--> Skip to main content
Puisi Petani Rindukan Hujan | Puisi Alam

Puisi Petani Rindukan Hujan | Puisi Alam

Puisi alam | puisi petani rindukan hujan. sekian lama lahanlahan menjadi kersang, menyisakan lembab air mata keperihan, menantikan waktu musim peralihan membasuh daundaun layu lalu menguning.

Puisi alam ini menceritakan ketika musim kemarau dimana para petani menanti datangnya musim hujan, lahan yang kering dampak dari musim kemarau/kering aktivitas para petani yang mengolah lahan menjadi terhambat, sebagaimana di ketahui menggarap lahan hujan sangat di harapkan.

Hujan berkah bagi para petani, tidak seperti orang orang yang hidup di kota, hujan deras atau pun hujan biasa, tak terlalu dirisaukan, kecuali banjir orang kota akan kelabakan, Tapi bagi para petani di kala musim garap hujan sangat di harapkan.

Puisi petani rindukan hujan ini telah di bukukan di buku Antologi Akar rumput, bersama karya para pemusi yang berjumah 40an pemusi.


Puisi Tentang Alam

Sehubungan dengan kata hujan dan kata rindu, Berikut ini adalah puisi alam atau puisi tentang alam berjudul petani rindukan hujan.

Puisi ini menceritakan kekeringann dimusim kemarau yuk kita simak saja.


PUISI PETANI RINDUKAN HUJAN
Karya: Ijoel Anderline

terdengar suara burung bernyanyi menyambut pagi
mengepakkan sayapnya memecah embun pada dedaun
lalu jatuh membasahi hamparan tanah retak
mengangga mengharapakan hujan menyirami

air dari langit tak setetes pun turun
hanya debu dan panas terlukis
membingkai meriak kering mengikis
fatamorgana harapkan iklim monsun

sekian lama lahanlahan menjadi kersang
menyisakan lembab air mata keperihan
menantikan waktu musim peralihan
membasuh daundaun layu menguning

hujan diharapkan tak kunjung turun
sawah ladang berantakan kering kerontang
cangkul berkarat tak dapat menggantang
hanya menabuh rindu datangnya hujan

mungkinkah di atas sana hujan terlena bercʋmbu dengan awan
hingga lupa turun membasuh bumi yang sekian lama menanti
ataukah musim enggan berganti dari ulah manusia tak berhati
demi kepentingan pribadi membabat hutan menyisakan penderitaan

Anderline
Balikpapan 290816 11:30

Catatan:
Kersang = 1 kering tidak subur (tentang tanah); gersang: tanahnya -- , tumbuhan tidak dapat hidup di atasnya; 2 tegak kaku dan tidak lembut (tentang rambut)
Iklim monsun = iklim di daerah yang dipengaruhi oleh monsun, terutama ditandai oleh musim dingin yang kering dan musim panas yang basah;


Demikianlah puisi petani rindukan hujan. Simak/baca juga puisi yang lain di blog ini, semoga puisnya menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.

Supaya mudah mengakses Puisi Dan Kata Bijak di smartphone, klik ikon 3 titikdi browser Chrome kemudian pilih "Tambahkan ke layar utama". Selanjutnya bisa mengakses Puisi Dan Kata Bijak dari layar utama smartphone dengan klik ikon Puisi Dan Kata Bijak.
Buka Komentar
Tutup Komentar