Skip to main content

Puisi Menara Rindu

Puisi Menara Rindu
Puisi Menara Rindu. Rindu adalah ungkapan perasaan yang timbul dari dalam hati, dalam artian keinginan untuk bertemu,  melihat, mendengar, untuk merasa kepada objek tertentu yang dirindukkanatau kepada hal yang dielu-elukan atau yang didamba dan yang dipuja

Definisi dri rindu adalah ungkapan kata untuk mewakili perasaan yang berupa keinginan untuk melakukan sesuatu dan menimbulkan efek fikiran tertentu kepada penyandang rindu dan rinya yang sesungguhnya adalah sangat ingin dan sanagat berharap.

Berkaitan dengan kata rindu,menara rindu satu dari tiga puisi di kesempatan ini, adapun masng masing judul puisinya anatara lain.
  1. Puisi menara rindu
  2. Puisi parut noda
  3. Puisi kata kata
  4. Puisi rindu bayangnmu
Salah satu penggalan bait dair ketiga puisi tersebut, "Getir pun tiada di rasa menadah suka dalam kehampaan hati hingga ia berparut gulita tanpa seberkas cahaya sinarkan relung kalbu". Selengkapnya dari bait in, disimak saja puisinya berikut ini


Puisi Menara Rindu

Malam kian larut ku terjaga dalam peraduan...
Ketar-ketir rasa gelisah membuncah kerinduan...
Terbisu dalam lamunan merambah jiwa mencungkil sebongkah asa...

Manis dapat ku rasa ...
Getir pun tiada di rasa...
menadah suka dalam kehampaan hati...
Meluap rasa bertabur aroma bunga semerbak mengendus jiwa...

Perlahan ku meniti hati dalam kabutnya malam ...
Perlahan ku berlari dari sesak dan perihnya goresan lalu...
Dentingan aksara mu mengajak baranjak berdiri dari terkaparnya jari...

Bisikan rindu bergelayut pada ranting- ranting paru merajah berdenyut nadi tak teratur ...
Memindai rautan tajam kelakar mata...
Dalam hadirnya rasa...

Ku untai kata dalam menara seloka berhiaskan kerlap- kerlip cahaya bermandikan bintang-bintang malam membentuk gʌmbaran hati...

Ruang jarak terpisah bukan hal tabu ...
Terhalang gunung atau pun samudra bukan hambatan...
Sedekat atau sejauh apa cinta tak mengenal waktu , usia, ruang...

Penantian cinta dalam menara seloka merajut benang kasih dalam cerita, cita, cinta bersenandung alam nan rindu akan sang pujaan...
Masih disini dan tetap disini ku nanti...**

# Vieta Peace #
Jakarta, 310714


PUISI PARUT NODA

Hanya kamu saja.
Sanggup lukakan hati hingga ia berparut pada akhir kesembuhan.
Telalu pedih meski sekedar untuk dikenangkan.
Langit pada jiwa bergeming luruh selaksa asa sisakan luka.
Dikedalaman rasa nyata engkau menikam hati dengan dusta.

Kasih....
Nyata diriku terlalu hina pada pandanganmu yang picik kejam.
Jelas kau cipta noda pada cinta yang kemudian engkau anggap gurauan.
Menghiris hati pedih selaksa merejam pada tiap tusukanya.

Cinta....
Satu pinta atas remuk hati ini atasmu.
Sudahi jalan cintamu nan tandus berduri.
Cukup dan usaikan semua hingga disini.

Yuand:310814.


PUISI KATA KATA

Sempat kusinggah pada peraduan sunyi bilik hatimu.
Nyaris gulita tanpa seberkas cahaya jua sinarkan relung kalbu.
Diam pada sudut ruang hati nan sepi.
Mengintip pada kecerahan purnama yang termakan gerhana.
Hadirkan warna tembaga juga mengikut pada rasa di sepi malam keemasan.

Lalu....
Kenapa hatimu masih begitu gelap pada cahaya yang telah menghadap..?
Kata kata tak jua bisa kuharap dari bisu kelu ucapmu.
Airmata seolah memberi jawab atas segala kisah lalu.
Dan menggiring ragamu pada lembah luka rana sepi.

Dan....
Akankah hadirku tak jua engkau maknai...?
Sahabat...
Aku disini bersama diri kubawa jua hati.
Untuk seluruh kata kata.

Yuand:300814


PUISI RINDU BAYANGANMU

Tatkala di tengah malam,
remang-remang aku
melihat engkau berdiri di sana

Ingin aku memanggilmu,
sedangkan malam semakin
larut

Lambaian tanganmu
membuai suka dan cita,
lamunanku semakin menjauh, anganku
membumbung tinggi,
akankah kita bertemu nanti?


Demikianlah puisi menara rindu. baca juga puisi puisi yang lain yang ada di blog ini, semoga puisi ridnu diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.