bijak, membaca puisi puisi menarik yang kami update.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar