Skip to main content

Puisi Bencana Alam Tanah Longsor Di Banjarnegara

Puisi Bencana Alam Tanah Longsor Di Banjarnegara
Puisi bencana alam tanah longsor di Banjarnegara. Puisi tentang bencana alam tanah longsor ini ditulis ketika musibah tanah lonsongsor menimpa banjarnegara, dapat di kata puisi puisi ini meruapkan rasa emapati dari para penulis, dengan kejadian atau peristiwa alam yang memilukan terjadi di banjarnegara kala itu.
Puisi Bencana Alam Tanah Longsor Di Banjarnegara

Sebagaimana diketahui tanah longsor adalah suatu peristiwa geologi yang terjadi karena pergerakan masa batuan atau tanah dengan berbagai tipe dan jenis seperti jatuhnya bebatuan atau gumpalan besar tanah. Peristiwa tanah longsor dan penyebabnya Secara tanah longsor disebabkan dua faktor yaitu faktor pendorong dan faktor pemicu. Faktor pendorong adalah faktor-faktor yang memengaruhi kondisi material sendiri, sedangkan faktor pemicu adalah faktor yang menyebabkan bergeraknya material tersebut. Walaupun penyebab utama kejadian tanah longsor adalah gravitasi yang memengaruhi suatu lereng yang curam, namun ada pula faktor-faktor lainnya yang turut berpengaruh.

Solusi tanah longsor wajib mengetahui penyebanya dengan cara dan upaya yang harus dilakukan untuk mencegah terjadinya tanah longsor. Memang kita sebagai manusia tidak bisa menghentikan terjadinya bencana secara 100 persen, namun setidaknya dengan melakukan upaya preventif sejak dini untuk mengurangi resiko dan dampak yang akan ditimbulkan.

#4 Puisi Bencana Alam Tanah Longsor Di Banjarnegara

Puisi bencana alam tanah longsor yang diupdate ini menceritakan tentang peristiwa dan kejadian alam tanah longsor di Banjarnegara, jadi puisi dengan tema bencana alam ini, merupakan rangkaian kata puisi dan ungkapan keperihatinan atau kejadian musibah bencana alam tanah longsor yang menimpa saudara sebangsa di Banjarnegara, Adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi longsor
  2. Puisi banjarnegara berkabung
  3. Puisi banjarnegara
  4. Puisii banjarnegar II
Salah satu penggalan bait darikeempat puisi tentang musibah banjarnegara tersebut. "Tebang habis demi lembaran Jerit tak mungkin di dengar,Jangan mengeluh pada Yang Maha Kuasa Ataupun alam yang sedang murka Mengapa bencana datang melanda". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.


PUISI BANJARNEGARA BERKABUNG
Dewi kelam

Gerimis menelan sinar rembulan
Hitam alam resah tinggal kenangan
Jagat raya kembali menangis
Petaka tak dapat ditepis

Ranah basah abu kelud belum juga mengering
Sinabung terbelah terpel!nting
Kini alam murka banjarnegara bersemayam di tanah
Memaksa peluh air mata mengalir basah

Salah siapa ???
Teguran atau cobaan ???
Alam tak pernah salah
Luapkan kesal dan amarah

Rindang melayang
Hilang tanpa perawatan
Tebang habis demi lembaran
Jerit tak mungkin di dengar

Tumbang... terbuang... kini alam muak..
Menelan segala insan manusia
Banjarnegara berkabung.
Manusia bingung mencari tempat berlindung


PUISI LONGSOR
Oleh :siamir marulafau

terhempas dalam suka
duka menyisir kegelapan
tak bercahaya
di kala bintang redup
langit mendung
tak bersahabat
udara dingin
menyayat sukma
agin bertiup kencang
pepohonan bertumbangan
daun-daun berguguran
pegunungan meraung
bukit-bukit menangis
tanah Tuhan goncang
ambruk...
menimpa insan
tak berdaya seketika
terkubur sudah
duka melanda insan
Banjarnegara jadi korban
amukan tanah terhempas
jeritan memekik kuping
desah nafas tersendat
harapan sirna
tertelan tanah longsor
siapa salah?
apa salahku?
pintaku pada-Mu
ya Tuhan....
selamatkanlah hamba-Mu
amiin...

sm/15/12/[email protected]


PUISI BANJARNEGARA

Jangan mengeluh pada Yang Maha Kuasa
Ataupun alam yang sedang murka
Mengapa bencana datang melanda
Tanyalah pada hati kita
Salah apa kita
Dosa apa kita
Mungkin kalau kita pandai mencerna
Banyak gejala
sebelum datang bencana
Kali ini saudara kita
Besok lusa bisa kita semua
Ulurkan tangan pada saudara kita
Biarpun itu hanya doa
Biar tabah mereka senantiasa
Dalam menghadapi ini semua

Medan akhir'14


PUISI BANJARNEGARA
Oleh :siamir marulafau

doamu akan tersemai
diangkasa luar
di Arasy-Nya,Tuhan
menggema
Tuhan tak akan berpaling
jika doa dilantunkan
membahana dalam
dada
terukir di penantian
jika ikhlas
jika dibaca
diheningkan
rasa duka sirna
di banjarnegara
menggelora
asma-Nya,Allah
serpihan dosa
sirna jua
sepanjang dunia
berdukacita
jeritan kedengaran
menangis tanpa
air mata

sm/13/12/[email protected]


Demikianlah puisi bencana alam tanah longsor di bajarnegara. baca juga puisi tentang bencana alam yang lain yang ada di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.