Skip to main content

Kumpulan Puisi Tentang Wanita Dan Perempuan Perkasa

Kumpulan Puisi Tentang Wanita Dan Perempuan Perkasa

Kumpulan puisi wanita perkasa. Kodrat seseorang wanita tak hanya yang berada di dapur mengurus anak serta keluarga, tentang hal inilah yang ulas dalam puisi perempuan perkasa atau wanita perkasa.

Meskipun di dapur mengurus anak memang sudah melekat pada setiap diri wanita, akan tetapi banyak para wanita modern yg menggebrak untuk melakukan perubahan dan berani menyuarakan hak-hak wanita melalui profesinya masing-masing sehingga di katakan wanita perkasa

Mereka inilah wanita wanita hebat atau perempuan perkasa, mampu berubah kodratnya yang biasa di katakan lemah, Di Indonesia bahkan banyak wanita wanita perkasa yang memegang peranan, dalam suatu instititusi,

Menjadi seseorang wanita perkasa dan perempuan hebat tidak hanya mempunyai kepandaian saja, tetapi juga pancaran kecantikan menjadi identitasnya.

Seeorang Ibu yang melahirkan kita dia pun seorang wanita perkasa dan perempuan perkasa atau wanita hebat yang ada dalam kehidupan kita sehari hari selalu berjuang tanpa memperdulikan dirinya sendiri.

Dan berkaitan dengan kata tentang wanita perkasa, dibawah ini kumpulan puisi wanita perkasa menceritakan tentang wanita yang perkasa dalam bentuk puisi perempuan-perempuan perkasa dan hebat.


Kumpulan Puisi Tentang Wanita Dan Perempuan Perkasa

Bagaimana cerita puisi perempuan-perempuan perkasa dan kata kata puisi wanita hebat dalam bait puisi tentang wanita hebat atau puisi perempuan perkasa, yuk kita simak saja berikut puisi-puisinya ini.


PUISI WANITA PERKASA
Oleh: Gabryella Fina

Wanita perkasa yang kini sudah semakin senja
Tak banyak harap lagi
Usia yang tlah dimakan waktu
Semakin mengeriputkan kulitmu kini

Perjuanganmu kini tlah usai
Perkasaanmu kini tlah berakhir
Engkau yang dulu gagah
Namun kini hanya hidup sebatang kara
Kasihan... Sungguh kasihan

Dulu, Engkau berjuang untuk mereka
Namun kini mereka meninggalkanmu dalam sepi
Ya! Hanya sepi yang setia bersamamu
Dinding-dinding reot yang selalu mendengarkan setiap ceritamu
Cicak, Semut dan Nyamuk yang slalu ada di sisi saat larut tiba
Hatimu sungguh mulia
Semoga kemuliaanNya senantiasa menyertaimu Bunda


PUISI WANITA PERKASA
Oleh: ‎Bundha Neta‎

Bergulung ombak di samudra
Menghantam keras batu karang
Deburannya menerjang
Suaranya menderu-deru
Bak irama lagu

Dengan semangat berpacu
Mengais rejeki di tengah laut
Berharap ikan menjemput
Jala ditebar ikanpun mengikut

Itulah mereka
Perempuan perkasa bermental baja
Sekuat tenaga menarik jala
Yang ditebar ke tengah samudra

Pantang menyerah
Walau badai menghadang
Melawan tingginya gelombang
Tetaplah diterjang

Semangatnya tak mudah goyah
Demi mengumpulkan rupiah

Dialah kartini masa kini
Penuh semangat dan tekad kuat
Tak peduli panas terik mentari
Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari

Sikapmu patut jadi teladan
Bagi penerus bangsa di masa depan


PUISI WANITA PERKASA
Oleh: Muklis Puna

Wanita wanita perkasa mengejar aroma rupiah di negeri seberang
Mengarungi kejamnya samudera demi mimpi dan igauan hidup
Melewati selat, melawan badai dengan kapal- kapal rapuh tak bernakhoda
Menembus angkasa menuju kantong rupiah yang dihamburkan

Wanita wanita perkasa bermental baja Harga diri digadaikan demi kehormatan
Setengah jiwanya ditinggalkan
Setengah lagi dibalut dalam lamunan
Hidup di antara angan yang merekah
Ketika rupiah tumpah ruah dalam pelukan

Wanita- wanita perkasa kesepian di antara megahnya kota
Menangisi hidup di tengah gemerlapnya malam
Merindu biru walau masa berwarna abu abu
Menatap pada kenangan biarpun tak berangan

Wanita wanita perkasa pengejar rupiah
Menggelandang di negeri orang
Bekerja pada majikan- majikan tak seiman
Membungkus diri dengan jubah jubah suci Agar mata b!rahi tak mampu menjilat raganya

Wanita -wanita perkasa tak mengenal duka
Hidup di antara kejamnya negeri
Mengabdi pada belahan jiwa
Walau raganya didera bilahan rotan
Demi kesucian diri, melesat lewat tingkap-tingkat pecakar langit
Demi aroma rupiah membiarkan tubuhnya disetrika majikan

Wanita -wanita perkasa bekerja laksana sapi perahan
Keringatnya diperas, hak hidup dikebiri penyair negeri
Pajak negeri dari tenaganya dikorupsi secara jamaah
Saat berangkat diiringi isak tangis

Ketika kembali bola mata para pelayat tetap menganak sungai
Wanita- wanita perkasa pulang ditemani kehampaan
Mendaki bukit menuruni lembah
Tubuh tersayat, jiwa menangis
Harapan tak bisa diharap
Badai keluarga memporak poranda hidup

Wanita wanita perkasa mengemis rupiah di negeri orang

Lhokseumawe, 22 Mei 2016


Demikianlah kumpulan puisi wanita perkasa. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi tentang wanita di atas  dapat menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik...

Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.