Skip to main content

Puisi Badan Usaha Milik Nusantara | Puisi Kritik Sosial

Puisi Badan Usaha Milik Nusantara | Puisi Kritik Sosial

Puisi Kritik Sosial | puisi badan usaha milik nusantara. Pengertian Badan usaha ialah kesatuan yuridis (hukum), teknis, serta ekonomis yg bertujuan mencari untung atau laba.

Badan usaha seringkali disamakan dengan perusahaan, walaupun pada kenyataannya berbeda. perbedaan utamanya, Badan usaha artinya lembaga sementara perusahaan artinya tempat di mana Badan usaha itu mengelola faktor- faktor produksi.

Badan usaha milik nusantara, adalah judul puisi kritik sosial yang dipublikasikan blog puisi dan kata bijak untuk kesempatan kali ini.

Salah satu pengglan baitnya. "kecerdikan jiwa jiwa yang berkarat Aus keropos diperdagangkan Dan semua mengenai hidup orang banyak Tidak lagi dikuasai Nusantara".


Puisi Kritik Sosial

Bagaimana kata kata kritikan dalam bait puisi sosial yang dipublikasikan puisi dan kata bijak, Selengkapnya disimak saja, puisi karya Yo Herie Suyidna. di bawah ini.


PUISI BADAN USAHA MILIK NUSANTARA
Karya : YO HERIE SUYIDNA

Wahai Anak Negri
Pewaris tahta pertiwi
Mari menengok keanggunan Sang Ibu

Yang telah mampu mengandung berselaksa putra
Yang hidup mengerumuni jamrut belantaranya
Yang berpelangi bersabuk bhineka tunggal ika
Dia tersenyum anggun dalam tahtanya
Entah apa arti senyumnya

Di sini
Di pelataran Nusantaranya
Ada bias
Bias penyimpangan magna

Lihatlah sang surya
Tidak pernah menganak tirikan sembilan anaknya
Yang berjalan sesuai bidang edarnya

Dan di sini letak senyum Ibu menerpa
Menerpa ketimpangan magna kaum jelata
Kaum papa yang dipelihara Nusantara
Itu putra kandung sang Ibu

Mari segenap hati dibawa ke meja bundar
Yang bangga pada garuda sakti
Tetapi lupa pada perisai dadanya
Yang merajut lima nadi darah merahnya

Denting detak dan degup berkumandang
Semua dikianati dalam hati sanubarinya
Birunya rasa telah diporak porandakan hakekat
Keagungan hidup telah dikebiri angan

Angan ingin duduk sejengkal lebih tinggi
Wajah aku mendominasi langkahnya
Baur teraduk kedok keangkuhan
Hingga birunya hati tercipta merah di bibir
Musim terbit yang elok

Telah musnah oleh kalaliman
Bantaran bantaran saling menyokong
Hancur oleh kecerdikan jiwa jiwa yang berkarat
Aus keropos diperdagangkan

Dan semua mengenai hidup orang banyak
Tidak lagi dikuasai Nusantara
Tapi cenderung dihitung untung dan rugi
Dalam kedok badan usaha milik Nusantara

Dan Engkau tahu itu
Tapi diam seribu bahasa

Trenggalek. 11 Oktober 2016


Demikianlah puisi badan usaha milik nusantara. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat. Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.