Kumpulan Puisi Gerimis Di Ujung Senja Dan Rindu yang Sedih Mengharukan
Kumpulan Puisi Gerimis Di Ujung Senja Dan Rindu yang Sedih Mengharukan

Kumpulan Puisi Gerimis Di Ujung Senja Dan Rindu yang Sedih Mengharukan

Kumpulan puisi gerimis di ujung senja dan rindu yang sedih mengharukan. Gerimis merupakan rintik hujan yang turun dari langit dalam skala kecil, yang jika dalam puisi terkadang diartikan sebagai kata kiasan kesedihan atau hal-hal yang berkaitan dengan kata kata sedih yang menyentuh hati dan mengharukan.

Nah puisi tentang gerimis dan puisi tentang senja rindu yang yang dipublikasikan kali ini merupakan kumpulan puisi kesedihan atau puisi sedih yang mengharukan dengan tema puisi gerimisi di ujung senja,Bila menyukai rangkaian kata kata senja dan kata kata rindu yang mengandung kata kesedihan mungkin puisi yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak ini jawabannya.

Dan berikut adalah daftar kumpulan judul puisi gerimis di ujung senjayang berisikan puisi sedih puisi untuk senja puisi rindu yang mengharukan dan lain-lain diantaranya:

Sekitar tiga belas judul puisi untuk senja sedih yang menceritakan tentang kata kata sedih dalam bentuk bait-bait puisi tentang senja.


Kumpulan Puisi Gerimis Di Ujung Senja Dan Rindu yang Sedih Mengharukan

Bagaiman cerita puisi dan kata kata puisi senja sedih dan puisi rindu yang sedih mengharukan dalam rangkaian bait-bait senja puisi dan kata kata cinta di ujung senja. untuk lebih jelas tentang puisi untuk senja sedih disimak saja berikut ini kumpulan puisi gerimis di ujung senja dan rindu yang sedih menyanteh hati dan mengharukan diawali dari puisi rindu diujung senja.

puisi gerimis di ujung senja

#1. PUISI RINDU DIUJUNG SENJA
Oleh: Ayu Firdausy

Perlahan gelap merambat
Memeluk temaram malam
Mentari berselimut
Disinggasananya

Sang bayu berhembus
Memberi irama sunyi
Pada dahan yang menari
Ikuti senandung rindu sepi

Rembulan pun mulai
Mengintai dibalik awan
Memberikan cahyanya yang redup
Membawa kedamaian setiap insan

Ketika aku menelusuri altar
Senja pada tingkap resah gerimis
Yang membasuh raga nan tandus
Keterpakuan kala kau semakin jauh

Hujan pada senja
Membuat jiwa terhampar
Diguliran masa nan lara
Bertahta kalbu disinggasananya

Rinai hujan pada senja
Semburat jingga pada kenangan
Luka menyayat tetesan tirta
Basahi celah kerinduan

Kesunyian menderap laju
Menuju palung hati saat kelam
Menambatkan bidaknya
Pada dinding senja yang tak lagi merona

Angin senja meliuk diatas alas
Kebaskan rukma yang tergerai
Menepak keras pada kesunyian
Terhempas di relung yang cadas

Back to list title puisi gerimis di ujung senja dan rindu yang sedih ↑

#2. PUISI TENTANG GERIMIS DI UJUNG SENJA

puisi tentang gerimis di ujung senja

Bagian kedua kumpulan puisi untuk senja sedih adalah puisi tentang gerimis di ujung senja, yang berisikan rangkaian kata kata senja dan kata puisi tentang senja dan kekasih yang dirangkai dengan kata kata gerimis senja, untuk lebih jelasnya tentang makna puisinya disimak saja berikut ini.


Gerimis Di Ujung Senja
Oleh: Lentera Jingga

Bisik Di sela gerimis
Setangkup damai kuharap saat ku pulang
Namun mengapa harus berhenti di ujung jalan
Rindu yang kau katakan bersama beningnya telaga tinggal hening sekeliling
Kau telah pergi sebelum selesai kutenun remah asa

Lalu haruskah kubiarkan angan menelisik relung
Hingga buih memburu prasangka gempita
Sedang hati enggan mengkristalkan rindu
Teratai hati layu sebelum hujan redupkan mentari kala senja menenun jingga
Masihkah kau tanya??

Tentang hikayat balada di balik cadar yang terbiar
Atau fatamorgana yang di depan mata
sementara mega masih membubung merubung langit
Sajak hanya bisik lelah di sela gerimis

DAWAI MALAM BURAM
Oleh: NN

Giris gerimis jatuh di ujung senja
Kian terbirit mentari pergi
Tinggalkan semesta nan beranjak gulita
Sedang tinta, belum usai disemai

Kusuguh penat pada malam
Karya elegi siang tadi
Ketika asa mengeja mimpi
Agar esok bukan legenda buram

Masih cerita sama
Ketika malam kian buta
Hanya gulita berkerudung sepi
Hantarkan angan pada illusi

Kerinduan ini telah purnama
Dentingnya kian nyaring
Menggema di lorong jiwa
Bergemuruh nestapa di pulau asing

Cuma pejamkan netra
Mantra sakti pelipur duka
Harapkan lena dibuai mimpi
Biarkan malam menuju pagi

Aku, masih di sini
Merajut hari-hari
Entah, apa nan kubawa serta
Mungkin asa, bersorban nestapa


Puisi Gerimis Senja
Oleh: Rohmatul Jamilah

Senja kemarin kita masih sempat bercerita
Tentang bangunan rumah cantik dengan kolam kecil
Berhiaskan lampu temaram bertabur jala pesona
Semakin manis dengan sulaman bunga cinta
Yang tumbuh di antara rimbunnya perdu rindu
Bakal tempat kita memadukan rasa dan asa

Jemari kita menyatu menarikan ujung kuas
Menjejak harap dalam kanvas lukisan alam
Terlena dalam anggunnya tarian dewi angan
Hingga tak sadar akan hadirnya gerimis senja
Perlahan menghapus jejak manis lukisan asa kita

Senja kini gerimis datang kembali
Rintik kecilnya mampu menembus relung jiwa
Mengoyak luka yang telah rapi tersembunyi
Luka yang telah kau semat di ujung belati egomu
Menembus dan melumat bangunan cinta kita

Gerimis senja kini mengajarkan padaku
Akan artinya menutup pintu hati
Sebab memaafkanmu adalah bunuh diri

MlgeRja-mielah,270718

Back to list title puisi gerimis di ujung senja dan rindu yang sedih ↑

#3. PUISI TENTANG SENJA DAN RINDU YANG SEDIH MENGHARUKAN

puisi tentang senja dan rindu yang sedih

Dan Selanjutnya adalah puisi tentang senja dan rindu yang sedih mengharukan atau puisi senja sedih menyentuh hati, bagaimana cerita puisi dan kata kata puisi dalam bait puisi untuk senja dan rindu yang sedih, disimak saja puisinya dibawah ini, bagar mengerti maksud dalam bait-bait puisi tentang senja dan rindu.


SEPARUH HATIMU TERTINGGAL
Oleh: Rintanalinie Girinata Primanique

Gerimis senja datang tumpah di hamparan kanvas jingga
Kulukis wajahmu dengan cahaya
Mata bening menggantung senyum
Rintik rindu usai mengguyur bumi
Hujan melepas pelangi
Kita berebut di cakrawala

Di bawah langit malam
Rembulan tersesat tanpa peluk rindu
Duka menjadi angin ketuk jendela mimpi
Masih berayun di lentik bulu mata
Bersama pada detik nan menggelitik malam membingkai senyum

Memetik embun di ujung subuh
Bulan turun diantar tawa renyah
Angin tetap berlalu tak mau menoleh
Aroma sunyi memagut sepi
Kutulis pertemuan dan perpisahan tak sesederhana wajahmu
Tersebab aku hanya nada dalam alun symphonimu

Kng, 16/09/2018


ADA RINDU DI BIBIR SENJA
Karya: Edief

Aku pernah berkata tentang rasa itu
Ketika gerimis melumuri ranah kering
Aku pernah berucap tentang indah asmara
Kala kausinggahi relung kalbu

Tapi sepasang mata elang seperti cemburu
Meski barisan cemara merayu sang bayu
Lalu kuhamparkan abjad sempurna di kanvas bumi
Ketika gugusan hari menggerus waktu

Kuhunus ujung resah di bibir senja
Agar menancap tepat di titik kalbu
Biar rindu yang merajam tak lagi meluka
Di antara percikkan harap kusematkan bunga kasih

Hai rindu, tebarkan pesonamu pada bulan sabit malam nanti
Taburkan benih kasih di punggung malam
Agar aroma wangimu meresap ke tubuh bumi
Sehingga melarutkan kegundahan yang kian membukit


#4. PUISI HUJAN DI UJUNG SENJA
Oleh: Yan Ismail Yan

Terkasih...
Di sini hujan lebat
Berbalut selimut menghangat raga
dingin terasa hingga sampai ke tangan
merambah mencari celah
hujan kali ini begitu berbeda
berbeda kerana di ujung senja...

Aku masih di sini
masih menjadi beku yang tak hangat
terasa sesak takkala tertatap
mungkin dingin menjadi penawar
atap dan daun rimbun jadi saksi

Bahwa bening mencumbu hijau
terlarut basah meninggal subur
penawar indah di musim kemarau

Back to list title puisi gerimis di ujung senja dan rindu yang sedih ↑

#5. PUISI TANGISAN DI UJUNG SENJA

 tema puisi tangisan senja

Pada umumnya hal yang berkaitan dengan tangisan adalah cerita yang mengharukan dan hal-hal yang menyentuh hati yang terkadang dalam bentuk kesedihan namun terkadang judul sebagaii hal yang membuat hati bahagia, akan tetapi tema puisi tangisan senja merupakan puisi sedih karena cinta, dan untuk lebih jelasnya, disimak saja berikut ini, puisi tangisan diujung senja bagian kelima kumpulan puisi gerimis di ujung senja.


SENJA YANG SEDIH
Oleh: Kidung Asmaraning Ratri

Gerimis senja ini hadirkan rinai
Tanpa pelangi yang terurai
Karena mentari perlahan pergi
Meninggalkan luka di ujung sunyi

Hanya seberkas cahaya bianglala jingga
Yang berkunjung tanpa bagaskara
Menyapa hati yang terlanda rasa
Mengupas kerinduan dalam jiwa

Aku nikmati keindahan pesonamu
Termangu aku di bibir pintu
Bayanganmu mulai bermain di pelupukku
Menyiksa aku dalam rindu

Senja kini berlalu perlahan
Semoga malam menghadirkan bintang
Walau tanpa rembulan

Gerimis Senja Ini
Oleh: Eva Srie Tandjung

Perlahan kukemas langkah;
Mengikuti suara hati, menyisir tepian pantai
Begitu halus suara gelombang, bergemulung dalam tarian samudera
Nyaris tak terdengar, kecuali suara bathinku yang terhimpit rejaman rindu
Ujung cemara itu menunduk diam, menyaksikan butiran pasir memutih

Tiada lagi cerahnya langit kutatap
Birunya cakrawala seketika lenyap
Aku terdiam, menahan gemuruh hati yang mulai menghujam
Debur rindu kian menggelegak, memenuhi rongga jiwa
Menikam aksara aksara puisi yang tak terbaca
Tertunduk, ... terdiam, ... memahati rindu di ujung senja

Cakrawala menangis
Angin tak lagi menyapu dengan kelembutanya
Namun menerpa bibirku yang kering tersapu air mata kerinduan
Adalah hujan dan air mata, itu tak dapat lagi dibedakan, mengalir dalam satu senggʌma di wajah kuyupku
Gigil kembali menyapa,
Dan menyandarkanku pada karang tempatku menyimpan butiran butiran rindu

Back to list title puisi gerimis di ujung senja dan rindu yang sedih ↑

#6. PUISI CINTA DI UJUNG SENJA SEDIH

puisi cinta di ujung senja sedih,

Dan bagian kelima adalah puisi tentang cinta sedih dengan tema puisi cinta di ujung senja sedih, bagaimana kata kata cinta dan kata sedih dalam bait puisinya untuk lebih jelasnya puisi dan makna, disimak saja berikut ini puisi cinta di ujung senja sedih.


Senja terluka
Oleh: ferry Prasetya

Gerimis di ujung netra
Selamat tinggal jingga
Selamat datang duka

Kelam malam sahabat setia
Kesunyian nada senandung jiwa
Kesendirian diantara tiada

Cinta hanya rasa
Tak kan pernah terwujud nyata
Aku kehilangan yang tak ku punya


IZINKAN AKU PERGI DARI KEHIDUPANMU
Oleh: Ismi Sofia Ananda

Telah lama rasa berkutat
Sejalan hasrat saling memadu temu
Gelora ini begitu memikat

Di ujung jalan, jemu yang mungkin terjadi
Kepada suara-suara camar senja gerimis
Lepas ikatan sekilas ingatan

Aku ingin menjelajahi samudera
Sendiri saja di atas bahtera
Izinkan kupergi tanpa ragu


#7. PUISI PENANTIAN DI UJUNG SENJA
Oleh: Leo

Semilir angin menyibak anak rambutmu
Yang jatuh tergerai di ujung bahu
Bias silau cahaya senja
Memantul dari balik jendela kaca

Bola matamu tak pernah redup
Menyisir segala arah
Berharap keajaiban akan datang
Meski harapan itu nyaris hilang

Kaki melangkah mengayun lesu
Tinggalkan senja tempat menunggu
Akankah rindu selalu begitu
Selalu menunggu
Walau kuntummu telah layu

Back to list title puisi gerimis di ujung senja dan rindu yang sedih ↑

#8. SENANDUNG SENDU DI UJUNG SENJA
Oleh: Ibu S

Rona pelangi tersisih gerimis dingin sore tadi
Lembayung tersenyum kecut tak berkutik
Awan putih berarak terseret awan hitam
Langit hanya menatap diam dengan binarnya yang redup

Sedang malam mengintip dari balik jendela kayangan
Dia tertawa dan mengulurkan tangannya pada alam semesta
Senja pun beranjak lunglai tak berdaya
Pelangi menguntit dalam bisu

Kini pekat bersorak bertepuk tangan riang merayakan kemenangannya
Tanpa di hiasi rembulan dan bintang
Kunang kunang tengadah risih
Kelelawar berhamburan menemani sang pungguk yang merindu

Pekat kian mencekam.
Aku tertunduk lesu
Mengapa di akhir senjaku
Kembali kanvalku tercabik hingga terasa perih
Saat mereka tertawa bahagia dengan gelamornya merayakan kebahagian

Lihatlah aku disini dengan luka yang kembali mereka torehkan
Tak berartikah perjuanganku
Pengorbananku di mata mereka
Apa salahku...
Tak cukupkah kesabaranku selama ini...
Aku disini

Saat ini aku duduk sendiri dalam sepi berteman data yang selalu setia menemaniku
Ingin rasanya kuberlari pergi menemuimu dan menangis dipelukanmu kan ceritakan semuanya tentangku

Kini biarkan aku menangis sepuasnya dalam peluk bayangmu aku tak sanggup menahan semua ini sendiri
Aku hanya seorang hawa yang lemah
Andai engkau ada di sisiku saat ini mungkin engkau kan erat memeluku dan membiarkanku tersedu di dadamu

Dadaku semakin sesak...
Sedang pagi kan menjemput
Sanggupkah aku...
Kini dilintang utara kotaku
Kusenandungkan kidung sendu di ujung senja ditemani riuh angin
Inilah puisi rindu nan sendu di penghujung senjaku
Kan kujemput rindu berhias keikhlasan bermahkotakan kesabaran bertahtakan kebijakan

Walau perih menghantar tidurku malam ini
Kan kubiarkan selimut luka mendekap
Dalam senyuman kepasrahan pada-Nya
Malam temani aku saat ini bersama segelas air putih penyejuk jiwa dalam tiupan lantunan ayat ayat-Nya.


Demikinalah kumpulan puisi gerimis di ujung senja dan rindu yang sedih mengharukan. baca juga puisi sedih menyentuh hati yang atau puisi tentang senja dan kekasih yang lainnya halaman lain blog puisi dan kata bijak, semoga kumpulan puisi senja sedih, atau puisi-puisi sedih diatas dapat menghibur.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar