Puisi Sepenggal Cerita Wanita Dan Perempuan itu
Puisi Sepenggal Cerita Wanita Dan Perempuan itu

Puisi Sepenggal Cerita Wanita Dan Perempuan itu

Sepenggal cerita wanita dan perempuan itu. Sepenggal cerita biasa diartikan sepotong atau separuh cerita sebagaimana diketahui sepenggal kata lain dari sepotong atau setengah.

Sedangkan wanita dan perempuan merupakan satu dari dua jenis manusia yang di ciptakan ke dunia ini, dan yang satunya lagi adalah laki- laki atau pria.

Sepenggal cerita wanita dan perempuan, adalah satu dari tiga judul puisi prosa yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak.

Dan adapun masing masing judul puisinya yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya.

  • Puisi beri aku kabar
  • Puisi Sepenggal cerita wanita dan perempuan itu
  • Puisi aku yang tersesat

Tiga judul puisi dan salah satunya adalah puisi Sepenggal cerita wanita dan perempuan itu wakili judul puisi yang lain.


Tiga Puisi Prosa Karya Srie Astuty Asdi

Puisi- puisi dalam bentuk puisi prosa ini di tulis oleh seorang bernama Srie Astuty Asdi.

Bagaimana cerita dan makna dari ketiga puisi prosa tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini,


PUISI SEPENGGAL CERITA WANITA DAN PEREMPUAN ITU
Karya : Srie Astuty Asdi

Wanita itu, lagi-lagi jatuh cinta. Seolah hatinya tiada jeda tanpa kasih seorang jejaka. Semanis bibirnya bercʋmbu manja dengan duka, tuk menaklukkan bisa para pecinta. Ia begitu rela ditimang rayu oleh raya kata sang pujangga. Dinikmatinya, seumpama tegukan sekental madu bercampur susu.

Sementara, jauh di sudut sunyi jalan itu. Terlihat perempuan bertirai hitam dengan hati nan lengang lagi sepi, menyendiri. Perempuan itu tertawa dalam derai air mata. Betapa ia sulit menerima cinta sang penggoda, setelah ditinggal kekasihnya yang dulu. Yang disebutnya " Kinasih Andewi ".

Wanita dan perempuan itu, pernah dicintai oleh lelaki yang sama. Beda antara keduanya, wanita itu begitu murah hatinya menerima cinta yang baru dan baru. Sedang perempuan itu, masih saja betah dengan puisi-puisinya nan mendayu. Tersebab, hatinya tak mudah begitu saja beralih hati.

Ketika ia mencinta, cinta itu benar-benar bermakna cinta dari hati, walau ia dan kekasihnya hanya bersua di dunia negeri khayalan yang semu. Perempuan bertirai hitam itu, masih setia dan menutup hati dengan yang lain. Entah sampai kapan, ia bersedia tuk memulai kisah kasih asmara lagi. Menyamai wanita itu, yang kini sedang terharu biru, bersama lelaki dengan cinta yang baru.

Kemilau Mata Bening
Makassar, 01 Mei 2017


PUISI BERI AKU KABAR

Ada kenang dalam bayang saat kau menghilang. Membius ingatan hingga kumelayang. Adakah kau baik-baik saja?. Di antara jarak kita yang senjang.

Parasmu yang sedang bermain di hati dan pikiranku. Mencipta luka yang tak biasa. Kau dekat tak sanggup kurengkuh. Kau jauh menambah jenuh waktuku.

Memikirkanmu adalah kesepakatan tentang rasa. Ini bukan perihal rela. Memilihmu, meski asa tak berujung. Namun akulah pecintamu, hingga masa kan berujung.


PUISI AKU YANG TERSESAT
Karya : Srie Astuty Asdi

Aku tersesat di dadamu yang sempit. Nan ditumbuhi buluh-buluh perindu sang mawar yang cantik. Please!! ... kembalikan aku pada puisi senyapku. Sebab ia lebih setia dari dirimu dan siapapun itu.

Menjaga segala rahasa yang tersimpan, tak biarkan aku sepi dengan penantian yang penuh tanda tanya paling kecemuk lagi meremukkan hati.

Mungkin terlanjur tentang pengakuan asa itu. Yang hingga kini masih rahasia di hadapan mereka. Namun sebelumnya, izinkan aku tuk kembali ke negeriku yang sunyi. Aku merasa lebih damai dengan musimnya yang semi berganti gugur.

Pun sangat kunikmati rinai saljunya yang derai, bercerita kisah elegi. Namun tak ada kutemukan cemburu di sana. Seluruhnya beromansa, meski ia bersajak perihal kesendirianku saja.

Aku ingin pulang!

Kemilau Mata Bening
Makassar, 01 Mei 2017


Demikianlah ketiga puisi prosa diatas salah satunya sepenggal ceritan wanita dan perempaun itu . Simak/baca juga puisi atau prosa yang lain di blog ini, semoga puisi prosa diata dapat  menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar