Kumpulan Puisi - Puisi Dari Puisi Dan Kata Bijak - Karya Sewangi Haruman Rindu
Kumpulan Puisi - Puisi Dari Puisi Dan Kata Bijak - Karya Sewangi Haruman Rindu

Kumpulan Puisi - Puisi Dari Puisi Dan Kata Bijak - Karya Sewangi Haruman Rindu

Kumpulan puisi - puisi dari puisi dan kata bijak. Puisi indah dan bermakna yang berisikan puisi bijak, puisi  rindu, puisi cinta, puisi perjuangan hidup merupakan puisi dari penyair facebook dari Malaysia, bernama Profil Facebook Sewangi Haruman Rindu.

Puisi - puisi ini bukanlah puisi pendek, akan tetapi puisi panjang dengan rima, irama dan sajak yang sangat teratur, sehingga puisi berbahasa melayu ini menarik untuk disimak.

Walaupun puisi- puisinya berbahasa melayu, namun saya yakin teman-teman yang di Indonesia, pasti mengerti makna di balik rangkaian kata kata puisi yang ada pada bait bait puisi berbahasa melayu, ini karena bahasa Indonesia dan bahasa melayu hampir sama saja.

Dan ada pun masing-masing daftar judul puisi - puisi dari puisi dan kata bijak yang yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak diantaranya:

Sebelas judul puisi berbahasa melayu Malaysia yang berisikan puisi bijak, puisi cinta, puisi rindu puisi perjuangan hidup dan lain-lain. yang bisa menjadi rujukan atau contoh puisi untuk menulis puisi.


Kumpulan Puisi - Puisi Dari Puisi Dan Kata Bijak

Kenapa bertema puisi dan kata bijak, karena puisi- puisi ini dari grup puisi dan kata bijak, dan juga karen salah satu dari sebelas puisi juga berjudul puisi bijak.

Bagaimana cerita puisi dan kata kata bijak dalam bait-bait puisi tersebut, untuk lebih jelasnya disimak saja puisinya dibawah ini, diawali dari puisi jangan berlagak mak marah, berikut ini puisinya.


JANGAN BERLAGAK MAK MARAH

Sungguh tinggi si helang terbang
sayap mengepak melupa ranting
berbangga diri menunjuk belang
sedas ditembak jatuh berguling.

Harimau di hutan mempamer taring
dialah raja penguasa rimba
terasa mapan si orang penting
menghambur kata mengikut suka.

Sultan Kelantan mencemar duli
hamparan merah tidak dipandang
orang bawahan mengangkat diri
bermegah-megah disanjung orang.

Tirus menikam si muncung todak
menyerang jiwa tepian pantai
akal tajam seorang budak
tertewas juga menjadi bangkai.

Sebesar-besar bapak gergasi
santapnya dari daging manusia
rasa bergegar hujat diberi
hinanya peri memamah saudara.

Jerung di lautan senyum menguntum
melihat bilis di hadapan mata
janganlah tuan sembang berdentum
Sudahkah habis modal bicara?

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 25 Ogos 2018


AINULBANAT

Hati berselerak bagai butiran pasir
seluruh alam amarahmu menaksir
debu yang diam lalu bertebaran
setelah digugah senyap kedamaian

sepertinya putihmu tak pernah hitam
suci halal tak dibaluti haram
berdentum guruh di langit
setelah perit merasa hatimu yang sakit

halilintar bertalu-talu menghujat
melepaskan rasa sebagai akibat
jadilah seperti embun
singgah di pohon yang rimbun

usah berpura menjadi bayu
akhirnya mengirim taufan berliku
setenang air di samudera
badainya menjadi bencana

langit yang tadinya cerah
bertukar warna yang merah
setitik nila merosak susu
terbuang semua begitu

sekeping hatimu yang terjaga
seluruh jiwa kaukatakan dusta
sedang tanah menerima hadirnya lumpur
tumbuhlah padi menguning subur

kau tak rela dihinggapi sezarah hama
seluruh insan kauanggap tidak bermakna
teruslah kau kekal seumpama nilam
di perut bumi nan tenggelam.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 24 Ogos 2018 Back to list title puisi dan kata bijak ↑


TELUNJUK LURUS KELINGKING BERKAIT

Rapi tenun lembar ainulbanat
tapi berjahit benang sekerat
murni tersantun indah tersurat
noda terpalit hakikat tersirat.

Gendam berbunyi syahda pesona
paras melirik dibangga mulia
dendam berperi menabur duka
perih gelitik disimbah cuka.

Anak kampung masuk keraton
gemuruh darah terlebih hormon
terasa agung terima medalion
sombong megah ditayang tonton.

Sudah ke bukit mendaki langit
terjunam ke lembah mendapat sakit
apa dijerit senang sedikit
Tuhan menyanggah sepit terhimpit.

Merah ulas delima merekah
disangka manis si nesan lebah
terus terbabas diri menjerkah
melekat kudis terbaring rebah.

Semarak-marak api membakar
datang banjir lalu mencabar
kalau berkehendak renung sebentar
marah diusir terus bersabar.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 18 Ogos 2018


PUISI DARJAT

Si tepak sireh tendang selerak
hajat yang murni tersungkur retak
darjat memilih emas dan perak
cinta yang suci dikerat tetak

adatlah resam junjung sebagak
jujurnya insan boleh diinjak
asamlah garam orang berlagak
takdirnya Tuhan dikoyak-rabak

seputih nasi bawahnya kerak
hambur ke tanah dicampak-campak
berbangga diri tidak beragak
ikut seranah ayah dan emak

di dalam kubur tidak bergerak
diam terbendung di dalam petak
darjat leluhur digalang ambak
adat bernaung matilah anak

wangi kasturi tersalah jambak
rupanya arang diserkap congak
harta berperi mengundang sebak
rupanya serampang dihunus cacak

jalar dedalu menumpang letak
di puncak buluh enggan dipijak
sekali lalu daya Sang Mutlak
berdentum guruh derai selambak.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 17 Ogos 2018 Back to list title puisi dan kata bijak ↑


SEPOHON DOA KUDUS

Biar benci merajai dalam jiwa
kasih tidak berganjak menjauhi cinta
walau terhapus diri lenyap tak bermakna
seteguh harapan terbina dilingkari doa

andai melarang melintas dipandang mata
nescaya dekat bagai berdampingan raga
biarlah tertancap seluruh perkataan hina
ukiran senyuman menyampaikan makna

kiranya tenang gerangan diam tak berkata
kekal hati ini tertulis memelihara cinta
ke destinasi manapun tingkahnya menyirna
terlukis rasa yang takkan berdusta

hitam terhidang membungkam lara
pasti juga tersambut sejernih rasa
satu khilaf seluruh hidup teranggap berdosa
setelah seumur usia berkorban segalanya

tiada kekuatan upaya memberi lara
hanya bahagia berbunga sebagai mantra
terkebelakang diri yang dilupa

tertinggal cinta sudah tak berdua
hanya utusan kalbu kepada Dia
dilindungi tersayang dalam sejahtera.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 17 Ogos 2018


PERJUANGAN

Rindu menyimpul di dadaku
bukan persis cerita keramat dewa
bertatah berhias dewangga
carik robek bertampung tiris
tak semegah mahatma dunia
tak seindah benderang cahaya
persembahan berliku bertalu
suara bergema tersekat
menyesak jiwa.

Hanya termampu bermimpi
di balik makrifat khayalan
mengenang simfoni duka
diiringi hujan
perjalananku tergendala
ketika manismu jauh di depan
tetap kugagahi hingga kering darah
di batas tragedi.

Bagaimana harus ditukar?
merebak jalar warna si abu-abu
terlihat persona bak lazuardi
hanya ajaib permintaan yang bermohon
dipinjam sakti Sang Wisesa
berjalan hiba di tanah gersang
Bilakah lupus tandus yang panjang?
kaki yang dulu berlari
perlahan sayu dipaksakan rentan
mengakuri segala ketentuan
aku yang hidup merindu
di satu persinggahan.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 17 Ogos 2018



SEKSYEN RINDU/KALBU

Kau yang terlihat di cermin mimpi
berlilit sekalung harapan
sedang lumpur bergelumang
menunggu masa diinjak
dibawa naik ke permatang
terbayang di ingatan
sebenarnya rindu tak terpadam.

Demahkan sunyi disulami senyummu
tak terasa sakitnya sendu yang merindu
berpaut genggam pada tangkai itu
janganlah layu pada sekuntum mekarmu.

Walau daya hanya setapak
namun impi di hujung dunia
selagi upaya kaki berpijak
cinta tetap mengisi rongga.

Engkau maulhayat menyongsang derita
berpimpin gelita bertemu cahaya
kataku lirih bukannya ucapan Kamajaya
hanyalah sekelumit dari sekalian yang ada
gagak terbang sendirian di langit
hinggap sebentar memandang bahagia
si bongkok menanti di gerbang bunian
sedondon warna puteri
cukup buat melukis senyuman.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 17 Ogos 2018 Back to list title puisi dan kata bijak ↑


PUISI DIKAU

Sejauh langkah kaki membawa diri
bayangmu setia menemani hari
menggoda di ruang ingatan ini
rasa yang tak pernah mati.

Kudiamkan rindu yang ingin berperi
biarlah maraknya melebihi kobaran api
biarpun kutahu sakitnya perit sekali
ini saja bahagia yang ada di dalam diri.

Di kejauhan rasa kau menjelma lagi
terimbas khayal bagai menggenggam jari
walaupun terpisah terasa engkau mendekati
terasa jelmamu ke arah manapun aku berdiri.

Bukan parasmu memanggil berahi
namun merindunya pada kehalusan budi
tak kunanti pada wujud bidadari
haruman rindumu membenam wangian kasturi.

Padamu apa yang selama ini kucari
padamu ada hati yang ingin aku miliki
tetaplah aku terus menanti
sehingga terbuka hijabnya sudi.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 27 Julai 2018


SENANDUNG BERINGIN

Pada hayat antara kau dan aku
ingin sekali aku berjalan
di atas lebar dada sebidang tanah
dihiasi rerumput menghijau bersama aromanya
basah disirami embun pagi
dan tersisip jemari kita berdua
seiringan tersenyum bertentang mata.

Sebelum tercetak nama pada seketul batu
aku ingin berada di teratak kayu
beratap rumbia berlantai bambu
menyaksikan dedaun nangka kering berguguran
bercampur helai-helai dari pohon rambutan
dan adanya kamu menemani di sisiku
menghirup secangkir kopi
dan jemput-jemput ikan bilis
disertakan gurau senda lewat sore
terbaring di atas empuk pahamu
sambil kau memicit-micit ubun-ubunku.

Tidaklah kuidam
penghidupan orang kaya ternama
cukup penghidupan yang biasa-biasa
tapi indahnya dicemburui segenap maya
berdua kita telusuri pinggiran sungai
atau bermain buih di gigi pantai
kita satukan cinta ke dimensi alam
sambil jari telunjuk
melintang memagut dagumu
lalu tercetak kenangan itu
yang masih kekal menghuni ingatan
salah satu antara kita
setelah yang satu lagi pergi dahulu.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 13 Ogos 2018


KHABARKAN

Setinggi gunung puncak harapan
mustahil mencecah awan
daya terlantar di permukaan
hajat bersayapkan impian
segenggam pasir di telapak tangan
hancur menjadi debu berterbangan
menggenggam air selautan
selamanya takkan kekeringan
langit kirmizi berlalu dari pandangan
menyusul malam berselubung kegelapan

Di mana terletak pengakhiran?
atas sebuah penantian

Terbatalkah semua penyiksaan?
dimansuhkan kematian
berjalan sampai waktunya kelelahan
sepohon doa memanggil nama-Nya Tuhan
di saat gugur daun-daun kekeringan
campakkan setitis hujan kerahmatan
alam yang sudi mengertikan
bawakanlah semua penyampaian
sebelum bencana menelan
damba aku dalam dakapan.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 12 Ogos 2018 Back to list title puisi dan kata bijak ↑


PUISI BIJAK

Kita pandai
senang pula mengucapkan bodoh
kita terlalu pandai
langsung taksub memandai-mandai
kita pandai
mudah gampang memandang hina
hanya kita pandai dan tahu
orang lain dianggap tidak berguna
hanya kerana pandai
tapi taatnya tidak sehebat si luncai
hanya kerana pandai
sekangkang tanah tergadai.

Kita memang pandai
habis semua dibantai
kita memang pandai
tapi terkadang kaki tersandung
tertiarap ke lantai.

Kalau benar kaupandai
nyatakanlah apa yang ada di hatiku ini
itupun kau tidak tahu
memang sahih kaubodoh seperti aku
setinggi mana hidungmu kauangkat
sewaktu sujud tetap juga
punggungmu lebih tinggi dari kepala
Hei! Manusia pandai!
tak perlu berlagak pandai
bila kaufikir kaupandai
ada lagi makhluk Tuhan yang lebih pandai.

Semuanya hanya pinjam-pinjaman
suatu hari pandai kaupulangkan
sewaktu kaku jasadmu di pembaringan
datang si bodoh melilit kafan.

TONGKAT SAKTI
Belantara Konkrit
Semenanjung Tanah Melayu 1 Ogos 2018


Demikianlah kumpulan puisi - puisi dari puisi dan kata bijak, baca juga puisi bijak yang lain atau puisi- puisi yang ada di blog puisi dan kata bijak, semoga puisi yang diupdate dikesempatan ini dapat menghibur pembaca sekalian.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar