Puisi Puteri Selendang Biru | Kumpulan Puisi Panjang Tentang Cinta
Puisi Puteri Selendang Biru | Kumpulan Puisi Panjang Tentang Cinta

Puisi Puteri Selendang Biru | Kumpulan Puisi Panjang Tentang Cinta

Puisi puteri selendang biru. Pengertian selendang adalah. kain panjang biasanya berpungsi sebagai penutup leher, sebagai gendingan atau terkadang juga di pakai sebagai aksesoris pelengkap berpakaian.

Menurut wikipedia selendang adalah pakaian tradisional Indonesia yg berbentuk kain panjang. Selendang umumnya digunakan oleh perempuan.

Selendang merupakan kain yang multifungsi, juga menjadi bagian tidak terpisahkan dalam upacara seperti perkawinan, kehamilan, atau upacara kelahiran dan kematian serta tarian tradisional. begitulah kira-kira tentang selendang.

Berkaitan dengan kata selendang. Salah satu dari tiga puisi cinta yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak berjudul Putri selendang biru.

Dan Berikut ini adalah daftar judul kumpulan puisi panjang tentang cinta atau puisi puisi berbait panjang yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya:

  • Puisi coretan buat sang puteri
  • Puisi puteri selendang biru
  • Puisi coretan rindu buat Arin

Ketiga puisi tentang cinta tersebut di tulis oleh seorang pemuisi dari negeri Jiran, Remy Tongkay Sakti, biasa mengunakan nama pena Tongkat Sakti.


Kumpulan Puisi Panjang Tentang Cinta

Nah bagaimana cerita cinta yang tersirat di balik bait bait puisi panjang dalam bentuk puisi cinta yang dipublikasikan puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya disimak saja puisi-puisinya berikut ini.


PUISI PUTERI SELENDANG BIRU
Remy Tongkat Sakti

Aduhai puteri seindah gerangan
Telah lama aku nantikan
Bertemu tuan jadi pujaan
Setelah cinta kita binakan

Kelmarin dulu kita bersua
Mengapa sangsi langsung curiga
Mengapa kini jelma suara
Seperti aku tak lagi bermakna

Panggilanku tidak kau hirau
Mungkinkah puteri hanya bergurau
Sendirian aku seakan dipulau
Rindu padamu kian kacau dan bilau

Wahai Puteri Selendang Biru
Hadirmu kasih selalu ku tunggu
Mengapa sayang menjauh dariku
Tak terdaya lagi menanggung rindu

Tidakkah lagi engkau percaya
Segala korban dan juga setia
Lantas apa lagi membuat curiga
Seolah aku ingin kau sirna

Sayang disayang puteri seorang
Siang malam terbayang terkenang
Janganlah aku ingin kau buang
Setelah cinta ditatang menjulang

Hanya madah pengutus rindu
Hanya gurindam pengubat kalbu
Semenjak tak kedengaran suaramu
Termenung aku dibuai pilu

Apa sebenarnya salah dan dosa
Tidak sekali kau pernahku persia
Niat hatiku mahu kau bahgia
Sehidup semati dalam sejahtera

Andai lupus cinta dihati
Andai lenyap rindu bersemi
Tak dapat aku mencari ganti
Kerna cinta padamu telah abadi

Sampainya hati wahai puteri
Biarkan aku sendiri begini
Tidakkah lagi engkau menyayangi
Atau sayangmu telah bertukar benci

-Tongkat Sakti-


PUISI CORETAN BUAT SANG PUTERI
Remy Tongkat Sakti

Dalam linang manik berjurai
Hati berkalang jiwa tersadai
Menaruh curiga kasih dilerai
Bukannya sengaja terbiar diabai

Sudahkah sampai gerangan waktu
Putusnya ikat kasih dipadu
Benarkah naluri berkata begitu
Sampainya hati pergi dariku

Terdiam mulut bisu terkunci
Bermusim bersemi sekelipnya mati
Mungkinkah sengaja dikau menguji
Setia yang ada padaku ini

Sewaktu panggilan tidak bersambut
Sewaktu rindu tidak bersahut
Bagaimana melerainya kusut
Janganlah sayang mengikut turut

Sayang sayang buah kepayang
Ditelan pahit dibuang sayang
Sakit sakit diri seorang
Mengenang nasib ditinggal walang

Hilangkah sudah rindu dan dendam
Leburkah sudah sayang ditanggam
Langit yang cerah bertukar suram
Laksana hidup di jalan yang kelam

Tuju-tuju rindu berseru
Jampi mantera cinta nan satu
Andai ada secebis sayang buatku
Janganlah dibunuh satu-persatu

Perlukah aku menjadi pasrah
Setelah lama menongkah payah
Tekad di dada tidak mengalah
Apakah dikau sudah menyerah

-Tongkat Sakti-

PUISI CORETAN RINDU BUAT ARIN
Remy Tongkat Sakti

Sebenarnya rindu ini
Sering datang kepadaku
Cuba aku menjauhi
Tetap juga rindu menghuni kalbu

Terbayang seraut wajahmu
Jelmaan yang tidak terhenti
Menanti di perjalanan hariku
Bersemi rindu yang bersembunyi

Sekian lama ianya hidup
Belum ketikanya mahu mati
Seumpama mawar nan kudup
Hanya tinggal saatnya mekar lagi

Dan tidak sesekali
Ku padamkan rindu ini
Rinduku bukan lantera
Yang sirna bila sampai masanya

Andainya engkau mahu
Membunuh rindu yang ada padaku
Serukanlah Nama Tuhanmu
Mencabut nyawa dari jasadku

Oh! Sayang.....

-Tongkat Sakti-


Demikianlah puisi puteri selendang biru dan dua judul yang lain. Simak/baca juga puisi di halaman berikut blog ini, semoga puisi di atas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar