Skip to main content
Kumpulan Puisi Kritik yang Paling Kritis

Kumpulan Puisi Kritik yang Paling Kritis

Kumpulan puisi kritik yang paling kritis. Kritik merupakan suatu tanggapan yang sifatnya menunjukkan kesalahan yang bermaksud, agar kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki sehingga dapat menjadi lebih baik dari sebelumnya seperti yang dikisahkan dalam bait puisi kritis ini.

Kritik juga biasa bermaksud sebagai saran agar seorang yang dikritisi dapat instropeksi diri dari kesalahan yang dilakukan hal hal seperti ini sisi positif dari puisi puisi kritis atau puisi tentang kritikan.

Dan puisi kritik adalah puisi yang menanggapi berbagai macam realita kehidupan yang terjadi dalam bermasyarakat, baik dalam bentuk puisi kritik sosial maupun puisi puisi kritis dan puisi kritikan terhadap hal hal yang dirasa penulis belum berjalan sesuai norma-norma yang sebenarnya.

Puisi kritik itu seperti mengkritik pemerintah karena roda pemerintahan tak berjalan sesuai dengan norma, kesenjangan sosial dan lain sebagainya yang membuat masyarakat mengkritik dengan maksud agar pemerintah dapat bersikap adil pada rakyatnya.

Dan biasanya puisi kritik atau puisi kritis ada berbagai macam yang tentunya berisi tentang kecaman, seperti puisi kritik yang paling kritis yang dipublikasikan puisi dan kata bijak di kesempatan ini, mengkritik perilaku para yang berwenang di Negeri ini agar tak semena-mena.

Nah puisi puisi kritik ini menyindiri para pemangku jabatan agar tak merajalela dengan kedudukannya. Adapun masing-masing judul dari puisi kritik dan puisi kritis antara lain:

  1. Puisi parlemen itu kandang sapi
  2. Puisi sketsa kopi
  3. Puisi ter0ris kelas pʌha
  4. Puisi sel0nte itukah cinta

Empat koleksi puisi kritik, untuk pembaca yang menyukai puisi-puisi kritik atau puisi kritikan, atau puisi puisi kritis


Kumpulan Puisi Kritik yang Paling Kritis

Puisi kritik yang dipublikasikan puisi dan kata bijak adalah puisi yang mengkritik tentang kejadian berbagai macam kejadian yang terjadi di negeri ini.

Nah bagaimana cerita puisi dan maknanya dalam bait bait puisi kritikan tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisi kritis berikut ini.


SEL0NTE ITUKAH CINTA
Oleh: Fredi FA

Sejak berjubel wajah memainkan sandiwara
Diseretnya lukisan cinta, ditiduri lalu pada kelak impian menjadi bunga basah
Dan sajak rindu kalian biarkan pada gigil beku

Sebab mata yang seharusnya mampu meng-eja menjadi buta
Sebab hati dan tangan yang seharusnya mampu meraba tak pernah membelai sehalus rasa

Wajah cinta lokʌlisasi
Berlakon seolah yang paling sejati
Di sekatan kamar remang-remang
Di aroma whiskᥱy yang sungguh kepayang
Di kilauan beraneka rupa warna bohlam diskotek

Sel0nte itukah cinta
Jika harta, tahta dan mulusnya betis wanita bertumpuk dalam ʌnjang
Di sengal nafas yang ritmenya dosa
Tanyaku pada para penguasa penjilʌt lidʌh rakyat, birokrasi bʌngsat, pemuka dewa tapi bejʌt, koruptor laknat dan para pengedar nʌrk0ba yang menuju sekarat
Atau inikah kiamat!

Pekalongan, 100318


PARLEMEN ITU KANDANG SAPI
Oleh: Fredi FA

tʌi-tʌi banyak sekali
diperas sapi, ditinggal tʌitʌi
sapisapi dan taitai
ketemu harihari
ada sapu pun baunya hari

jorok, ludah di sana sini
tapi berpasangpasang mata
tibatiba konak jatuh hati
ngeliat sapi putih dan sᥱxy
apalagi ranum pʋtingnya merah jambu
sekonyong rindu

lalu kandang sapi diapresiasi
sedemikian tinggi
di antara remasan jari
sʋsu tumpah bak onʌni
setelah itu pemʌbok pun koarkoar di tivi
aku lahir dari sapi, minum sisu sapi, dan sayang sapi
tak peduli kandang bau tʌi

pun kawanan sapi ikut beropini
kritik sana kritik sini
lahirlah negoisator kelas sapi
di dalam kandang dan setumpuk tʌi

sapisapi pasrah di peras majikannya
yang punya kandang sapi
yang baju, sepatu dan sapunya bau tʌi
tʌitʌi di kandang sapi

Pekalongan. ,230318


SKETSA KOPI
Oleh: Fredi FA

lirih jari pertiwi mengaduk kopi, di sudut restorase kereta
sepertinya ia hendak bercerita
kepada khayalak yang dijumpainya
tapi di hadapnya seolah acuh pada urusan masing

semanis bibir pertiwi pun terdiam
dari tegukan ke tegukan
kereta pun melambat
tatap mata pertiwi makin penat
dalam duduknya yang sedikit mengangguk pun, ia berbisik bercerita

kopi, apakah kau masih setia padaku sampai nanti
kopi pun diam saja dalam gelas setengah
ataukah kau masih rindu akan cinta
kopi pun kian pasrah

kemudian kopi pun bergoyang sedikit akibat getaran jalan kereta
pertiwi sedikit sumringah
sebab ia yakin kopinya kali ini mendengar keluh paling getirnya
kemudian dicʋmbulah sedemikian rupa
laksana mengecup bibir kakanda

di stasiun tujuan, kota pertiwi
dalam langkah kian pasti
pertiwi menuruni tangga kereta
kemudian mulai berorasi, di depan khalayak di ruang tunggu kereta
apakah kalian semua mengenal cinta dan rindu?
tanyanya menggebu
tapi khalayak sepertinya bisu
memandang pertiwi dalam benak heran dan ragu
kemudian di deret depan ruang tunggu aku pun menghampiri

kuraih pundaknya, sambil kubisikkan kata di telinga pertiwi
sudahlah pertiwi, lebih baik kita keluar dari stasiun ini
dan mencari warung kopi

sebab indonesia yang begitu kau cintai, kau rindui sepertinya hanyalah ilusi

mereka takkan pernah mengerti
mereka hanyalah penumpang, yang naik tidur dan bermimpi

mari kita ngopi, kita buat sketsa paling hati
sketsa kopi sampai pagi

Pekalongan, 270318


TER0RIS KELAS PɅHA
Oleh: Fredi FA

Kemarin sempat kudengar riuh Jakarta
Tuhan pun digemagema
Syair agama dimunajatkan sedemikian rupa

Tapi tibatiba
WA nya tercium berbau trasi
Gambar paha dan pʋting yang sungguh sᥱxy
Jelas sekali
Matamata pun onʌni

Ya, inikah kontroversi bangsa ini
Sebentar dewa sebentar iblis menari
Pemuka itu pun berlari
Sebab muka yang terlanjur bangga mendadak ngeri

Kocar kacir keluar negeri
Takut kembali
Di sumpal sumpahnya sendiri
Terlihat seperti harakiri
Sebab bukti ternyata sungguh sakti

Pengadilan pun setia di ruang tunggu
Di deru segelintir pendukung pemuka berpledoi dalam lesu

Ini pasti rekayasa
Ini pasti intrik penguasa
Begitu kirakira
Tak terima dengan kenyataan yang ada
Yang jelas menyesakkan dada

Lalu sembunyi pun berbunyi
Di mana harga diri
Dikebiri sendiri
Sampai jumpa lagi
Salam negeri

Dariku
Yang menunggu bukti di eja dalam kebenaran sejati
Bukti yang bernyanyi
Bukan nasi bungkus, bungkusan opini

Pekalongan, 080318


Demikianlah kumpulan puisi kritik yang paling kritis. Simak/baca juga puisi-puisi tentang kritik yang lain di blog ini, semoga puisi kritik diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa pada puisi kritis selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar