Puisi Tentang Rindu kekasih - Hony. S
Puisi Tentang Rindu kekasih - Hony. S

Puisi Tentang Rindu kekasih - Hony. S

Puisi tentang rindu kekasih. Merindukan kekasih adalah hal yang lumrah dalam hubungan cinta karena rindu dan cinta merupakan dua kata yang saling membutuhkan yang saling melekapi dalam hubungan cinta.

Sebab ketika ada rindu yang tumbuh dari dalam hati, tentunya ini terjadi karena adanya perasaan cinta, jadi rindu dan cinta dua kata kata indah yang sulit terpisahakan.

Dan mengenai kata kata tentang rindu puisi yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak dikesempatan ini merupakan puisi rindu.

Puisi-puisi ini tentunya menceritakan dan membahas tentang kata kata rindu dan kata kata cinta dalam bentuk bait bait puisi tentang rindu.

Dan berikut ini adalah daftar judul puisi tentang rindu yang ditulis oleh Hony dan dipublikasikan puisibijak.com antara lain:

  1. Puisi disini ada rindu
  2. Puisi tentangmu didalam buku harianku
  3. Puisi kunanti kembali hadirmu ditepi pantai biru

Tiga koleksi puisi rindu, untuk pembaca yang sedang merasakan rindu kepada kekasih hati

atau mungkin sedang sangat rindu kepada kekasih yang jauh sehingga sampai di halaman yang menyajikan puisi-puisi tentang rindu, atau puisi kerinduan karena cinta.


#3 Tiga Puisi Tentang Rindu Kekasih

Puisi rindu merupakan rangkaian kata kata rindu yang di rangkai dengan kata -kata puisi sehingga menyajikan puisi tentang rindu,

Nah bagaiman cerota puisi rindu dan kata kata puisi tentang rindu, dalam bait bait puisi yang dipublikasikan puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya disimak saja berikut ini puisi-puisinya yang bisa menjadi inpirasi rindu untuk menuliskan puisi rindu kepada kekasih.


DISINI ADA RINDU YANG TAK PERNAH LAYU
Oleh: Hony.S

Bisik hati mendesah pelan
Di kesunyian malam yang semakin kelam
Ada melati terjaga mengendus hidung wangi kerinduan
Dalam diam, dalam kosong, yang hampa

Putik-putik bunga kasmaran yang dahulu berbunga tidak pernah layu
Sampai saat ini masih berkembang tanpa sentuhan kumbang
Yang datang hanya untuk sekedar bertandang
Sesaat kemudian mungkin menghilang

Dengus.. hembusan angin semakin cepat
Merapat kedalam dinding pori-pori erat
Mendekap memeluk kesepian yang semakin kian merambat
Mengetuk keheningan jiwa dalam kenangan keindahan sesaat

Iya, lonceng malam kembali berdentang
Menyuarakan seruling nyanyian melodi silam
Yang tak pernah karam biarpun waktu telah berganti kalender tahun berulang

Masih rindu ini tetap berkembang
Di pelataran hari-hari yang sekian datang berlari
Tak sedikit pun gugur layu di kalbu
Tetap, menjadi taman hati yang beraroma di sepanjang memori

Hony.S
Mei 15-18


TENTANGMU DI DALAM BUKU HARIANKU
Oleh: Hony.S 

Tentang kamu dalam buku diary harianku
Ini tentangmu.. bukan tentangku
Aku menulisnya di sini untuk kau baca

Tetapi.. sayang sekali..
Begitu banyak waktu ku tak indahkan hanya demi menulisnya
Untuk kau mengerti..
Kau sudah pergi jauh..
Telah terlambat kata-kata untuk kuungkap satu demi satu
Telah hilang bagaimana rasa untuk kusediakan saputangan airmata agar kau ketahui bagaimana lara dapat ter-jaga

Ya kekasih
Disini masih banyak hantaran mawar-mawar senja yang ingin kurangkai menjadi taman tulisan
Tetapi.. sayang sekali.. engkau begitu saja minggat dari perpustakaan hatiku tanpa setitik terang lampu yang menyalakan perjalananku untuk menemukanmu
Kau raib telah
Dimana matahari saja tak dapat menyelinapkan sinarnya untuk sekedar mengintaimu

Oh..kekasih..
Bagaimana aku membawa semua lukisan hati ini sendiri
Sedangkan kanvas jiwaku kini telah terbungkus jejak-jejak kusam
Bahagiakah? ..
Ketika kutahu engkau telah menghilang tanpa aku dapat menemukan sekedar bayangan

Kekasih..
Gelap sudah matahari pagiku
Didalam kehidupan malam yang kini menjelagai mimpi indahku
Aku terjebak.. di dasar waktu yang tak menerbitkan sebuah bintang polaris arah petunjuk langkah hatiku..

Kekasih dalam kehidupan yang berbeda..

Malam di bulan Mei yang tersiram oleh hujan yang turun
18-18 Hony.S


KUNANTI KEMBALI HADIRMU DI TEPI PANTAI BIRU
Oleh: Hony.S

Masih hangat senja itu
Membungkus lelangit biru
Pantai sukabumi pelabuhan ratu

Masih basah hati ini
Mengenang cerita hari
Dalam ketikan tinta jemari

Inikah yang dinamakan rindu?
Masih seperti beberapa menit yang lalu
Lelaki itu bersandar di pelukan dermaga
Melipat lengannya sambil memandang hamparan gelombang yang menyentuh karang
Menikmati panorama lautan yang pasang
Bersamaku si gadis bermata sEndu

Dalam belaian angin laut
Lelaki itu melubangkan segumpal asap sigaret
Melayangkannya meniupkannya menerbangkannya
Ketempat yang entah jauh dimana
Yang terlihat hanyalah setitik putih yang telah kabur

Bisu..
Sesaat hening ombak menutup telinga lautan
Memecah suara burung-burung walet yang beterbangan
Menggantikan debur yang sejenak melebur

Ya!
Saat itu seakan baru kemarin
Meninggalkan ku dalam kenangan
Potret rindu keindahan pantai pelabuhan ratu bersamamu

(Di dermaga malam yang pernah kita saksikan, bulan merah terlepas dilaut selatan dengan udara lembab kota pesisir yang melelapkan)

Mei di malam kedua Ramadhan
Yang hujan..

18-18 Hony.S

Demikianlah puisi tentang rindu atau puisi rindu yang di tulis oleh Hony, baca juga puisi-puisi rindu yang lain di blog ini semoga ketiga puisi yang bermakan rindu diatas dapat menghibur dan bermanfaat bagi pembaca blog puisi dan kata bijak.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar