Puisi Halus Namun Mudah Rapuh
Puisi Halus Namun Mudah Rapuh

Puisi Halus Namun Mudah Rapuh

Puisi Halus Namun Mudah Rapuh. Rapuh artinya seseutu hal yang mudah rusak atau seorang yang tidak teguh. Arti dari kata rapuh dapat masuk dalam jenis kata kiasan sehingga penggunaan kata rapuh bisa bukan dalam arti kata yangg sebenarnya. Rapuh memiliki arti dalam kelas kata sifat sehingga rapuh dapat mengubah kata benda atau kata ganti, biasanya dengan menjelaskannya atau membuatnya menjadi lebih spesifik.

Berkaitn dengan kata rapuh, salah satu dari tiga puisi campuran dikesempatan ini, bertema rapuh, adapun masing masing judul puisinya antara lain.
  1. Puisi kutunggu selalu
  2. Puisi tanpa judul
  3. Puisi halus namun mudah rapuh
Bagaimana ceritan dan makna di balik rangkaian bait bait, ketiga puisi tersebut, untuk lebih jelasnya silahkan disimak saja puisinya berikut ini.

Puisi Halus Namun Mudah Rapuh
Annisa Siti Fatimah

Ingin melegakan nya..
Namun tak dapat dilakukan
Ingin mengungkapkan nya
Namun tak mampu berkata..
Ingin didengarkan

Namun tak mungkin ada yang ingin mendengar..
Apa daya, tetesan telah berlinang..
Tak mampu tuk menahahannya ..
Semua yang diharapkan
Telah jatuh begitu saja ..
Tak mampu berkutik,
Hanya mampu terdiam ..
Entah harus bagaimana ..
Entah harus seperti apa ..

Mungkin dalam setiap langkah kaki ini
Terdapat banyak
Kesalahan ..
Dalam halnya jalan yang lurus,
Namun banyak bebatuan
Hati yang dapat merasakan..
Hati itu halus, selalu ada dalam kesabaran ..
Namun ..
Hati mudah rapuh, bila suda terlalu bersabar dan tak mampu lagi tuk bersabar.


Puisi Kutunggu Kau Selalu
Uncu Nelma

Mendung menggantung di ujung pagi
Mentari enggan menampakkan diri
Aku termenung setelah kau pergi
Tinggalkan aku seorang diri

Dari pagi hingga petang
Kurentang waktu yang terbuang
Kutunggu selalu hingga kau datang
Walau usia senja menjelang

3Mei2016


Puisi Tak Berjudul

Kemuning senja nan ranum
Tak kuasa membawa pergi
semua duka yang membungkus hariku
Semua lara yang menggelayuti pagj hingga siangku
Dan aku harus biarkan meranaku memeluk
malam hingga pagiku nanti....

Terkikis nya rasa kagum
Terkuburnya rasa sanjung
Memberikan kepedihan yang meranum
Dan derita akan tiada berujung

Lelahpun tak peduli
Detik tak kan berhenti
Dan aku
Masih terpuruk disini
memunguti serpihan lagu hati
Merangkai puisi tak berjudul

Anna
singapore 03.05.16 4:53


Demikianlah puisi halus namun mudah rapuh. Simak/baca juga puisi puisi yang lain di blog ini. Semoga puisi di atas menghibur dan bermanfaat, Jangan lupa di share puisinya, bila menurut anda menarik... Sampai jumpa di artikel puisi selanjutnya dengan label aneka puisi. Tetap di blog puisi dan kata bijak menyimak/membaca puisi puisi yang kami update. Terima kasih sudah berkunjung.
Advertisement

Baca juga:


Your Reactions:

Buka Komentar