Kumpulan Puisi [Puisi Renungan] yang Sangat Menyentuh Di Hati
Kumpulan Puisi [Puisi Renungan] yang Sangat Menyentuh Di Hati

Kumpulan Puisi [Puisi Renungan] yang Sangat Menyentuh Di Hati

Kumpulan puisi puisi renungan yang sangat menyentuh di hati. Beberapa waktu lalu puisi renungan islami yang berkisah tentang kata kata islami dan puisi renungan dosa telah dipublikasikan blog puisi dan kata bijak, dan kali ini kembali dengan kumpulan puisi renungan dengan tema puisi renungan yang sangat menyentuh hati.

Sebagaimana dijelaskan pada halaman sebelumnya bahwa pengertian renungan adalah aktivitas berpikir yang mendalam, atau memikirkan sesuatu hal yang akan dan belum terjadi dalam kehidupan begitu pun dengan puisi renungan dipublikasikan ini merupakan hasil dari merenung para penulis puisi, sehingga dapat disajikan di halaman blog puisi dan kata bijak.

Nah berikut ini adalah daftar judul kumpulan puisi-puisi renungan yang menyentuh hati dan menyejukkan jiwa antara lain:

Sekitar tujuh judul puisi tentang renungan yang mengisahkan tentang kata kata renungan dalam bentuk bait puisi sedih menyentuh hati dan puisi-puisi renungan arti kehidupan.


Kumpulan Puisi Puisi Renungan yang Sangat Menyentuh Di Hati

Bagaimana cerita puisi tentang renungan dan kata kata puisi merenung dalam kumpulan puisi indah tentang renungan yang dibagikan ini, untuk lebih jelasnya isi dan makna renungan dalam puisi-puisi ini silahkan disimak saja kumpulan puisi renungan  yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak dibawah ini. diawali dari puisi renungan kehidupan

Puisi Renungan yang Sangat Menyentuh Di Hati

PUISI RENUNGAN KEHIDUPAN
Oleh: Sutianah

membuka lembaran demi lembaran
catatan kehidupan telah tertulis
tentang keindahan rasa
prahara dan angkara
tulus pengorbanan
jua tangis dan riuhnya canda

detik tetap setia
menemani denyut nadi
meski seringnya terkhianati
waktu tetap mengingatkan kefanaan

rambut yang perlahan memutih
mengiringi kulit yang keriput
raga nan gagah terkulai lemah
berganti pakaian putih-putih

aktifitas menghujani kejenuhan
kesenangan berbuah kebosanan
mencoba melepas melalui mata hati
pasrah dan ikhlas pada Ilahi

nurani menyimpan niat suci
agar waktu tak terhenti
kebaikkan tetap bersemi
hingga akhir senja nanti


PUISI RENUNGAN JIWA
Oleh: Ibu S

Rentang waktu mengisahkan cerita
Goresan kisah terukir indah di kanvas kehidupan
Warna warni coretan terpajang
Mulai warna putih merah hitam kelabu kuning hijau jingga
Dan...
Merah darah seakan mengalir membasahi kanvas

Terpaku dalam diam
Menatap satu persatu lukisan
Berjuta makna telaah jelaga bila ada

Guyurkan wantek berupa seruan kalbu
Lukisan dunling meronce warna
Lengkung demi lengkung terarah indah
Menggunung kata tebak tak terkira

Bentangan kanvas kini merentang masa
Bak rasa memporak porandakan lara
Renungan jiwa merentas bara
Syukur terucap raga berbalut rahmat karuniaNya

PUISI RENUNGAN KALBU
Oleh. R. Galih Wijayanti

Sejauh ini aku berjalan, hanya untuk mencari dia, seseorang yang bersedia menggembalakan cinta menuju kesejatian...
Meski harus tertatih, terluka, terhina dan tertikam waktu

Sejauh ini aku berjalan, bukan untuk mencari dia, yang hanya mencintai lisanku...
Mengagumi ragaku

Menginginkan peluk kecupku dalam syahwʌtnya
Sebab dalam perjalananku, aku hanya mencari dia...
Seseorang yang selalu mengingatkanku dalam kearifan imanku menuju jalan-Nya

Baca juga: Kumpulan puisi renungan dosa


PUISI AKU DAN RENUNGAN
Oleh: zie

Surya beranjak ke peraduan
Bukan untuk tertidur nyaman
Hanya sejenak berselimut awan
Buai insan dalam peristirahatan

Kidung malam mulai dilantunkan
Menanti pagi datang menggantikan
Saat gelap utuh tersibakkan
Sejengkal usia harus direlakan

Meniti sedikit makna pendewʌsaan
Yang tersamar gumpal kepedihan
Membedah jejak untuk pembelajaran
Kuatkan esok meredam penyesalan

Mengulas rengkuh asa berlarian
Berjajar seiring pendar impian
Yang tersulut dari tangisan
Mengukuh harap jadi kepastian

Doa diantar suguh kesyukuran
Atas kasih-NYA tanpa batasan
Namun, tamak ku untai keinginan
Tetap layangkan berjuta permintaan

Bukan merasa tak kecukupan
Hanya berangan menambah pencapaian
Bertindak nyata setelah perenungan
Lebih baik meniti kehidupan

Back to list title kumpulan puisi renungan menentuh hati ↑


PUISI RENUNGANKU
KARYA :Tasya Aliza Putri

Dekap angin merayu langit
Alam menangis bersedih hampa
Gerhana daun jatuh ke ranting
Jauh jari penuh mistri angan
Rapuh retak seperti kaca hati ini

Putus sudah harapan untuk memilih
Jarak itu semangkin pudar kulihat
Gersang ilalang terbakar api cemburu
Akar-akar remuk jatung berjahit perih
Wangi pupus terhimpit batu raga

Bait malam tunjukkan satu titik
Pena batin terungkap bergaun bebatuan
Lampu angin meniup cahaya gandum
Iklaskan bila diriku tak kembali pulang
Senyum di balik takbir ke palsuan

Ternoda dua cinta seroja bergantung indah
Mata terpejam jiwa menangis pilu
Berubah sipatmu begitu dingin
Salju bulan terangi lubuk gua rindu
Ranting pun tersisih keraguan embun

Percut 10 Nopember 2018


PUISI RENUNGAN ISLAMI (PAGI SEBUAH RENUNGAN)
Oleh: Muhammad Jayadi

Sinar matahari menyentuh daun-daun hijau
Menyemangati hati yang menyelami arti pada hari-hari
Sebingkai potret dari sebuah jiwa kupandang,dalam diriku

Kembali kepada diri
Adalah hal terbaik menjalani kehidupan
Menyemai arti dengan berbagai keindahan dalam renungan
Membasahi dahaga jiwa yang kekeringan
Di padang tandus dunia fana ini

Kembali kepada diri
Meneropong kembali laku diri yang terjalani
Sehingga kebaikan
Lebih bisa tertata terjalankan
Beriringan niat yang lebih sempurna dihadirkan
Di hati.

Halong Kalsel 12-07-2018 Back to list title kumpulan puisi renungan menentuh hati ↑

PUISI RENUNGAN IBU / PUISI RENUNGAN UNTUK IBU
Oleh: Chale Souhoka.

(Dalam ultahmu Mama akau bersujud)
SujudKu
Berkidung lagu
Untuk Mama...

Mama ....
Tatapanku menengadah bintang
Apakah kau hadir disana
Apa kau ada dalam mesramu bersama papa
Yang sedang memelukku
Kala puisi ini kubacakan
Setiap kata-kata ini kian meneteskan
Hanya menderaikan renungan tentangmu mama
Helai malam ikut mencicipi di ulang tahun yang tidak dirayakan
Namun kau mengajakku berkidung dengan bintan-bintang yang terus menyinari jiwa

Mama....
Cahaya apa itu yang kian menderang
Apakah itu lilin yang kerap kau nyalakan
Untuk menerangi hidupku yang kau tinggalkan
Kala aku sadar sumbu hidup bertahan
Kian bernyawa dalam ragaku yang kau hadiahkan
Hanya terang ini yang mampu membuatku berjalan
Dengan dunia yang tak lagi punya apa-apa

Mama...
Suara siapakah itu gerangan
Yang membujukku dalam setiap belaian
Yang menginabobokan aku dalam setiap pangkuan yang penuh kecupan
Yang terpatri dalam santun ketika aku bicara
Yang selalu sopan dalam bertutur dan berbahasa
Menyenangkan setiap insan yang mendengarkan

Mama...
Jubah Siapakah itu kau kenakan
Dalam wibawa di alam sana
Kau terlalu terhormat untuk sujud yang Tuhan titipkan
Kau sang mega di awan-awan
Dan aku selalu ingin berjati diri yang sama
Dalam respek penuh rendah hati demikian

Mama...
Meski kau telah lama terkujur mati
Meski kisah kita sebatas kuncup yang yang bersemi
Takan kubiarkan kisahmu terbaring
Atau nasihatmu kan tertidur
Akan kusanggupi semua janji itu
Dengan darah yang mengalir di tubuhku ini
Demi mengikrarkan apa yang kau nasehati

Mama...
Ini aku dalam cara menengadah, menyapa
Aku yang ingin memelukmu sambil mengucapkan
Selamat Ulang tahun Mam..

Baca juga: kumpulan puisi renungan hati islami yang menyentuh banget.


Demikianlah kumpulan puisi puisi renungan yang sangat menyentuh di hati,  baca juga puisi renungan islami atau tentang puisi renungan hati yang lainnya, semoga kumpulan puisi renungan yang disajikan blog puisi dan kata bijak diatas dapat menghibur dan bermanfaat.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar