Puisi Negeri Jalang Negeri Para Bedebah | Kumpulan Puisi Kritik Sosial
Puisi Negeri Jalang Negeri Para Bedebah | Kumpulan Puisi Kritik Sosial

Puisi Negeri Jalang Negeri Para Bedebah | Kumpulan Puisi Kritik Sosial

Puisi negeri jalang negeri para bedebah. Negeri artinya suatu wilayah georafis atau tanah dan tempat beradanya suatu bangsa atau negara yang merupakan suatu konsep kedaulatan yang diatur oleh badan pemerintahan setempat.

Dan pengertian jalang berdasakan kamus bahasa Indonesia jalan adalah suatu perbuatan yang melanggar susila, atau sesuatu hal yang liar, tidak terpelihara, pelacʋr.

Jadi bagaimana dengan pengertian negeri jalang seperti pada judul puisi, jika merujuk pada pengertian kosakata negeri dan jalang dapat disimpulkan artinya, jika negeri atau negara yang tak di urus.

akan tetapi, terkadang dalam suatu puisi, kata kata yang digunakan para penulis puisi terkadang hanya berupa kata kiasan, sebagaimana pengertian tentang kata kiasan adalah arti kata yang bukan makna yang sebenarnya.

Mungkin begitulah sekilas tentang pengertian negeri dan jalang, tema puisi kritik sosial yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak dikesempatan kali ini/

Dan berkaitan dengan kata tentang negeri dan jalang, salah satu dari empat puisi kritik sosial kali ini adalah puisi berjudul puisi negeri jalang.

Berikut ini adalah dafatar judul puisi kritik sosial yang diterbitkan puisibijak.com antara lain:

  1. Puisi dugaan
  2. Puisi tirani
  3. Puisi bungkam seribu kata
  4. Puisi negeri jalang negeri para bedebah

Empat judul puisi kritik sosial atau yang dirangkai dari berbagai kata kata kritikan dan kata kata puisi kritik.


Kumpulan Puisi Kritik Sosial

Bagaimana cerita dan makna di balik rangkaian bait bait puisi kritik sosial yang dipublikasikan puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya tentang kata puisi kritik, silahkan disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI NEGERI JALANG NEGERI PARA BEDEBAH
Sord

tatkala matahari mulai menutup diri
sinarnya perlahan mulai disimpan
cahaya temaram beransur kelam
lampu lampu remang menggantikan

di pojok sebuah cafe
duduk sendiri menjelang rame
senyum merekah di bibir merah
begitu manjanya diri jeng minah

dan malam beranjak larut
mobil mengkilap mulai parkir
ditata rapi urut berurut
jeng minah berdiri karena ditraktir

senyuman berbalas senyum
gelak manis menghias bibir
tak perlu sebutkan nama
yang penting suka sama suka

suasana semakin romantis
diiringi lembut melody musik
nada nada ringan segera dirilis
dengan syahdu gelitik akuistik

loki demi loki telah lesah
jeng minah pusing mau rebah
oom bangga menelan ludah
hasrat nafsu mulai membuncah

entahlah..
awalnya pojok kota yang bikin resah,
dan sekarang...
beranjak ke hotel berbintang
para pilihanku pada tenang
sibuk bongkar pasang undang-undang
hukum syariat malah di tentang
negeri jalang...

@sord/2017.


PUISI DUGAAN
Bhanu Arsyadisyo

Tatapanku menatap sudut ruang
Menjelajah hampanya bayang-bayang
Dikamar ini ku coba ceritakan
Apa yang jadi sebuah keinginan

Jenuhnya berita para koruptor
Merajalela tiap meja-meja kantor
Tak mampu lagi bendung kebenaran
Yang ada hanya kemunafikan

Kucoba diam tanpa kata
Cuma ada ungkapan hampa
Mengikuti alur cerita
Sampai aku terbebas dari prasangka


PUISI TIRANI
Bhanu Arsyadisyo

Saat perkara diputuskan
Saat keadilan tak mampu ditegakkan
Menutup seluruh celah pendengaran
Hingga hati nurani diluluh lantahkan

Kulantang berteriak......!!!
Kupecahkan kerasnya dinding
Seperti marahnya ombak
Yang menghancurkan batu karang

Hukum semuanya tidak adil....!!!
Aku tidak bersalah semua tak adil
Kerasnya jeruji besi jadi saksi
Akan matinya hukum dinegeri ini


PUISI BUNGKAM SERIBU KATA
Bhanu Arsyadisyo

Wajah lusu tersapu politik
Tersipu akan sebuah intrik
Terhempas tipuan taktik
Kini diam tanpa berkutik

Wajah pribumi kini menari
Menari diatas ujung duri
Kadang hati terasa tersakiti
Membungkam dilembaran hati

Beribu kata tanpa cahaya
Merasuk pada seluruh jiwa
Ungkapan penuh makna
Tak berarti layaknya fatamorgana

Brebes, 03082017


Demikianlah puisi negeri jalang negeri para bedebah. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga keempat puisi diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar