Skip to main content

Puisi Senja Berkabut

Puisi Senja Berkabut
Puisi senja berkabut. Kabut merupakan kumpulan tetes- tetes air yg sangat kecil yang melayang-layang di udara. Kabut mirip dengan awan, perbedaannya, awan tak menyentuh permukaan bumi, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi. umumnya kabut dapat dilihat didaerah yg dingin atau pun daerah yg tinggi.

Dan pada umumnya kabut terbentuk saat udara yang jenuh akan uap air didinginkan di bawah titik bekunya. Kabut juga bisa terbentuk dari uap air yg berasal dari tanah yg lembab, tumbuhan, sungai, danau, serta samudera . Uap air ini berkembang dan menjadi dingin saat naik ke udara. Udara bisa menahan uap air hanya dalam jumlah tertentu pada suhu tertentu.

Kabut merupakan embun yg mengganggu penglihatan hingga kurang dari satu km, dan kabut akan hilang saat suhu udara semakin tinggi dan kemampuan udara menahan uap air maikin bertambah.

Sedang senja bagian dari waktu dalam hari atau keadaan setengah gelap di bumi ketika atau sesudah matahari terbenam, saat cahaya matahari masih terlihat di langit hingga datangnya waktu malam dan matahri benar- benar hilang.

Kumpulan puisi tentang senja

Senja berkabut. salah satau judul dari lima puisi bertema senja dan kabut yang diupdate untuk kesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi senja berkabut
  • Puisi senjaku merana
  • Puisi salam senjaku
  • Puisi cinta berkabut
  • Puisi langit senja di suka bumi
Salah satu penggala bait dari kelima puisi senja tersebut. "Dari cerita dayu mendayu hingga bisikan lembut. pada sejoli yang di mabʋk asmara, bersama jiwa merindu Diantara lirik kidung lukisan hati Saat bait bait bersimpuh Gejolak kasih kian mengelora". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI SENJA BERKABUT

Sebaris kalimah usang
Kupinjam dan kuperbaharui
Dengan keindahannya menjulang
Senja kembali kuceritakan disini

Serangkai cerita telah di hadirkannya
Dari cerita dayu mendayu hingga bisikan lembut
pada sejoli yang di mabʋk asmara
Menikmati temaram senja berkabut

Bisikan bisikan mesra
Dengan lirik kerinduan
Menjadi mantra penggoda
Mengalun dari dua sejoli yang kasmaran

Anderline
BLPN 210815


PUISI SENJAKU MERANA

Senja tawarkan pesona
Keindahan menghiasi cakrawala
Namun entah mengapa
Tak dapat kunikmati cahayanya

Gersang jiwa seakan berkumandang
Hati rada bimbang
Rasa merana kini menerjang
Sendu kian membayang

Pesona senja kulewati seorang diri
Ku nikmat dengan sendiri
Sunyi sepi...
Juwita hati tiada menemani
Senjaku merana
Berlalu tiada bahagia

‎anderline‬
BLPN 160914


PUISI SALAM SENJAKU

Kukabari kerinduan,sketsa rasa lukisan hati
Di ufuk senja aku terpesona
Alunan melody dayu mendayu
Tercipta diantara, pesona bayangan terindahmu

Saat senja ingin kembali ke peraduan
Rona hati menggris bersama jiwa merindu
Diantara lirik kidung lukisan hati
Saat bait bait bersimpuh
Gejolak kasih kian mengelora

Untukmu yang di peraduan cinta
Ditengah naluri hati, cekat dalam hening
Kukabarkan kepadamu
Senja penghantar salam

anderline‬
BLPN 070914


PUISI CINTA BERKABUT
Karya : Lufty Better

Bara membara hanguskan rasa...
Lebur menyatu dalam kerak dusta...
Menjadi luka yang semakin menganga...
Legam terbawa asap pekat memeluk angkasa...

Hitam telah mengambil putihku...
Mendekap paksa tanpa henti...
Mencoba terbangun dari alam liarku...
Namun tetap hampa tak bertepi...

Berkabut semakin pekat...
Menutup cinta yang terikat...
Semakin memikat kau terpikat...
Membelah hati dan semakin tersekat...

Tanpa harapan aku berjalan...
Tanpa cinta aku tertawan...
Cintaku berkabut semakin pekat...
Dalam gelap ia pun terlelap dan terikat...

(210915)


PUISI LANGIT SENJA DI SUKABUMI

Senyap begitu rasanya
Perjalanan itu mengemas siluet
Dari bayangan binar temaram
Yang mengufuk memerah

Lintasan cakrawala mengusap hening
Dari lalu-lalangnya kendaraan jalanan
Yang lengang ketika itu
Senja tengah menenggelamkannya

Lihat surya itu seperti purnama
Yang mengelam sembunyi dibalik kabut
Bulatannya samar seperdetik meredup
Menyelinap kebalik hitungan gerumbul awan

Jauh mata ini memandang
Sepanjang perjalanan menuju kota hati
Dimana kelahiran pernah singgah
Membingkai memori darah

Sayup bunyi klakson membuyar
Suara nyaring memberangus pikir
Benak terhentak serentak
Lihat disebrang langit sore berakhir

Merah telah mengelam
Hadirkan hitam menggurat bayang
Dalam bungkusan langit menikam
Semburat saga menghilang di pandang

H.S
PLB 021015
----------

Demikianlah puisi Senja berkabut. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.