Puisi Ayah Untuk Anak
Puisi Ayah Untuk Anak

Puisi Ayah Untuk Anak

Puisi ayah untuk anak. Siapa itu ayah, ayah merupakan orang tua laki laki dari seorang anak. Seorang ayah adalah tulang punggung dalam satu keluarga, dia yang bertanggung jawab akan semua keperluan dalam keluarga.

Walau tak jarang ibu juga turut berperan serta untuk mencukupi kebutuhan dalam keluarga, akan tetapi umumnya ayah yang paling dominan.

Pengorbanan seorang ayah untuk anaknya sudah tak perlu lagi di ragukan siang malam banting tulang tak mengenal lelah itu semua dia lakukan demi untuk anak anaknya yang dia sayangi.

Meskipun dia siang malam bekerja, dia masih tetap bisa membagi waktu untuk anak tercinta nya, sebab bagi seorang ayah anak merupakan generasi penerus kedua, begitu juga dengan ibu anak adalah penerus generasinya.

Seorang ayah walaupun terkadang keras akan tetapi dibaliknya prilakunya yang keras, kasih sayangnya pada anaknya tak pernah hilang,

Terkadang semua dilakukannya demi untuk kebaikan anak anaknya kelak, agar anak bisa menjadi orang yang berguna, bukan menjadi generasi cengeng yang lemah.

Berkaitan dengan kata kata ayah dan anak, puisi yang dipublikasikan puisi dan kata bijak adalah puisi yang menceritakan kasih sayang ayah kepada anaknya,

Dan berikut ini adalah daftar judul puisi ayah untuk anak diterbitkan puisibijak.com antara lain.

  1. Puisi tunas muda ayah
  2. Puisi buatmu nak
  3. Puisi nak berdirilah

Tiga puisi ayah yang berkisah tentang kata kata ayah untuk anak, dirangkai dengan berbagai kata kata puisi tentang ayah.


Kumpulan Puisi Ayah Untuk Anak

Bagaimana cerita dan makna di balik rangkaian bait bait puisi ayah untuk anak tersebut,

Untuk lebih jelasnya tentang kata kata ayah untuk anaknya disimak saja puisinya di bawah ini, di mulai dari puisi tunas muda ayah, berikut ini puisinya.


Puisi Tunas Muda Ayah
Komaruddinza

Kupapah engkau tertatih melawan aspal dan kerikil.
Kugendong engkau di bahuku hingga engkau seakan akan terbang bersama awan.
Tangisanmu adalah cara merayu yang paling ampuh, saat meminta baju atau sepatu baru.
Tawamu adalah sinfoni nada yang menyejukan hati dan mataku.

Apapun akan aku lakukan untuk agar tetap terisi rongga rongga perutmu.
Apapun akan aku lakukan supaya bibirmu ltu tetap tersenyum.
Jika darahku ini....
Jika hatiku ini....
Jika keringatku ini....
Jika tulangku ini....
Dan semua yang ada pada diriku ini..
Mampu membuat engkau tetap tersenyum dan tak ada lagi bulir airmata yang keluar dari ujung mata mu.

Akan ayah persembahkan untukmu anakku. ayah rela dan ikhlas agar engkau tetap bisa merasakan hangatnya Mentari pagi dan segarnya mandi hujan.

Nak lekaslah sembuh, agar kita bisa lg menangkap capung dan memanjat pohon jambu, yang dahannya sering engkau pakai untuk bergelantungan.
Bangkitlah tunas muda ayah, beri Ayah senyuman mu lagi, dan pukulan manjamu dilengan ayah.


Puisi Buatmu Nak
Komaruddinza

Panas, Lihatlah nak muka dan pergelangan tangan ayah tak sama warna.
Debu, Cobalah nak lihat dengan sᥱksama bola mata ayah yang tak putih sempurna namun kemerah merahan.
Hujan, Rabalah nak jaket ayah yang lusuh dan lembab malahan nampak koyak di bagian kerahnya

Itulah yang ada dan melekat pada diri saya, ayahmu yang keseharian mengais rezeki buat mu.
Apapun akan ayah lakukan tak peduli panas yang membakar pigmentasi kulit ayah
Ataupun debu yang menerobos ke pelupuk mata ayah hingga memerah, rasanya sakit nak.

Pernah ayah menerobos terjangan air hujan yang berasa seperti ribuan jarum akupunktur.
Tak apa semua itu hanya buatmu nak.

Ayah ikhlas supaya engkau bisa tumbuh menjadi manusia yang berbekal ilmu alam dan ilmu agama.
Cukup hadiahkan ayah senyum saja.


PUISI NAK BERDIRILAH
Efhan Ardy

Nak.. duduk sini dekat bapak
Usah kau menangis terisak
Lupakan sesaat semua hasrat yang bergejolak
Tak perlu teriak!

Nak.. jangan kau turuti nafsu yang bergejolak di benak
Kuasai jiwamu yang berontak
Tak guna kau paksakan kehendak

Karna nak..
Hidup memang kadang tak bisa di tebak
Ada kala waktu kita tak bisa mengelak
Ada kala waktu kita tak bisa menolak
Bahkan tak mampu tuk beranjak

Tapi yakinlah nak..
Suatu saat waktu akan berpihak
Waktu akan membuatmu berdiri tegak

Dan nak..
Bapak bukan orang bijak
Tapi tolong dengarkan bapak
Jadilah kebanggaan bagi bumi yang kau pijak.


Demikianlah puisi ayah untuk anak. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga  puisi tentang ayah untuk anknya diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar