Skip to main content

Puisi Air Asia QZ8501 | Puisi Tentang Kecelakaan Pesawat

Puisi Air Asia QZ8501 | Puisi Tentang Kecelakaan Pesawat
Puisi AirAsia QZ8501. Sejarah kelam penerbangan dalam negeri, ketika pesawat air asia jatuh, di tengah lautan. Seiring dengan itu keperihatinan orang akan musibah tersebut membuat mereka menulis puisi tentang musibah yang menimpa pesawat air asia.
Puisi Air Asia QZ8501

Dengan kreatifitas dan rasa prihatin para penulis serta pemuisi, beberapa puisi tentang kecelakaan pesawat yang menimpa pesawat tersebut. terinpirasi dari rasa kepirhatin yang menimpa penerbangan dalam negeri, sehingga tercipta beberapa puisi tentang hilangnya pesawat tersebut, dan berikut ini adalah kumpulan puisi tentang jatuhnya pesawat Air asia atau puisi tentang pesawat yang jatuh,  nah bagaimana kata kata tentang kecelakaan pesawat terbang atau kata kata musibah jatuh pesawat tersebut, untuk lebih jelasnya disimak saja puisinya dibawah ini.

Kumpulan Puisi Tentang Hilangnya Pesawat Air Asia | Puisi tentang Kecelakaan Pesawat

Ada lima belas judul puisi yang menceriakan tentang peristiwa kelamnya air asia beberapa hari yang lalu terjadi, bagaman cerita di balik bait bait  puisi tentang air asia. silahkan disimak saja puisi berikut ini, di mulai dari puisi sejarah kelam penerbangan. Yuk kita simak saja puisinya.


Puisi Sejarah Kelam Penerbangan
Oleh: SyahrulFauzan‬

Kini kembali kita berduka
atas kodrat Tuhan kuasa
hancurlah dia burung raksasa
hilangkan nyawa ratusan raga

Puluhan bangsa terpanggl jiwanya
membantu mereka yang sukar mencari
ganasnya cuaca tak patahkan semangat
membantu keluarga yang berharap padanya

Semua menangis atas bencana
takdir tuhan tak bisa ditolak
hanya duka lah kini tersisa
berserah diri pada sang kuasa.


PUISI TINGGAL LANDAS
Oleh :siamir marulafau

ke mana burung besiku?
air mata mengguyur duka
sanak saudara menantikan
khabar berita terhempas
nyawa menerawang di udara
hamparan lautan bersua
entah ke mana kutampung air mata?
semalam kuterbang
mengudara...
terhempas dengan awan
di kala kuterbang tanpa sayap
mengapa ini terjadi?
apa salahku?
air mata tak terbendung
jeitan menguak tabir hidup
tercekam dalam jiwa
ke mana burung besiku?
meraung di udara
menghilang sekejap
kasih sirna seketika
kembali atau tidak
wallahu a'lam,Tuhan melihat

sm/29/12/2014@siamir


PUISI QZ 8501

Entah apa yang melenyapkanmu
Entah apa dibalik ini semua
Sungguh..
Belum usai pedih
Di bumi nusantara
Belum terang pula
Burung baja tetangga menghilang
Kini dari timur duka lagi menyapa
Bernaung pilu sedih dan harapan
Menyeruak sejuta tanya..
Kemana??
Dimana??
Ada apa??
Ini pasti ada hikmah
Walau entah apa

Nusantara kembali berduka
Dalam awan yang menyelimut
Misteri udara berkabut pilu


PUISI TERHEMPAS DI LAUTAN BEBAS
Oleh :siamir marulafau

meskipun laut luas
hamaparannya terbentang
air mata mengguyur jiwa
air asia terhempas di hamparan
di kala awan menyaksi duka
pangkalan setia menantikan duka
pinta berkumandang setiap saat
rasa cemas berlarut sudah
mengalir dengan deburan ombak
mengukir harapan di penantian

sm/30/12/2014@siamir


PUISI TENGGELAM DI ATAS AWAN

awan menebal
hitam menggumpal
mendung menggulung
langit merundung

ada apa di atas sana
seolah netra kami sebatas pandang di pelupuk retina
apakah ini kemurkaan dewa langit
hingga kami kembali menjerit

belum kering tanah pekuburan di banjarnegara
berita itu datang lagi dalam bahasa duka
air asia telah hilang
di telan misteri langit di atas ladang

bencana atau petaka
hingga bahasa langit menyala duka
sebetas kami menerka dalam telaah tanya
seperti resahnya saudara kami yang menanti berita

doa...
Ya, hanya ketulusan doa yang terpapah
menopang hati saudara kami yang berdegup gelisah
menyibak tabir di atas awan
menguak tabu keberadaan

tenggelam di atas awan

(Heroe Winᥱ feat Embun)
Depok-Bandung, 28122014


PUISI AIRASIA QZ 8501
Oleh: Hery Renjana

riwayatmu kini
saat musibah itu terjadi
baling-balingmu tak menyapa
gumpalan awan..

dan sayapmu
kini entah di mana
aku tak melihat terbangmu
seperti camar lagi

kini engkau seperti sebuah kisah
kerena siapa nanti
yang meratapi
yang tiada

hanya rasa dan doaku
menyapa bersama dunia maya
semoga dijawab
Allah Ta'ala...


PUISI SEJUMPUT DOA

: untuk AIR ASIA QZ 8501 yang hilang ditelan awan
Engkau yang kini disembunyikan langit
Sedang tafakurkah bersama bulan ?
Atau melantun doa di semilir angin ?

Maha Besar ALLAH...
Yang mengetahui apa yang tlah terjadi

Saat waktu menghentikan semua
Tiada daya, tak punya upaya
Yang bisa diperbuat manusia

Semoga titik cahaya-Nya
Memberi cercah
Di mana baling-baling awan itu kini berdiam

Beri petunjuk ya ROBB...
Agar segera ditemukan !


PUISI DUKA DITENGAH HARAP,AIR ASIA MENJEMPUT AJAL
Oleh: Sari

Ada yang teriak lantang
Ada banyak diantara keluarga terkekang
Merasa gersang ditengah harapan
Ada rintihan berkalut, erangan memaksa

Keluarga tak berdaya
Hanya bisa memegang dada
Berteriak histeris ketika kabar datang
Penumpang air asia dijemput ajal

Keluarga tak tahan menahan haru
Luruh dalam tangis penyesalan
Terbayang segala dosa
Ada rindu yang mendalam

Tak sempat mengucap maaf
Tak dapat terlukiskan perih menyayat
Sakit tak terhingga,hanya luka yang berbalut
Secepat itu duka datang melanda ditengah keluarga,sirna pupus harapan hidup.


PUISI ELEGI, AIR ASIA
Oleh: kehed JR/Shafta A Siddiq

Terbang melayang pesawat AirAsia..
Awan menelan sirna sang petualang udara..

Angin kencang mengguncang pesawat udara..
Tumbang ; jatuh ditelan gelombang samudra..

Jerit tak mungkin di dengar suaranya..
Tak ada lagi penolong dirinya..

Tak ada lagi menghalangi kehendak nya ...
Karena takdir mutlak di tangan nya ...

Hitam alam resah tinggalkan kenangan lara..
Jagat raya kembali menangis petaka tak dapat ditepis jua..

Salah siapa teguran apa cobaan?
Ujian apa murkaan?

Entahlah, hanya bisa pash atas kehendaknya..
Dan marilah kita menengadahkan tangan ber do'a meminta ampunan nya..

Walau kita hanya di dunia maya..
Insya Allah,, tuhan mengabulinya..

-------Aamiin Nin Do'a saya-----
Allahumma ajurny fi mushibaty wakhlufly khairan minha.

ya Allah berilah pahala pada musibahku dan gantikanlah dg yg lebih baik darinya , Aamiin,,


PUISI DUKA DALAM KELUARGA AIR ASIA
Fatmah Nisah/subang

Terenyuh hati ini
Terasa pilu mendengar nya

Jerit tangis mereka tak ada yang dapat mendengar
Tak seorang pun yang dapat menolong mereka,,
Mungkin kah ini sudah takdir dari yang Kuasa?
Hingga ajal pun menjemput mereka dengan begitu tragisnya

Tiada yang menduga tiada yang di duga
Jika semua akan sirna dan binasa,,
Kini tinggal lah nama dan kenangan yang ada

Air Asia itulah nama pesawatnya
Yang membawa mereka hingga merenggut nyawa sekian banyak nya
Yang kini entah kemana puing puingnya

Ku ucap turut berduka dan berbela sungkawa
Tuk para keluarga yang ditinggalkan mereka


PUISI JENAZAH
Oleh :siamir marulafau

di kala izrail datang menjenguk
nafasku pun tak akan mengukir jiwaku
terhempas di arasy-Nya,Tuhan
menggapai ketenangan atau tidak
urusan Tuhan belaka
di saat kuberada di pembaringan
akan ditanya kuberbuat apa di dunia
di kala kuberada di tanah yang diam
ditanya dikau agamamu apa?
kiblatmu di mana?
kitabmu apa?
imammu siapa?
tak tahu jawab...
siksaan akan datang
wajah membara,tak ramah
jika menjawab sempurna
malaikat akan tersenyum bagaikan bulan purnama
insan pun terharu
sukses di alam barzah
jika dosa betumpuk bagaikan sampah di pinggir jalan
ditawarkan gunung emas
tak akan kumau sementara doa umat berharga amat
pintamu berharga amat
Tuhan akan lebih tahu
maha pendengar,penglihat menghakimi
moga Tuhan paring barokah,amiiin

sm/04/01/2015@siamir


PUISI MENGUDARA
Oleh :siamir marulafau

di kala awan bergumul
sang pilot pun resah
udara tak bersahabat
apa yang kubuat?
penumpang pun merasa tak aman
burung besi tak akan disalahkan
pilot setia akan umat
tak akan terjun bebas
awan penyaksi budiman
meskipun tak bersahabat
...
bencana tak terduga
langkah
pertemuan
rezeki
maut
menyisir gelombang senja
di usiaku 40 an, kutak menduga
harapan sirna ditelan bayangan
sanak saudara menghilang
keluarga pun ditinggal
tak ada yang utuh
dunia sekejap melalap jiwa
...
alam tak bersahabat
air asiaku menukik ke hamparan lautan tak bertuan
siapa salah?
Tuhan maha melihat
mendengar, seru sekalian alam
moga2 tabah tertinggal dibelakang
ukirkan pinta berharga amat

sm/04/01/2015@siamir


PUISI RENUNGAN MALAM
Oleh: Noe Hernandez

Engkaulah penguasa awan
Terbang tinggi meninggalkan Daratan
Terbang bagai Elang membelai awan
Senyuman hangat terpancar Awak Air Asia QZ8501
Dengan tenang duduk dikursi penuh kenyamanan
Di lʌyani bidadari surga & sang captain yang penuh semangat mengemban tugas

kenyamanan itu hilang sekejap mata
Ketikasl sang pencipta memberi cobaan untuk Negri tercinta
Bencana menghantam jatuh ke Samudra
Inilah bencana sang captain & bidadari surga
Captain. . .kau taruhkan nyawamu untuk mengemban tugasmu
Bidadariku. . .kau berikan nyawamu hanya untuk pelʌyananmu

Penemuan awak tak bernyawa
Terus,terus di cari di iringi rintihan tangis keluarga
Di hujani air mata dan doa mereka

Ya Allah berilah yang terbaik untuk para awak keluarga amat sangat membutuhkanya.
Ya Allah berikanlah ketabahan untuk yang di tinggalkan.
Amien

Sleman
04-Januari-2015


PUISI KECELAKAAN PESAWAT
Oleh:  DR. Abdullah Fathoni

Tinggi mengepul asap hitam
berkobar api pekat kelam
hatipun teriris sedih teramat dalam
karna yang gugur kerabat dalam
inilah suratan takdir di atas kalam
abadi sepi di lautan dalam
hendak mengubur kenangan salam
kecelakaan pesawat kehendak alam
atau sabda Tuhan pada semua agam
ketika bermunajad di tengah malam

aku tersadar
bahwa semua akan bersandar
meski kita terus beredar
mencari rizki di garis terpencar
tetapi takdir tak bisa di hindar
kematian akan datang tanpa sadar
siap atau tidak siap pasti di nalar
bekal perjalanan jauh ke akar
kecelakaan pesawat hanya sekedar
sebab musabab dari semua qodlok dan qodar
lihatlah menghujam pohon tembikar
jauh kedalam menembus akar
meski mentari pagi terus berbinar
atau sempurna cahaya rembulan terpancar
dan gedung - gedung tinggi menjulang mencakar
kematian juga datang benar - benar
tidak penting sebab tetapi nyata

tidak penting akibat meski harus duka
karna semua harus membuka mata
inilah kenyataan alutsista
semoga kedepan mampu berkata
tehnologi harus segera ditata
dan kita harus menyatu dengan alam semesta
agar negeri ini tersenyum bangga
Indonesiaku bukan untuk di laga
mengalir deras air telaga
membuat kita harus siaga
karna kedepan ada pertarungan naga
Subhanallah....
----------------

Demikianlah puisi airasia QZ8501 | Puisi Tentang Kecelakaan Pesawat. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga  tentang air asia diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.