Skip to main content

PUISI TANGISKU

PUISI TANGISKU
Puisi tangisku. Tangis adalah sebuah ekspresi naluriah yg dimiliki setiap manusia. Tangis merupakan kemampuan dasar dimiliki manusia. menangis itu bukanlah sebuah hal yang keburukan. selama kita menempatkannya secara proporsional. Tangis pun bisa terjadi dimana saja, pada waktu dan kapan saja. karena sebenarnya tangi merupakan sebuah sensor pemberian yang indah diberikan Tuhan kepada manusia.

Tuhan memberikan sensor yang luar biasa ini. sehingga kita mampu merasakan apa yang orang lain sedang alami. Hati serta perasaan. Secara naluriah, kita memiliki rasa empati. sebagai akibatnya kita bisa tahui yang namanya sedang sedih, senang, bimbang, serta berbagai rasa emosi lainnya.

Dengan sensor hati inilah, Tuhan memberikan kemampuan untuk dapat saling mengenal, saling memahami, serta saling toleran. karena sebuah tangisan bukanlah sebuah simbol kelemahan. akan tetapi itu merupakan karakteristik sensitifitas sendor dari seseorang.

Tangisku judul puisi di kesematan ini, bagaimana puisinya, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja berikut ini.

PUISI TANGISKU
Oleh: DR. Abdullah Fathoni,S.E.,M.M.

Ada senyum yang abadi
tersembunyi dalamnya pribadi
ku coba untuk mencari abdi
di tengan hutan pambudi
ku lihat satu demi satu sang pengabdi
ternyata mereka bukan sejati mengabdi
tetapi hanya mencari kekayaan pribadi
hingga lupa memegang kemudi
padahal mereka pernah berjanji
saat kampanye mengobral janji
janji suci atau janji tinggal janji

Oh....
tangis rakyat yang tergusur
susah pekerja yang mengʌnggur
hutang yang tak mampu diangsur
para cukong lari kabur
uang tersimpan di bawah kasur
agar tidurnya bisa mendengkur
mulutnya berucap asal ngawur
arogan dan sombong ngelantur

Oh....
tak mampu aku menahan tangis
ketika sang bayi terus manangis
birokrasi tersenyum meringis
karna untung selesai dikais
inilah kekuatan iblis
yang selalu membikin tangis
rakyat takut karna ada yang berbaris
mengawal kepentingan para bengis
hingga menggusur kebatas garis
tidakkah ada cara lain yang lebih romantis
duduk bersama membagi kue lapis
lapis bawah dan lapis atas beriris
sehingga tidak ada yang dirugikan nyaris

Oh....
tangisku tak mampu ku tahan
ketika rakyat tak mampu bertahan
dari terpaan kemiskinan
padahal negeri ini negeri kemakmuran
kemana larinya sang jutawan
uang lari keluar bangsawan
sehingga teralibi para sejahrawan
membagi data tipuan para punakawan
semoga kelak mereka akan tertawan
oleh anak negeri sang pahlawan.


Demikianlah puisi tangisku. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label suara anak negeri. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.