Skip to main content

Puisi Hujan Dan Kehidupan

Puisi Hujan Dan Kehidupan
Puisi dan kata bijak. Puisi hujan dahaga kehidupan. Hujan merupakan sebuah presipitasi berwujud cairan, berbeda dengan presipitasi non-cair seperti salju, batu es serta slit. Hujan memerlukan eksistensi lapisan atmosfer tebal supaya dapat menemui suhu di atas titik leleh es di dekat dan diatas bagian atas Bumi.

Sedangkan kehidupan ialah karakteristik yang membedakan objek yg memiliki isyarat serta proses penopang diri, dengan objek yg tak memilikinya, baik karena fungsi- fungsi tersebut telah mati atau karena mereka tak memiliki fungsi tersebut dan diklasifikasikan sebagai benda mati

Didalam filsafat dan agama, konsepsi kehidupan serta sifatnya bervariasi. Keduanya menunjukkan interpretasi tentang bagaimana kehidupan berkaitan dengan keberadaan serta pencerahan, termasuk perilaku hidup, jiwa atau kehidupan setelah kematian.

Dan makna kehidupan merupakan persoalan filsafat serta spiritual yg berkaitan dengan keutamaan kehidupan atau keberadaan secara umum. Makna kehidupan turut dijelaskan dalam konsep eksistensi, ikatan sosial, kesadaran, serta kebahagaian, tujuan, etika, kebaikan serta keburukan.

Puisi Hujan Dan Kehidupan

Hujan dan dahaga kekehipan, judul ini hanya kombinasi dua judul puisi dari tujuh puisi campuran dikesempatan ini, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  • Puisi ranting- ranting kesepian
  • Puisi tirai pada jendela
  • Puisi tersedu pilu
  • Puisi menjemput asa
  • Puisi senja nan merah
  • Puisi dahaga haus kehidupan
  • Puisi Puisi hujan
Salah satu penggalan bait ketujuh puisitersebut. "Cahayanya memudar bersama datangnya petang, Senja telah tiba pada waktu meninggalkan, Pesona nan jingga meredup bersama datang nya malam.Selenkapnya disimak saja". Selengkapnya dari bait ini, disimak saja puisinya berikut ini.


Puisi Ranting- Ranting Kesepian

Terdengar sayup dikejauhan
Denting melody menggetarkan
Dalam alunan kesunyian
Yang berbisik angin pada daun-daun

Ranting-ranting kesepian
Lantunkan nyanyian dalam kerinduan
Sang pujangga keindahan

Pada syair yang memabʋkan
Hantarkan mimpi sang jelita
Pada purnama kesatria

Juny Smith‎
16 Juli 2014


Puisi Tirai Pada Jendela

Bulan berkalang
Dalam pembaringan secawan arak membenam pada bibir menawan
Tersungging kepuasan dara perawan
Meneguk serpihan kemabʋkan dalam cendawan

Terhuyung dalam gaun malam
Merobek tirai pada jendela
Lenyapkan hati duka berkalam

Juny Smith‎
16 Juli 2014


Puisi Menjemput Asa

Tetesan embun pagi
Mengusik hati
Kicauan burung-burung
Menjemput asa
Pada satu nama
Yang tercipta

Dikedalaman samudera hati bicara
Tentang sosok pria perwira
Tak dikenal datang meraja
Hinggapi palung jiwa gelora
Pada kedalaman lautan cinta

Juny Smith‎
17 Juli 2014


Puisi Tersedu Pilu

Rinai hujan turun lagi
Ku disini masih menunggumu
Dibawah awan yang kelabu

Tersedu pilu
Rintihan ku mengusik kalbu
Padamu kekasihku
Rindu pada tahun itu
Saat kou masih disisiku

Juny Smith‎
18 Juli 2014


Puisi Senja Nan Merah

Perlahan tenggelam di balik lautan,
Cahayanya memudar bersama datangnya petang,
Senja telah tiba pada waktu meninggalkan,
Pesona nan jingga meredup bersama datang nya malam
Hilang sinaran menjemput kegelapan

Juny Smith‎
18 Juli 2014


Puisi Dahaga Haus Kehidupan

Lembah nan terjal membentang
Berliku jalanan penuh rimbunan
Rintik gerimis menyirami sang petang
Dibukit ngarai nan menawan
Semilir angin sepoi membelai lincah
Pada helai helai daun reranting patah
Beterbangan kian menjauh
Resapkan hujan di pangkuan
Sejukan dahaga haus kehidupan
Senja kian membenam pada ketinggian bukit ngarai
Menghilang dibalik pegunungan

Juny Smith‎
19 Juli 2014


Puisi Hujan

Derai hujan mengalun syahdu
Di kesunyian malam yang kian larut
Tetesannya berdecak menimpa daun daun gemericik

Desir angin melewati wajah sendu
Berkaca pada cermin usang penuh debu
Ada rintihan kalbu
Ada gejolak nafsu
Dalam dada

Kelu dalam bisu hanya diam
Terpaku pada kelambit langit langit kamar
Menerawang kekosongan dalam jiwa

Lepaskanlah dia
Lepaskan pada kabut sirna
Hindarkan aku
Hindarkan dalam kelu bisu
Singkir kan
Singkirkan bayang bayang semu
Hempaskan

Hempaskan pada angin lalu
Dalam kegelapan malam berkabut tebal
Yang hujan menjemput kelam malam

Juny Smith‎
20 Juli 2014
-----------------

Demikianlah puisi hujan dahaga kehidupan. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.