Skip to main content

Puisi Tentang Telaga Biru

Puisi Tentang Telaga Biru
Puisi tentang telaga biru. Telaga adalah semacam danau yg kecil di mana sinar matahari dapat bahkan bisa tembus mencapai dasarnya. Telaga sering juga dipakai sebagi nama-nama tertentu seperti nama perusahaan dan lain-lain.

Telaga juga biasa di jadikan sebuah judul puisi yang menceritakan tentang telaga, yang biasanya mengagumkan sesorang hingga mengkreasikan pemandangan yang di lihat di sekitar telaga tersebut. dalam bentuk tulisan.

Puisi tentantang telaga biru, salah satu judul puisi dari lima puisi ada kesempatan ini, adapun masing masing judulnya antara lain:
  • Puisi telaga biru
  • Puisi biru diary cintaku
  • Puisi merah kuning hijauku tak lagi di lagit biru
  • Puisi telaga
  • Puisi purnama dan telaga
Jadi kelima puisinya dapt di katakan bertema telaga dan biru. salah satu penggalan baitnya. "diary biru telaga indah catatan biru. Jeritan hati bergeming tak lagi di langit biru kuterus melaju sejengkal demi sejengkal menyusuri lorong terjal. Dengan raut wajah sedikit kemerahan semburat di rona Ya, wajah lugu itu terpampang dihadapanku Menghias kelopak sudut mata ini tak berkedip". Selengkpanya dari bait ini. Silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

PUISI TELAGA BIRU

Saat kutelusuri perut bumi bersama anganku
Ke lorong-lorong terjal kerikil tajam dan berbatu
Di sana ada jalan setapak menuju sebuah telaga biru
Pelan-pelan kuterus melaju sejengkal demi sejengkal maju

Kutemui dalam perjalananku
Celoteh anak yang lugu semasa layu
Jeritan hati mereka bergeming siapa aku
Siapa ayah ibuku dan tempat tinggalku

Kuterus menapak masuk di area telaga
Kubasuh muka ini dengan air yang jernih
Kutetesi raga ini dengan air putih
Serasa kembali kerongkongan yang kering kerontang pulih

Ohh telaga biru,
Kau penolong dalam perjalanan panjangku
Kujadikan penyejuk di kala kudahaga dan laparku
Semoga perjalananku selamat, dan hanya Alloh Yang Maha Tahu

Bjn26032015


PUISI BIRU DIARY CATATANKU

Pinggiran trotoar cibadak sukabumi
Satu hari disaat cinta pertama kali bersemi
Augustus ketika itu langit siang hari
Deru-deru mobil berlalu-lalang saling mendahului
Riuh, hiruk pikuknya kehidupan yang ada dikota kecil ini
Jalanan sedikit ramai, pejalan-pejalan kaki berhilir mudik

Pukul 01:00 wib tengah hari depan sebuah mini market
Aku tertegun memandangnya di seberang jalan pojok surya kencana
Menatapnya tajam seakan ingin memperjelas penglihatanku
Benarkah sosok itu?
Dia yang selama ini menemani dalam jaga tidurku

Sweater abu dan tas cokelat tua tergantung di pundakmu
Dengan raut wajah sedikit kemerahan semburat di rona
Ya, wajah lugu itu terpampang dihadapanku
Menghias kelopak sudut mata ini tak berkedip

Tiiit...bunyi klakson nyaring membuyarkan pandanganku
Sesaat kulangkahkan kaki ini menghampirimu
Ada degup-degup menderu dalam dadaku
Mengadu debar seperti bertalu-talu

"...". Kupanggil lirih nama mu
Semenit kemudian wajah itu menoleh ragu
Dia terpaku menatapku, seakan bimbang, inikah aku(?)
Lalu dengan perlahan dia bertanya, apakah kamu?
"Ya.". Itulah jawabku
Kau pun tersenyum malu, lalu mengajak ku berlalu

Cibadak, Rabu agustus 2 tahun lalu.
HONY
PLB. 290315


PUISI MERAH KUNING HIJAUKU TAK LAGI DI LANGIT YANG BIRU

Merah kuning hijauku tak lagi di langit yang biru
Tapi di sini pada gundukan yang memerah
Pada lembayung hatiku yang me-layu
Pada guguran bunga kamboja yang menaburi
Pada melebam pelupuk mata linangkan air mata
Pada kembang setaman aromakan kepiluan

Harihariku tak lagi hariharimu
Harihariku semusim kemarau panjang
Hariharimu semusim gugur dedaunan
Harihariku tak lagi semusim hariharimu

Tidurmu lelap tak selelap tidurku
Tidurmu lelap dalam haribaanNya
Tidurku tak lelap mengharibaanmu
Tidurmu tak lagi seperaduan tidurku

Baringmu kaku berbalut kafan
Baringku lunglai berbalut rindu
Baringmu disini sebatu nisan
Baringku disisi sepohon kamboja
__________
Pusaramu mempusara hatiku

Adhy Saputra, 020315


PUISI TELAGA
Oleh : siamir marulafau


sehitam apa pun keningmu
akan sia-sia jika subuhmu terlena
sirna ditelan embun pagi
percayalah...
yakinlah...
sinar-Ku akan memancar pada setiap insan
jika pintamu mengukir arasy-Ku,Allah
terhindar kejelekan
menggapai surga-Ku
nikmat senikmat telaga susu dan madu
moga-moga Allah paring barokah

sm/15/01/2015@siamir


PUISI PURNAMA DAN TELAGA

Gemulai halimun menari di atas telaga..
..purnama bersolek di wajah telaga..
.genit dedaunan cumbui biasmu..
...
telaga berbisik..
..purnama terusik..
ketika aku hadirkan tanya ku padanya..
mengapa ada cinta kalau kini berhias dusta..:
mengapa kita bertemu kalau esok kita hairkàn jemu
------------------

Demikianlah puisi tentang telaga biru. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya yah... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.