Puisi Gubuk Senja
Puisi Gubuk Senja

Puisi Gubuk Senja

Puisi gubuk senja. Pengertian gubuk adalah rumah kecil yang biasanya di pergunakan untuk sementara waktu, Atau rumah sementara.

Gubuk biasa juga disebut dangau atau rumah kecil atau pondok disawah/ladang untuk berteduh ketika menjaga tanaman,mungkin begitulah pengertian kata kata tentang gubuk kecil.

Dan gubuk senja apabila diartikan dalam bahasa kiasan gubuk senja adalah rumah kecil yang sudah tua.

Sebagaimana kita ketahui senja terkadang juga diartikan dalam bahasa kiasan dengan sesuatu hal yang sudah berumur, mengambil perumpamaan dari waktu, ketika senja telah tiba berarti waktu sudah tua, dan akan menjelang malam.

Nah Gubuk senja adalah salah satu dari dua puisi campuran karya seorang bernama Ulianisa Apriliani, dipublikasikan puisi dan kata bijak

Adapun masing masing judul puisi-puisinya diterbitkan puisibijak.com antara lain.

  1. Puisi gubuk senja
  2. Puisi hasrat langkas

Dua puisi karya Ulianisa Apriliani yang menceritakan hal hal tertentu dalam bentuk kata kata puisi indah dan menarik dan mungkin begitulah pengertian kata kata tentang gubuk kecil.


Puisi Gubuk senja | Puisi Hasrat Langkas

Bagaimana cerita dan makna dari kedua puisi yang dipublikasikan puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini.


Puisi Gubuk Senja
Oleh: Ulianisa Apriliani

Pak, ingatkah engkau saat kita pertama bersua di ladang nostalgia ini
Menyaksikan betapa baharinya hamparan padi menguning
Menikmati kicau merdu camar yang terbang riang
Duduk berdua dalam gubuk kayu menikmati ubi jalar dan kopi yang kugendong dalam rinjing kala itu
Kita saling bercengkerama mengenai kurun-kurun dᥱwasa yang akan tiba
Hingga tersadar bahwa hari semakin siang dan petang mulai menjelang

Pak, jikalau engkau tahu
Hingga kini gubuk persuaan itu masih ada
Ladang nostalgia dengan hamparan kuningnya adalah saksi bisu setia
Gelas kopi dan rinjing yang kugendong kala itu masih tetap sama

Pak.. Bicaralah pak...
Mengapa selama ini engkau membisu
Mengapa engkau hanya terdiam dibalik bingkai kaca itu
Apakah nisan itu telah menghalangimu
Apakah tanah kubur itu telah Menyekat dan menabir persuaan kita

Pak, lihatlah pak...
Hingga kini aku masih setia
Aku masih tetap disini
Duduk termenung di gubuk kayu
Menelisik memori nostalgia di
mega senja yang pernah kita bina bersama
Aku harap engkau bersabar menantiku disana
Karena Tak lama lagi
kita akan bersua


Puisi Hasrat Langkas
Oleh: Ulianisa Apriliani

Hasrat - hasrat rindu mulai berguguran dalam hati gersang yang kian dilanda kemarau
Tak ada lagi yang bisa mencegah deru bayu menyapu mesra angan yang meranggas berserakan

Suara kicau itu, yang dulu begitu merdu intim bersebati
Sekarang hanya pekik parau yang merajam

Pendar asmara yang menelisik celah-celah kecil di relung hati , bukannya kian berkilau justru kian kelam sayu tertutup mega kelabu

Tak ada lagi yang bisa diharapkan dari kerlip bintang ditengah dasyatnya pendar baskara
Dan kerikil kecil ingusan diantara kokohnya tubir

Angan yang kian meruap hilang hanya mencipta nostalgia bisu yang tak bersua. menyisakan khayalan dilema

Lalu apa yang kau harap dari secuil pungguk Tuhan yang terkungkung takdir? hamba melata yang belajar arti taqwa? Seorang sahaya yang
memahat jiwanya dalam taat.


Demikianlah puisi gubuk senja. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisi senja diatas dapat menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar