Skip to main content

Puisi Perahu Kertas Manusia Sebatangkara

Puisi Perahu Kertas Manusia Sebatangkara
Puisi Perahu kertas manusia sebatangkara. Pengertian perahu adalah kendaraan air dari berbagai berukuran yg dibuat untuk mengapung atau mengambang, digunakan untuk bekerja atau melakukan perjalanan di atas air. perahu kecil umumnya ditemukan di pedalaman ( danau ) atau di daerah pesisir serta banyak pula ditemukan di sungai.

Perahu kertas manusia sebatangkara. judul ini hanya kombinasidua judul puisi dari tiga puisi campuran di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi manusia sebatang kara
  2. Puisi perahu kertas
  3. Puisi perahu 
  4. Puisi perahu layar
  5. Puisi sakitnya manusia
Salah satu penggalan bait dariketiga puisi tersebut. "Kerikilpun tak akan peduli pelayar kecil akan kemana hendak pergi, Perahu kertas tak akan bertanya kapan ia akan tenggelam, Ia adalah hanya jawaban diam dalam kebisuan lautan". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.

Puisi Manusia Sebatangkara
mutiara senja

Aku sendiri, bertemankan sepi
Apakah masih ada rasakan perihku yg menembus dada
Aku sebatangkara
Dulu aku juga punya sanak kluarga
Tapi sekarang entah di mana?
Aku tak ingin mengiba pada dunia
Yg membuatku jera dan terhina
Aku muak dengan mereka manusia yg kaya raya
Selalu memandangku sebelah mata
Bagaikan sampah yg tak berguna
Mereka seakan bangga memberi kita kaum dhu`afa
Hanya sekantong beras dan uang rupiah
Dan mereka enggan menyapa
Ketika bulan berkah tertelan oleh masa
Apakah ini bentuk manusia?
Di mana nurani mereka
Seakan mereka menggila dan lupa karna nikmat yg ada
Tubuh ini sudah renta dan menua karna termakan usia
Apa mereka lupa?
Suatu hari nanti mereka bisa rasakan bentuk yg sama
Bukan seharusnya mereka sadar bahwa tak selamanya nyawa singgah dalam raga
Oooh Dunia,,,,, aku kenyang rasakan semua jamuan yg kau suguhkan slama ini
Masih adakah sisa ketulusan yg rela menghiburku
Aku hanya ingin ada seorang yg melantunkan kalam suci di kedua pendengaranku
Agar ku bisa menutup usiaku dalam damai•
Jeritan hati yg ingin terdengar oleh nurani


Puisi ‪‎Perahu‬ Kertas
Nhazard

Pelayar kecil tak lagi sedang bermimpi
Jelas sudah ia bahwa sedang arungi lautan
Tanpa kegagahan ia bertahan melawan arusnya hujan
Hanya serupa dengan awak kecil tapi mampu berjiwa besar
Ia akan berlalu pergi seiring semilir angin
Merajah muara dengan asa yang tak ingin menyerah pasrah
Pernahkah batu karang bertanya kepadanya untuk takut

Kerikilpun tak akan peduli pelayar kecil akan kemana hendak pergi
Perahu kertas tak akan bertanya kapan ia akan tenggelam
Ia adalah hanya jawaban diam dalam kebisuan lautan
Bukankah sosok gagah siapapun mampu meraihnya...,,
Bukankah sosok kokoh seharusnya bisa di milkiinya..,
Perahu kertas hanya tersadar..,
Bahwa ia hanya selelmbar hikayat yang menuliskan ribuan pesan untuk malaikat...,


Puisi Perahu Layar

Angin menerpa kencang tak baraturan
Kupancang layar tinggi menjulang
Mengikuti kompas arah tujuan
Kutak bisa melawan angin

Kupasrahkan ku ikuti di sgala penjuru
Menuju pulau indah menawan
Ku yakin kan itu sudah di peta kan
Walau bukan arah tujuanku

-Awie Batam-


Puisi Sakitnya Manusia
Karya : anarchia58

Burung kecil terus bernyanyi
Walau tanpa pohon untuk menari
Kontraduktif sifat manusiawi

Mawar rapuh tanpa oksigen
Tak lagi mewangikan
Rusa rusa tertunduk lesu
Hilang sudah tuah tanah tabu
Rumput liar mengering
Hijau pudar perlahan hilang
Kulomonimbus negeri ini

Tiada lagi senyum para penghuni
Merasa sakit dalam balutan ilusi

Palembang,24.05.2016


Puisi Perahu
iLENe

Dari sendiri, aku menamai perahu
berselancar menuju samudra
angin dan debur ombak belum lah berlalu
sekali sepi aku dibawanya

Camar dan hembusan angin seperti kulihat sajak-sajak yang mengasing
dari erela yang pernah ia tulis di balik dinding
dan kemana tahu sekali tiba ingin bertemu
mempercepat jalan menuju rindumu

Tegal, 20-11-2016


Demikianlah Puisi perahu kertas manusia sebatangkara. Baca juga puisi yang lain yang ada di blog ini Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi atau puisi religi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.