Prosa Keranda Sunyi Di Siang Hari
Prosa Keranda Sunyi Di Siang Hari

Prosa Keranda Sunyi Di Siang Hari

Prosa keranda sunyi di siang hari | Airmata ini masih menggenang. Entah sampai kapan rinainya akan membasahi pipiku. Dilema ini benar-benar menyiksaku. Seakan aku hidup di dalam bayang-bayang dirimu. Biarlah mendung menyapa siang ini. Rinai hujanpun turut mewarnai hari. Hingga pelangi bersinar nanti di senja hari. Agar dapat menghibur hatiku yang sepi.

Entah bagaimana harus kuungkapkan semua ini. Kepergianmu sungguh menggoreskan luka yang mendalam. Kenangan bersama senja masih menghantuiku. Seakan tak mau pergi menjauh.
Aku ingin hujan ini menjadi badai, yang akan menghanyutkan hatiku yang telah porak-poranda. Agar aku dapat menggantikannya dengan sosok yang lain. Hingga senyum terukir di wajahku kembali.

Keranda sunyi masih menepi, seakan enggan berlalu. Haruskah kini aku yang berlari? Sedangkan kenangan bersamamu masih menari di dalam keranda sunyi. Sungguh... airmataku seakan menjadi teman setia, jiwaku seakan mati rasa. Dingin, hampa, senyap, sunyi, menemani hariku tanpamu kini. Semua masih tentangmu.

KERANDA SUNYI DI SIANG HARI

Dewi Rose
Bekasi 050516

Demikianlah prosa keranda sunyi di siang hari . Simak/baca juga prosa yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar