SAJAK MATI
SAJAK MATI

SAJAK MATI

Sajak mati. Mati adalah awal dari kehidupan baru. Dan setiap awal pastilah ada akhir, yaitu mati, jadi kematian diawali dengan kehidupan. Dan akan akhirnya kehidupan dan berakhir pada kematian. itulah kehidupan, mati sesungguhnya awal kehidupan.

Berkaitan dengan kata matai berikut ini puiis berkaitan dengan kosakata mati, bagaimana puisinya, ntuk lebih jelasnya silahakn disimak saja puisinya berikut ini.


SAJAK MATI

ia menyusur di atas daratan kering dan bebatuan
debudebu berterbangan
tulang iga terbiar keluar
dari lekuk tubuh kurus yang menghitam
lantas di mana mata air
tersapu genang airmata

lalu seorang seniman membacakan puisi melankolisnya
di atas panggung diiringi orchestra
syahdu mengeja diksi pada sulam bibir yang sengaja digetarkannya
masih saja terdengar lirih
gemanya tak menyentuh palung mata
yang cenderung nyinyir memandang berbaitbait syair
selayak parodi yang iramanya ditata
tapi itu untuk siapa
milik siapa
atau hanya sang seniman saja empunya

miris!
masih saja terdengar tangis
pada loronglorong kontrakan pengap
beras miskin habis
dan tibatiba mulut gagap bercerita
ulahmu koruptor
karenamu pejabat kotor

belum dokter di rumah sakit ternama
masih nampakkan wibawa
bpjs dihantar kelakar
asuransi kesehatan terkapar
sedang si pasien merana di selasar
pada argument sang dokter yang terdengar menteror
ini harus dibayar pribadi
sebab bpjs tak punya harga diri
sebab rawat jalan itu berarti pasien ingin
jalanjalan
dan rawat inap mesti dengan harga yang bisa
lelap

sajak mati
hiduppun mati
mati hidup
hidupkan mati
matikan hidup
relistis sajalah, saudara!
'
BKA
Batavia, 250416


Demikianlah sajak mati . Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label puisi suara anak negeri. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar