Skip to main content
Puisi Kenangan Terindah Cinta Kita Berdua | Puisi Cinta Roamntis

Puisi Kenangan Terindah Cinta Kita Berdua | Puisi Cinta Roamntis

Puisi kenangan  Gemuruh masa lalu angin menampar dalam bising, geladak miring di terjang gelombang memuing, nahkoda berpusing di tengahan setir perahu membanting, saat terindah bersamamu.

Begitulah isi dari salah satu bait puisi kenangan kali ini, seperti kita ketahui kenangan adalah suatu peristiwa lampau yang pernah kita alami, setelah sekian waktu berjalan, masa itu teringat kembali, atau hadir dalam ingatan. inilah yang biasa disebut kenangan. biasanya kenangan yang selalu di ingat adalah kenangan terindah dan kenangan buruk, atausebuah kenangan yang unik dan lucu.

Berkaitan dengan kata kenangan. sesuai dengan judul puisinya, di bawah ini ada beberpa judul puisi kenangan. antara lain.
  1. Puisi kenangan
  2. Puisi Perahu kenangan
  3. Puisi puisi kenangan kita berdua
  4. Puisi Kutimang kenanganku
  5. Puisi hangatnya kenangan
Apakah anda mempunyai sebuah kenangan terindah, lalu menacari puisi kenangan, hingga sampai di laman ini. anda tak salah, silahkan disimak saja puisinya semoga yang anda cari ada dalam salah satu bait puisi kenagan berikut ini.

PUISI KENANGAN
Oleh: Karno

Dimulai dari hari ini yg menjadi sepi
Kegelisahan bertanya pada angin
Kemanakah dia bersua,ku rindu
Kenangan tentangnya melekat erat

Ntah sampai kapan ku sendiri
Merindumu orang yg telah pergi Dari hidupku
Kau bawa harapan bersamamu
Keyakinanku tentang cinta kau renggut

Dan saat ku masih terjebak didalamnya
Kenangan yg membawa ku dalam ironi
Batas kepasrahaan hati menanti seorang
Yang membawa segenggam cinta

Yang tak perlu lagi berjanji
Dan membebaskan ku dalam penjara kenanganmu
Melepaskan semua tentangmu yg tertinggal
Membawa ku kembali menyadari indahnya cinta


PUISI PERAHU KENANGAN

Debur ombak memecah dalam hening
Kerlip suar membelah laut menggiring
Pada sosok yang jatuh lelap terbaring

Gemuruh angin menampar dalam bising
Geladak miring di terjang gelombang memuing
Nahkoda berpusing di tengahan setir perahu membanting

Biduk terbanting di lautan patah berpuing
Badai menuding awak perahu terbengkalai pelanting
Seru menyaring menandakan terjangan ombak yang kian mengambing

Oh.. laksana perahu berkeping di tengahan samudera memuing
Rasa merinding tatkala mengingat prahara menggunjing
Pada sepiring cinta yang kandas di malam pengantin menyanding

Oh.. perahu kenang kian menurih hatiku di kepala pening
Raga memiring di peraduan dalam kelambu menyaring
Mata terjaga dalam selimut jiwaku terpinding
Sejuta rasa yang mengusik ku di malam malam kian mataku memicing

hony
HONY
251114 SKB/PLB/WRK


Puisi Kenangan Kita Berdua

Saat rindu tiba, aku mencoba ber cermin dengan penuh cinta,
berharap dirimu dapat ku rengkuh di seberang sana

Aku hanya bisa mengagumimu dari kejauhan tapi tidak pernah bisa buat menjamahmu
berpuisi adalah caraku melupakan mu

sebab jarak, aku ingin ber kamuflase; menjadi awan di langitmu; mencoba meneduhkan raga dari kemarau rindu

Dalam rindu ini sesungguhnya
Aku ingin melukismu tapi kanvasku masih kosong dan
tidak bisa karena kamu objeknya

dan
semua tlah berakhir antara hatiku dan hatimu .tak ada cinta seperti yang dulu
jadi aku mencoba berpuisi saja
di atas pasir cinta


PUISI KUTIMANG KENANGANKU
oleh; ‪#‎anwarwonogiri‬

Kunang kenangan
anganku kesana
ku timang-timang kenangan ku senang
ku berlinang air mata,mengenang kunang meranaku

tulisan kesan abadi dimemory ingatan
tinta warna berjuta rasa mengenam dikalbu

pecahan kenangan slalu saja terkumpul tuk di ingat
niat dan kesungguhan melewati menjadi perubahan
lahir cerita- cerita pengalaman

kenangan,
sadarku
tak pernah menyesal mengenalmu


PUISI HANGATNYA KENANGAN

Satu hari di kala itu
Waktu hampir mendekati pagi
Aku terjaga membuka mata
Memasang telinga
Ku dengar suara dering kembali menggema

Pelabuhan ratu di waktu dan jam yang sama
Malam itu engkau menyapaku
Di batas tengah malam yang meloncengkan kesunyian

"Apakabar hany, apakah baik-baik saja?"
Sesaat, gigil pun menyergapku
Dimana suara itu begitu kosong tanpa kehidupan
"Benarkah nyata suara itu"?
Sedangkan engkau sudah tiada

Bungkam tiada lagi suara
Yang tersisa hanya hening dan dingin.. tiada hangat yang terasakan
Setelah ku tutup telpon itu
Selamanya hanya hampa
Tiada dering kembali

Engkau pun pergi meninggalkan kenangan yang hangat
Di pantai pesisir itu
Bersama ombak dan burung-burung senja
Aku kehilanganmu selamanya

Hony.S
Maret, 15-2017
------------

Demikianlah puisi kenangan. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar