Skip to main content
Kumpulan Puisi Kembali Kepada Fitrah / Sifat Asal

Kumpulan Puisi Kembali Kepada Fitrah / Sifat Asal

Kumpulan puisi kembali kepada fitrah atau sifat asal. Sifat asal manusia sesungguhnya adalah suci dan bersih, sebagaimana kita tahu dalam Islam terdapat konsep bahwa setiap orang dilahirkan kedunia ini dalam keadaan fitrah.

Fitrah dalam hal ini berarti bayi dilahirkan dalam keadaan suci, tidak memiliki dosa apapun, kata bijak kembali ke fitrah yang dikisahkan dalam bait puisi Islami tentang lebaran Idul fitri untuk kali ini.

Seseorang yang kembali kepada fitrahnya, mempunyai makna ia mencari kesucian dan keyakinannya yang asli, sebagaimana pada saat ia dilahirkan.

Berdasarkan wikipedia Fitrah adalah:sesuatu yang netral pada jiwa dan tidak terikat serta terpasung oleh keinginan dan keperluan duniawi dan berlapang dada serta jiwa yang tentram dan tenang.

Fitrah hanya punya satu tujuan yaitu selalu ingin kembali kepada Tuhan Penciptanya.

jiwa yang tidak terikat dengan harta benda duniawi dan yang meninggalkan penyakit jiwa (iri dengki,kecemburuan sosial,sombong,hasut,ria dan pelit).

Dan mengenai tentang kata kata bijak kembali ke fitrah, seperti tema halaman, beberapa puisi religi dan puisi lebaran yang dipublikasikan puisi dan kata bijak ini, dengan tema kumpulan puisi kembali kepada fitrah atau puisi sifat asli.

Puisi religi ini tentunya berkaitan dengan puisi lebaran atau puisi idul fitri, jika pembaca sedang mencari puisi lebaran atau puisi ucapan hari raya idul fitri, mungkin puisi - puisi islami ini jawaban pencarian anda.

Adapun masing masing judul puisi dengan tema puisi kembali kepada fitrah yang diterbitkan puisibijak.com diantaranya:

Enam koleksi puisi islami yang dapat menjadi contoh puisi bagi pembaca yang ingin menulis puisi menjelang hari raya idul fitri.


Kumpulan Puisi Kembali Kepada Fitrah / Puisi Sifat Asal

Puisi kembali fitrah adalah puisi islami yang menceritakan dan membahas tentang proses dan cara agar dapat menjadi fitrah, yang artinya kembali suci seperti bayi yang tak bernoda.

Bagaimana cerota puisi islami dalam bait bait puisi kembali fitran yang dipublikasikan puisi dan kata bijak. selengkapnya disimak saja beriku ini puisinya.


Terlahir Kembali
Oleh: Muarif Ambari.

Ketika ku dengar suara takbiran
Aku yang banyak dosa dan kekhilafan
Tak satupun ku berniat untuk mengecewakan
Aku hanya manusia yang penuh kekurangan

Ku melihat hilal sudah tampak
Kan ku tuliskan sebuah sajak
Aku meminta maaf kepada semua
Aku hanya manusia yang penuh salah dan lupa

Biarlah hati ini menghapus semua luka
Luka yang dulu sekarang bahagia
Kita seperti terlahir kembali
Semua kesalahan sudah tak dikenang lagi
Selamat idul Fitri mohon maaf lahir batin


Kembali Fitrah
Oleh: F.A Ulma

Tak ada kehidupan yang utuh dan sempurna, Begitupun dengan kehidupanku…
Dunia telah membutakan hatiku seperti awan menutup bulan
Hawa nʌfsu telah membelengguku seperti tahanan dipenjara
Kesombongan telah membodohi aqidahku
Syetan telah menjerumuskanku kepadang maksiat

Sementara kesibukan duniawi kukejar demi sebuah pencapaian.
Saat adzan-Mu berkumandang, aku masih berkutat dengan tumpukan kesibukan.
Saat asma-Mu dilantunkan, aku pun tak bergeming melafadzkannya.
Aku justru terbuai dengan kenikmatan dunia fatamorgana.

Ya Rabb…
Ratusan duafa, anak yatim piatu membutuhkan belas kasih dariku
Aku malah sibuk menghitung pundi-pundi kekayaan
Bahkan menyaksikan mereka dengan penuh keangkuhan…

Ya Rabb…
Terkadang aku lebih khusyuk di depan ponsel mungil itu?
Mengapa setiap dentingannya begitu menggodaku?
Terkadang waktuku tersita habis menanggapi pesan-pesan tak bermakna
Mengapa bukan ayat-ayat suci-Mu yang kulantunkan di setiap hariku?
Mengapa hati ini menjadi segan berzikir menyebut nama-Mu?
Terkadang pula aku lebih asyik dengan kesibukan duniawi.

Wahai Ar Rahman Ar Rahim…
Kumohonkan simpuh sujudku penuh pengharapan
Menundukku pada bumi-Mu, Menengadahku pada langit-Mu...
Sujud keningku pada titik terendah kuasa-Mu
Mengemis keridhoan-Mu menghapus dosa-dosa hamba-Mu...

Ya Rabb…
Sungguh aku ingin bersujud padamu
Bersungkur….
Membaca untaian kalam-Mu
Membasahi lisan dengan Tahmid dan Istigfar
Ditengah oase keimanan bersama untaian kasih sayang-Mu.

Wahai Al Ghafar Al Wasi
Sungguh tiada yang aku harapkan
Selain bersuci di oase Ramadhan-Mu….
Jalan terang dengan lentera kesejukan kalbu.

Ampuni aku Ya Rabb…
Yang sejenak abaikan-Mu, lupakan-Mu dalam pijak khilafku...
Dosa ku bagai buih dilautan yang bergelimang, Pijak langkah penuh kenistaan
Jejak sesal pernah durhakaimu Ya Rabb…

Ya Robb…
Nadiku diujung penantian, Takdirku dalam gengam-Mu
Luruskan hati, jagalah imanku sampai ajal menjemput….
Di bilik Ramadhan-Mu, kusandarkan asa…
Pengampunan-Mu kumohonkan, Rahmat-Mu kuharapkan
Untuk kembali FITRI


MENUJU FITRAH
Karya bersama Ika Kartika dan MS Sang Muham

Tak mudah lepas dari ikatan kaki
muskil bertahan di tengah kepungan bara
bahkan jiwa terancam sirna
dari kutukan nurani di keriuhan bumi nan fana

Pada Mu segala daya tercurah
atas diri yang masih berbenah
pada Mu kusandarkan sudah
kembali diri menuju fitrah

Tak ada upaya lain kecuali berserah pasrah
tengadahkan diri di pintu kodrati

Duh Gusti Pangeran tempatku berserah
berilah hikmat agar diri mampu menjalani


Kembali ke Fitrah
Oleh Ms Sang Muham

Diam menyimpan sejuta magna,
meski sulit menterjemahkanya

Seandainya sapamu dalam bahasa semestinya,
bagiku itu lebih indah dari permata

Bahasakanlah apa saja yang ingin kau katakan
agar tak renta niat disukma

Andai kau selesaikan makna tersirat bahasamu,
maka semakin berartilah persahabatan itu

Mari kembali ke fitrah,
memutihkan kelamnya jiwa raga,
kita ejawantahkan dalam sikap senyatanya
bekal menuju hening yang abadi...

Takutkah kalian Beragama
Oleh:  Muarif Ambari.

Dimana namanya kebenaran?
Disaat manusia takut keberagaman.
Dimana rasa persaudaraan
Disaat parasit bertebaran

Takutkah kalian Beragama?
Ataukah kita ingin bebas di dunia
Kebebasan tanpa batasan
Kejahilan menjadi ruang kepalsuan

Berhijrah lah kembali ke fitrah
Dari manusia lupa dan berkeluh-kesah
Kenapa kita harus mencari-cari
Kesalahan orang lain dan Diri sendiri

Bukankah lebih baik saling menghargai?
Untuk perdamaian di muka bumi
Bukankah fungsi beragama mencapai perdamaian
Mencapai Berkah hidup persaudaraan
Beragama Menjaga Persaudaraan


Demikianlah kumpulan puisi kembali kepada fitrah atau puisi sifat asal, baca juga puisi-puisi islami dan kata bijak kembali ke fitrah yang lain di halaman blog puisi dan kata bijak ini, semoga puisi menjelang hari raya idul fitri diatas dapat menghibur dan bermanfaat, sampai jumpai, pada tema puisi selanjutnya, tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak puisi-puisi yang kami update.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar