Skip to main content

Kumpulan Puisi Sedih Tentang Perih | Puisi Kesedihan Cinta

Kumpulan Puisi Sedih Tentang Perih | Puisi Kesedihan Cinta
Kumpulan puisi sedih tentang perih. Kesedihan hidup yang dialami terkadang membuat hati perih karena tak sanggup menahan rasa perih di hati, dari permasalah hidup yang dialami, kadang sangat menyentuh di hati, sehingga membuat kita terharu, dan patah hati ketika di bayangkan apa yang di alami, namun itu perjalanan kehidupan yang selalu di warani suka duka kehidupan. karena semua itu merupakan warna warni hidup.

Perih biasa juga kita mengatakan pedih, jadi perih dan pedih pengertiannya hampir sama yang berarti berasa sakit. terkadang kata kata perih di ucapakan ketika sakit hati atau terluka karena cinta, Seperti perih hatiku kau telah dengan yang lain luka hatiku mungkin tak terobati. kata kata ini mengisyarat kekecewan karena di hianati pasangannya

# Kumpulan Puisi sedih tentang perih 

Berbicara tentang kata perih dalam hal ini puisi perih ada berbagai macam puisi sedih yang bertema perih sering di jumpai seperti, puisi tentang perihnya cinta, puisi tentang perihnya kehidupan dan lain sebagainya. Dan di bawa ini tiga puisi bertema perih, salah satu penggalan dari baitnya. "Sungguh hina diriku, kata Mencintai orang yang tak mencintaiku Dan takkan pernah menyayangiku, Mengapa aku di pertemukan denganmu Musim gugur dihatiku, bara sengsara. Membasuh peluh membalut luka, Semua kau bawa pergi tanpa tutur bahasa Kau pilih dia kau retakkan setiamu". selengkapnya dari bait ini, di simak saja puisi perih berikut ini.


PUISI PERIH

Mungkin aku memang lemah
Mungkin aku tak pernah punya lelah
Saat ku terdiam menangisi pergimu
Terus ku terpaku oleh harapan semu

Sepertinya… t’lah cukup banyak kutulis
T’lah cukup dalam hati ini kuiris
Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
Dengan ia yang mampu merasakannya

Namun cinta untukmu terus bertahan
Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?

Ditengah malam syahdu nan pekat
Ku teringat pada mu, bayangmu
Selalu melintas di kelopak mataku
Ku coba untuk melupakanmu

Namun bayang mu, trus menghampiriku
Sunyiku kau tabur bunga rindu
Kau bagai angin yang sejukkan
Jiwa ragaku…

Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
Kayu arang abu…
Ku coba bertanya pada malam
Dia membisu

Angin berlalupun, tak memberikan
Jawaban,,
Hanya satu yang terucap
Mengapa aku mencintaimu…

Dan mengapa aku terlahir untuk terluka…
Ku sadar, cinta tak harus memiliki
Tapi ku tak bisa, ku tak rela
Mungkin ada yang lebih dariku….

Sampai datang masa pertemukan kita
Untuk kembali, atau terpisah selamanya…
Sungguh hina diriku
Mencintai orang yang tak mencintai ku
Dan takkan pernah menyayangiku..

Mengapa aku di pertemukan denganmu
Musim gugur dihatiku…
Seakan tumbuh bersemi
Titian cintaku pupus begitu saja

Tiadakah iba dihati mu…
Tiadakah rasa ntuk ku….
Kau berlalu menuju impian mu yang baru..

Rinduku sudah kau lara…
Sayang ku kini t’lah kau buang
Mungkinkah aku tercipta
Hanya untuk disakiti dan dihina???

Apakah ini suatu cobaan untukku??
Apakah ini suatu goresan hati yang luka sembilu??
Yang tak bisa sembuh
Walau penawar dari mana pun…

Semoga kau bahagia
Tanpa sosok bayanganku…


PUISI PERIH

Beribu hari kita telah hidup bersama
Merajut hari merenda cinta
Mengapa kini engkau berubah
Sedangkan aku disini kekal setia
Mengharap kasihmu
Menjadi bintang jiwamu

Dimana janjimu akan setia
Melindungiku dari bara sengsara
Membasuh peluh membalut luka
Semua kau bawa pergi tanpa tutur bahasa
Kau pilih dia kau retakkan setiamu
Hatimu seperti dicuri gulita

Perih,,,hatiku hancur karenamu
Perih,,,hatiku lebur tak berkeping lagi
Janjimu hilang bagai debu
Tak lagi berwujud serpihanya
Kau tetap memilih dia
Kau kalungkan rantai beracun pada bunga cintaku

Dimana ku hapus perihku
Semalampun tak berlalu bayangmu
Bagai cermin derita yang mengusung letihku
Tiada lagi setia tinggalah cerita pilu
Menjadi api yang membakar dadaku
Berkarat rantai cinta melepuhkan naluriku

Perih,,ku tak harap lagi cintamu
Teguhkan hatimu padanya
Kan ku benamkan serpihan cinta jd masa lalu
Biarlah kutanggung luka dibalik senyumanku
Kukubur perih bersama dendamku
Tiada lagi cinta,,,

By-3anayana
27/8/2014


PUISI BASUH PERIH

Seperti angin yang berhembus
Seperti pedang yang menghunus
Seperti pasir yang mengulung
Seperti langit yang mendung

Itulah gʌmbaran sang pesakit yang limbung
Dalam sunyi menatar diri berjalan tertatih
Membasuh perih
Dalam tasbih
Munajat hamba.

‪#‎Kinar‬
Jkt, 24 Nov'2015

Demikianlah pkumpulan puisi sedih tentang perih.Simak/baca juga puisi sedih yang lain di blog ini, semoga puisi tentang perih diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.