Kumpulan Puisi Bertema Tentang Buruh
Kumpulan Puisi Bertema Tentang Buruh

Kumpulan Puisi Bertema Tentang Buruh

Kumpulan puisi bertema buruh. Pengertian buruh berdasarkan kamus bahasa Indonesia, Buruh adalah orang yang bekerja untuk orang lain dengan mendapat upah. Jika merujuk pada pengertian buruh ini artinya pengertian buruh sangat luas.

Menurut penjabaran kamus Bahasa Indonesia, buruh masih dibedakan atas buruh harian, buruh kasar, buruh musiman, buruh pabrik, buruh tambang, buruh tani , buruh terampil (pekerja profesional misalnya seperti desainer, penjahit, penyunting, penerjemah dan lain sebagainya) dan buruh terlatih.  Namun intinya buruh itu adalah pekerja.

Nah berkaitan dengan buruh puisi yang dipublikasikan puisi dan kata bijak kali ini adalah puisi tema buruh.

Atau puisi -puisi buruh yang tentunya menceritakan tentang seluk beluk buruh, yang dirangkai dengan kata kata kritik pemerintah akan dinamika dan keadaan buruh Indonesia.

Pada peringatan hari buruh, pencinta puisi banyak yang mencari Puisi Perjuangan Buruh dan Puisi Hari Buruh, atau puisi buruh yang amat sabar.

Nah jika anda mencari puisi bertema buruh beberapa puisi tema buruh karya YS Sunaryo yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak dapat menjadi referensi atau contoh puisi buruh bagi Anda

Berikut ini adalah daftar judul kumpulan puisi tema buruh atau puisi buruh yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya:

Tujuh puisi tema buruh atau puisi buruh adalah ini karya YS Sunaryo, puisi-puisi ini tentunya menceritakan tentang seluk beluk buruh.


Kumpulan Puisi Bertema Tentang Buruh

Puisi buruh adalah rangkaian kata kata terinspirasi dari hari buruh atau karena masa pekerjaan yang tak sesuai dengan yang diharapkan, sehingga menjadi inpirasi untuk menulis

Bagaimana isi bait bait dari kumpulan puisi buruh yang dipublikasikan puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya disimak saja puisinya berikut ini.


KETIKA HANYA MIMPI DAN MATI
Karya YS Sunaryo

Langit May Day digelayuti hitam awan
Mendungkan satu hari kalian diliburkan
Untuk sekali setahun membalut kepedihan
Dari pekerjaan yang dimurahkan, disengketakan, dan dikerdilkan

Di sebelah kiri, kalian semata alat revolusi
Berdiri di tengah dikebiri
Berada di kanan dikapitalisasi
Di mana pun, musuhmu adalah koloni

Menyelinap di para pemilik modal yang tidak memanusiakan
Menjadi besi penguasa yang memurahkan demi mesin pertumbuhan
Didatangkan, kalian dibuang di kubangan kemelaratan
Diberangkatkan, disesapi dan dihinakan

Kesejahteraan yang diimpikan
Hanya terus menjadi bayangan
Jika tak lahir pemimpin di pihak mustad'afin
Setiap saat mampu hidupkan jiwa raga yang dimiskinkan

Di hari perayaan ini mari sejenak membaca
Siapa yang kini memimpin kalian semua
Tiada henti menguras air mata
Tak segan-segan menyembelih kalian di atas sumpah jabatan agamanya

Mestikah terus terulangi
Melahirkan pemimpin pemberi alamat mati
Di revolusi masa kini
Tanpa ideologi, dan hengkang perang suci

Bandung, 1 Mei 2018

*) Penulis, kebetulan Sekretaris Korwil Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Provinsi Jawa Barat.


KEMATIAN ANTARA BEKASI KARAWANG
Karya YS Sunaryo

Antara Bekasi Karawang
Di mana makam para pejuang
Deret lapak kemelaratan berdiri
Di antara himpitan cerobong industri

Panas bukan karena sengatan matahari
Namun liberalisasi merenggut harga diri
Berjuta-juta buruh membunuh impian
Sebab kesejahteraan hanya dalam bayangan

Ratusan hektar sawah berkeluh kesah
Melihat para pewaris meninju resah
Siapa semua ini sebabkan asing
Di tanah kelahiran tubuh-tubuh pipih terbanting-banting

Antara Bekasi Karawang
Nasionalisme tinggal pengakuan
Hanya catatan kenangan para pahlawan
Dan kematian belum dihentikan

Karawang, 8 Mei 2018 Back to list title puisi tema buruh ↑



KELUH KAUM BURUH
Karya Y. S. Sunaryo

Di lorong kamar kontrakan kaum buruh
Wanita-wanita berwajah layu
Pipih tubuh berbalut rindu
Bermandikan peluh keruh

Upah dihitung dari sekadar bisa siuman
Kesehatan di kamar tiga-kan
Liburan setumpuk impian
Seminggu yang lalu, katanya, Maryam keguguran

Jika untuk bertahan hidup sekarang serba kekurangan
Bagaimana engkau melukis indah masa depan
Pada anakmu yang tumbuh di jalan-jalan
Putus sekolah digergaji rupa-rupa pungutan

Sesekali engkau mengepal tinju meminta upah dinaikkan
Berteriak memukul telinga kekuasaan
Pengusaha sembunyi menghitung-hitung keuntungan
Mesin-mesin keangkuhan dinyalakan

O, Maryam mengunyah kepedihan
Muntahkan darah pergolakan
Remang lampu kontrakan dimatikan
Menyeret kemiskinan kembali ke kampung halaman


DI ATAS MESIN KEANGKUHAN
Karya Y.S. Sunaryo

Di deru mesin industri
Harga diri dipertaruhkan
Upah-upah diminimalkan untuk hindari kelaparan
Di pemutusan hubungan kerja mereka dicampakkan

"Lawanlah, bersatulah, wahai kaum buruh!"
Teriak pemimpin demonstran
"Kita minta alas kesejahteraan!"
Pekik sang buruh mengepal tinju

Sejarah telah mempertontonkan
Perlawanan kaum buruh sering berakhir kekalahan
Bahkan dihunus kematian
Dan hingga kini diteriaki haluan biang pemberontakan

Turut hadirkah negara di tengah buruh terus mengais pilu
Perundingan kenaikan upah dan segala cuti acapkali berakhir buntu
Berhenti kerja kelaparan menjadi hantu
Ketika terus bekerja, upah hanya cukup untuk makan seminggu

Mesin industri bukan pencetak generasi hina
Pucuk-pucuk kekuasaan mesti berjaya
Pengusaha layak memeluk laba
Namun terlaknat jika berdiri di atas tumpukan raga jelata

Mari membaca luka dan kemajuan penuh seksama
Karena kehebatan bangsa manapun ketika berjuta-juta kaum buruh berdaya
Bukan gerombolan yang diperkosa
Apalagi menjadi bangkai-bangkai di atas bara

Bandung, 24 Oktober 2017


KOTA PENGHILANG NAMA
Karya YS Sunaryo

Gedung-gedung lapuk bercat luka
Menanah debu sisa-sisa jaya
Warisan sumber daya berpindah kuasa
Pada kulit dan mata berbeda warna

Siapa yang membunuh sejarah mereka
Semula sebagai juragan, sekarang menjadi buruh harian
Amarah sembunyi di balik dada
Hilang mimpi, hilang harapan

Ini potret miris industrialisasi
Modernisasi sempurna menganeksasi
Menisankan nama yang lahir di negeri sendiri
Dari negara tak memproteksi anak kandung pertiwi

O, kota dikenal seribu kuda
Di pemilik industri tekstilmu tak ada lagi Mang Nana
Juga hilang wibawa Abah Darta
Kecuali nama yang tak bisa dieja

Bandung, 20 Januari 2018 Back to list title puisi tema buruh ↑


NESTAPA SANG PEMENANG
Karya YS Sunaryo

Aku bertanya pada moyang
yang gumam di sepertiga malam
apakah cucumu ini telah sebagai juara
di perlombaan menjaring suara Tuhan
dalam hiruk tradisi di kitab demokrasi

Moyang menjawab dalam bayang temaram
bahwa sang juara belum bisa ditentukan
walau telah berkibar bendera pemenang
Di antara piring-piring jamuan
yang masih berserakan

Tak mengatakan kapan juara diumumkan
kecuali moyang menyebutkan lintasan
yang mesti diselesaikan
tersemat buliran janji tertulis di dada
garis-garis besar mencipta kebaikan untuk bahagia para biasa
tertimpa derita

Berupa para petani kembali gauli sawah yang gemah ripah
buruh rendah upah membuang resah
sekolah tak menindih rupa-rupa bayaran
harga-harga bukan judi mesin kekuasaan

Lalu sang moyang bertanya: di mana sekarang tanah yang dulu diwariskan
kemudian meminta ditunjukkan
tempat dirinya dimakamkan

Aku terdiam, karena tanah itu telah digadaikan untuk biayai perlombaan
selebihnya catatan gelembung utang
yang hendak kubayar dengan tinta
pucat pasi konsesi
janji dicekik dasi-dasi aneksasi
hilang harga diri

Dalam ruang kalut gelap aku bertanya pada catatan hitam: mungkinkah lomba mendatang tanpa arak-arakan
ketika kekalahan adalah kehilangan-kehilangan
sedang kemenangan ancaman musnahnya kemerdekaan
dan moyang sebagai pemberi warisan
telah kehilangan lahan kuburan

Ciamis, 29 Juni 2018 Back to list title puisi tema buruh ↑



PILU DI KEBUN TEBU
Karya Y. S. Sunaryo

Dahulu di kebun tebu
Tembak menembak mengusir penjajah
Sekarang di kebun tebu
Jiwa raga kalah dijarah

Manis gula bukan di meja pemilik lahan
Pun tidak pada petani yang setiap hari membesarkan tangkai
Mesin pemeras mengerikan
Tinggalkan onggokan ampas merupa penderitaan

Harga gula dipermainkan
Katanya kualitas kalah di pasaran
Gula negeri asing digelontorkan
Petani tebu sesapi kemelaratan

Jutaan hektar lahan dibuat tidur
Pabrik gula dimuseumkan
Jutaan buruh menganggur
Diskusi penyelesaian buih-buih anti keberpihakkan

Ternyata ini bukan soal lahan
Juga bukan petani gagal kualitas tanam
Namun soal permainan dan peran
Dari negara yang kalah di arena persaingan

Dan atau
Uang telah menggelapkan hati pemangku kuasa
Oligarki membara di dada
Menjual keadaan untuk kenyang sekutunya saja

Bandung, 25 Oktober 2017


Demikianlah kumpulan puisi bertema tentang buruh, baca juga puisi buruh yang lain diblog ini semoga puisi buruh yang diupdate diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi anda yang sedang mencari puisi buruh atau puisi tema buruh.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar