Skip to main content

Puisi Panasnya Cahaya Bulan

Puisi Panasnya Cahaya Bulan
Puisi dan kata bijak. Puisi panasnya cahaya bulan. Pengertian bulan adalah benda langit yg mengitari bumi, bersinar di malam hari sebab pantulan sinar mentari atau masa atau jangka saat perputaran bulan mengitari bumi dari mulai tampaknya bulan hingga hilang kembali,

Bulan adalah benda langit yg mengitari bumi, bersinar di malam hari karena pantulan sinar matahari. Keindahan bulan terkadang menjadi objek karya seni dan sastra, dan inspirasi di bidang seni lainnya. Bulan jjuga terkadang dijadikan sebagai motif dalam seni visual, seni pertunjukan, prosa,syair musik dan puisi.

Puisi panasnya cahaya rembulan, merupakan satu dari dua puisi di kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain,
  • Puisi panasnya cahya rembulan
  • Puisi hanya satu
Salahsatu penggalan bait dari kedua puisi tersebut. "Kasih tak sampai meredam senyum Batin menggeliat di ujung jalan tak bertuan Dalam menyongsong indahnya purnama Meskipun bintang beribu". Selanjutnya dari bait ini, di simak saja puisinya di bawah ini.

PUISI PANASNYA CAHAYA BULAN
Muklis Puna

Resah mendᥱsah jiwa
Sinar rembulan mulai memanas
Matahari menitipkan panas pada bulan
Malam pun memuai pada tetes embun tipis

Di atas ayunan di bawah lampu philip aku bersandar, bertel@njang dada
Kawanan cecak putih berebut bangkai nyamuk sisa semalam
Kusembunyikan jeritan jiwa agar tak menguap kedalam gelapnya hidup

Alunan jangkrik memecah keheningan
Suara burung hantu mengutuk datangnya malam
Pohon pohon tertidur pulas akibat panas hari menyengat jiwa

Kesendirian melukis malam
Jari jemari meneteskan kisah kisah hidup
Saraf saraf kecil terurai burai seperti tak terlerai
Malam tak lagi mau bermalam
Arus darah mengalir tak sesuai siklus

Hembusan nafas tak sesuai hentakan jantung
Gunung diam mulai berdentang
Ketakutan mencengkeram asa
Suara langit mengemuruh di jiwa
Rancangan jasad sudah menua

Tanggung jawab belum dinukilkan
Rekaman hidup mau dibagikan
Rahasia tangan masih tersembunyi

Lhokseumawe, maret 2016


PUISI HANYA SATU

Malam sepi menghias kerinduan
Kegalauan terhempas di malam rembulan
Musik malam mengukir kesepian
Di kala rembulan menitip kasih

Kasih tak sampai meredam senyum
Batin menggeliat di ujung jalan tak bertuan
Dalam menyongsong indahnya purnama
Meskipun bintang beribu
Qulbu menyimpan cahaya diantara kedip-kedip bintang

Melaju dengan harapan
Seiring pincalan berlabuh di pantai pasir
Bergulung dengan ombak asmara
Membara di atas daun keladi
Di kala nafas mendengung di atas daratan gersang

sm/13/06/2016@siamir marulafau


Demikianlah puisi panasnya cahaya bulan. Baca juga puisi - puisi karya Muklis Puna dan Siamir Marulafau yang lain yang ada di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.