Skip to main content

Puisi Ibunda Tersayang

Puisi Ibunda Tersayang
Puisi ibunda tersayang. Puisi ibu kali ini adalah tentang ibunda. Bunda adalah orang yg paling berjasa bagi manusia di dunia ini. Darahnya sudah menjadi sumber kehidupan pada awal kehidupan Kita, disaat Kita masih lemah tidak berdaya. Kita semua pasti pernah membebaninya selama sembilan bulan lebih, mengambil nutrisi darinya demi kehidupan kita. kemudian selama dua tahun bunda menyusui kita dengan sepenuh cinta dan kasih sayangnya. Selama itu bunda juga selalu berada disisi kita, menemani semenjak bayi, remaja dan bahkan hingga dᥱwasa. kasihnya mengalir dalam setiap doanya dan rasa khawatirnya maslah pada kita sebai anaknya.

Sepanjang hayat kasih ibu/bunda tidakkan bisa terbalas walau dengan apa pun. Disetiap darah yg mengalir pada tubuh kita, disetiap aktifitas yg kita lakukan kini , didalamnya terdapat jasa-jasa seorang ibu/bunda. Pernahkah terpikir membalas jasa ibu dengan balasan maksimal yang bisa kita berikan. apa pun yang di berikan tak akan setimpal dengan pengorbannya. Hanya dengan mengalirkan pahala untuknya yang dapat kita perbuat. Sebagaimana beliau mengalirkan cinta dan kasihnya pada kita sepanjang hayat.

Berikut ini puisi tentan bunda, ada dua judul puisinya, bagaiman ceritanya yuk kita simak saja puisinya berikut ini.

PUISI IBUNDA SAYANG
Oleh H M Taliu B

Bila ditengada bulan bintang matahari
Segala petaka langit kalang kabut
Disisi kita masih samar- samar
Karena disana masih tersisah
Binti - binti yang merekah

Iapun membasahi bunda persada
Menggoreslan wajahnya...
Karena belati penghianatan

Wahai. bunda persadaku
Palingkan wajahmu
Hapuskan noda biru
Mencoreng dipipimu
Akibat sisa- sisa penghianatan

Kalau kami berkata kata. Mengapa
Itu katena ada kata sayang
Kalau berkata hapuskan noda biru
Itu karena wajahmu lebih ceria
Penuh artistik dan estetika

Wahai bunda persadaku
Disimu kami berdiri
Penuh rasa semangat dan kesetiaan
Karena abdi. bersemi dalam dada

B.18. 3. 2017


PUISI IBUNDA
Satria Panji Elfalah

Paras ayu tertempa usia dan jerit jiwa ..
Kulit kencang kini berkeriput dimakan senja ..
Langkah tegas kini goyah dipeluk renta ..
Namun sinar mata dan kasih sayangmu tetaplah sama ..

Ibunda ..
Hanya sekali ku melihatmu bahagia kala ku menangis tersedu sedan ..
Kala itu tubuhku masih merah darah muda ..
Maut mengetuk di muka pintu kala kau mengejan ..

Teringat kala seperempat malam ku terjaga ..
Ku kira engkau tengah terlelap dipeluk mimpi dalam peraduan ..
Tetapi, yang ku lihat adalah jiwa ragamu yang tengah bersujud kepada-Nya ..
memohon doa untuk orang yang engkau cinta, anakmu yang rupawan ..

Engkau rela hanya menikmati lauk sederhana demi menyisihkan rupiah demi masa depanku ..
Banting tulang bersama ayahanda mencari penghidupan di tanah dan langitmu ..
Acap kali engkau pulang dengan langkah gontai dan kaku ..
Namun selalu engkau sempatkan tersenyum padaku, anakmu ..

Ibunda ..
Ampunan dan maaf selalu terucap kala tubuh nista ini belum bisa membahagiakanmu ..
Ibunda ..
Tetaplah tersenyum dalam hidupku, doakan anakmu yang akan selalu berusaha membuat bahagiamu ..


PUISI IBUNDA MUTIARA SENJA
Taufik Ariyanto

Kilapan putih berombak-ombak seakan menari
Guratan berundak dikeningmu setajam belati
Enam windu lebih usia raga tak dinanti
Untaian doamu merindu mengetuk arkanal Arsy

Ibunda..
Ingin slalu kudekap doamu erat
Agar tak jauh darimu sekejap

Harapanmu padaku tak pernah padam
Laksana api di dalam sekam
Berkobar lirih tertiup angin sepertiga malam
Panjang sujudmu tergʌmbar dikening menghitam

Ibunda..
Ingin slalu kucium pengorbananmu di hati
Tak mampu ku balas meski setetes embun pagi


Demikianlah puisi ibunda tersayang. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi tentang bunda di atas dapat menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label puisi ayah dan ibu. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.