Skip to main content

Puisi Niat yang Mulia

Puisi Niat yang Mulia
Puisi niat yang mulia. Pengertian niat adalah keinginan yang muncul dari dalam hati untuk melakukan suatu tindakan, niat biasa juga di sebut kehendak atau suatu tindakan.

Kata niat adalah sebuah homonim karena arti-artinya mempunyai ejaan serta pelafalan yg sama namun maknanya berbeda. Niat mempunyai arti dalam kelas adverbia atau kata keterangan sehingga niat bisa memberikan keterangan kepada kata lain.

Berkaitan dengan kata niat, dibawah ini tiga puisi bertema tentang kata kata niat atau puisi niata  bagaimana cerita puisi dari tiga puisi tersebut, untuk lebih jelasnya selengkapnya disimak saja puisinya berikut ini.

Puisi Niat yang Mulia

Terjal jalan kita lalui,
Lirik pandangan seolah membenci
Rintang menghadang trip melelahkan Nan terkadang berduri
Namun satu tekad yang akan kita patri
bersama kita akan melalui
bersama kita menghendaki
bersama kita menghilangkan yang tak berati
hingga terlihat kata yang semestinya

Jangan hentikan langkahmu
Jangan berhenti menghilangkan kata yang tak pantas
jangan hilangkan niat hati yang baik
jangan patah semangat dengan ocehan yang tak berati
Ikuti kata hati nurani
singkirkan yang tak baik
pelihara yang mau baik
Hingga tercipta kata indah
hingga terbaca kata, dan bahkan syair yang indah

Niat kita mulia
Walau terkadang ocehan yang di terima
Dan bahkan ada kata yang menghina
Tapi yakinlah sesesorang yang memberi Maaf
Seseorang yang menerima Maaf. adalah mereka yang berjiwa besar

#anderline
BANTI 100814


PUISI TERBANG DI ATAS DAUN
Oleh: Ainul Hadi

Ku lihat ada sehelai daun
Meliuk dari dahan ke dahan lalu turun
Mengerlingkan mata sesejuk embun

Kusentuh perlahan daun melebar
Kucoba naik di atas nya yang terhampar
Lalu ku dibawa terbang nenembus fajar

Oowhh..seperti isro nya Rosulullaah
Ku lihat di atas bumi myanmar yg berdarah
Tumpakan Alquran dilalap api membara
Anak rohingya di lempar hidup2 ke dlm bara
Perut muslimah dibedah dengan penuh tawa
Pedang parang mengayun di perut dan kepala

Allaah....dari atas awan kulihat istana
Raja kecil brpesta pora sambut kemenangannya
Sambil menginjak kitab suci umat Rosulillaah

Ya Robb..di atas tanah eropa
Ku lihat masjid di bakar penuh jamaah
Oleh gerombolan kulit putih berambut merah

Di tanah AlQuds ku melintas
Kebun dan rumah rakyat Gaza habis dirampas
Gadis berjilbab tembakkan diri dengan ikhlas
Daripada kehormatannya dirampas

Gusti..
Ada yang aneh di negeriku sendiri
Mengaku umat nabi merangkak seperti babi
Menjilati sepatu pasukan syeitani..
Tak segan menyerang ulama pewaris Nabi

Palu arit barang haram di konstitusi
Terpampang di dinding rumah anak pki
Penguasa berpura pura buta dan tuli
Di sisi jalan bendera berulis lafadz tauhidi
Tapi ditangkap dan diinterogasi

Ilaahi...di atas daun terbang ku merintih
Sekarang mati nanti pun mati
Tapi kutak mau mati
Kecuali sebagai syuhada secara islami

Turunkan aku wahai daun mimpi
Aku sudah terjaga di dini hari
Karena ku tau ini nyata dan bukan ilusi
Terlalu rapuh wahai daun jika ku terus berdiri
Tubuhmu takkan mampu menopak niat ini

Wahai Allaah...izinkan aku membela agamamu
Meski hidupku penuh maksiat sungguh
Karena kapan lagi menggadaikan tubuh
Kecuali berjihad memuliakan ajaranMu

Wahai Rosul kami yang mulia bercahaya
Wahai ahlul Badar yang gemilang di surga
Tunggu kami kan datang membawa berita
Aku dan para syuhada tlah menggadaikan nyawa
Tuk siap berlaga di bawah panji para ulama

Allaahu Akbar......! Allaahu Akbar...!
Hanya itu kata terucap saat panji berkibar
Ciutkan hati musuhMu dan biarkn bergetar
Satu nyawaku harus 10 nyawa musuh terbayar..


PUISI NIAT LUHUR
KARYA: Khalis

Meski berat rasa di hati untuk meninggalkan bunda sendiri
Namun niat nan luhur kian semat di sanubari
Demi generasi negeri
Kubuang jauh kesedihan dan keraguan
Sebab niat yang mulia

Demi mencerdaskan generasi bangsa Indonesia
Kepentingan orang banyak lebih diutamakan
Berbekal keyakinan dan restu dari bunda
Sebagai semangat di dada

Semoga niat nan luhur berbuah manis dan indah
Serta mendapat ridha dan berkah dari Allah
Tiada terselip rasa gundah
Sepenuh yakin kukayuh langkah

Inilah cita dan asa yang kerap mengganggu lena
Demi membangun generasi yang berbudi, mulia pekerti dan cerdas dalam segala segi
Adalah doa yang senantiasa kusemoga
Ikhlas tulus jiwa dan raga
Tersebab mereka generasi penerus perjuangan bangsa.


Demikianlah puisi niat yang mulia. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.