Puisi Lipatan Kertas Pemisah | Kumpulan Puisi Tema Campuran
Puisi Lipatan Kertas Pemisah | Kumpulan Puisi Tema Campuran

Puisi Lipatan Kertas Pemisah | Kumpulan Puisi Tema Campuran

Puisi lipatan kertas pemisah. Pengertian pemisah adalah sesuatu yang di pakai untuk memisahkan atau membatasi, kata pemisah bersumber dari kata pisah, pisah artinya tidak berdempet atau tidak bersama.

Kata kata berpisah biasa juga di gunakan untuk seseorang bercerai atau seorang yang sedang tidak lagi bersama, begitulah kira-kira tentang kata pemisah.

Dan berkaitan dengan kata kata berpisah atau kata pemisah, salah satu judul puisi campuran yang dipublikasikan puisi dan kata bijak berjudul lipatan kertas pemisah.

Dan adapun masing-masing judul puisi campuran yang diterbitkan puisibijak.com antara lain:

  • Puisi Duka Lara kutanggung
  • Puisi Mangarat
  • Puisi Dan
  • Puisi Lipatan Kertas Pemisah

Empat puisi campuran menceritakan hal hal tertentu dari masing-masing judul puisi dengan kata kata puitis


Kumpulan puisi tema campuran

Bagaimana cerita puisi dan kata kata puitis dalam bait bait puisi yang dipublikasikan puisi dan kata bijak.

Untuk lebih jelasnya disimak saja puisi-puisinya berikut ini


PUISI LIPATAN KERTAS PEMISAH
Wahyudin

Lidʌh menggulung pesisir
Setitik memuntahkan kata debar pasir
Sejajar tak habis dijamak lautan di penggal janji
Terbuang dengan nada pungkas

Meresap daging
Tulang dikandangi samudra
Gadis Pesisir melantunkan badai
Sepasang peràhu diobrak abrik gelombang sakral
Terpisah di atas lipatan kertas yang dikᥱncingi tinta

Siompu, 07 02 2017


Puisi Duka Lara Kutanggung
Dudu Sopo Sopo

Bergulir malam demi malam
Namun rindu enggan sirna
Rindu mengg0da bayangan sang pujaan
Jiwa terisak-isak meski kedengarannya senyap

Bergulir masa demi masa
Meski waktu terus berjalan ke depan
Ia menuntunku jauh ke belakang
Memulangkanku kesuatu tempat
Yang tak aku kira akan singgah

Tak pernah ada niat
Tak pernah ada kesengajaan
Karena kita tak pernah mengira
Cinta tumbuh karena kita berjumpa

Namun tak seberapa lama
Aku melangkah sejenak
Tak bersuara kau enyah
Ruangan ini menjadi hampa

Dalam bisuku tak usah kau lihat
Kutanggung sendiri duka lara


Puisi Mengarat
Oleh : Chusnul Chotimah

Kenangan
Sebuah kilau mentari
tersenyum ramah padaku
Gemercik nyanyian embun
mengajakku menyanyi
Kicauan burung
berinstrumen dengan merdu

Sebait puisi
Tentang ku dan dirimu
Tentang sebuah kematian
Asa dalam keriduan

Tangisan yang tak berlogika
Harapan yang kian membeku
Tawa yang tak dapat diresapi

Aku kian mengarat
Tanpa sebuah kata jadi saksi
Bernapas penantian kalut
Mati rasa aku..

Sampai kapan aku menanti..
Kapan kau akan kembali padaku..
Lalu menguatkan aku di hadapan Allah ku..

Kota Batu,
06 Februari 2017


PUISI DAN
Oss Arisandi Manopo

Dan
Dalam setiap gugusan resahku
Selalu larung di semenanjung keluh
Dari riak-riak fitrahku
Pada genangan noktahnya
Penuh meluapi geliat kerinduanku

Dan
Yang hanya kutahu
Dari segala kembara maya
Engkau berteriak
Saat aku mendiami belantara kesunyian

Dan
Dari regang gemulainya samudera
Yang berbuih di pelataran dada ini
Selalu memantulkan tetesan binar
Hingga membuat waktuku
Tak akan pernah surut
Untuk menunggu cintamu

Oss.am
Subang,07-02-2017


Demikianlah puisi lipatan kertas pemisah berserta puisi yang lain. Simak/baca juga puisi berikutnya di blog ini, semoga puisi diatas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar